MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS IV SD DALAM ILMU PENGETAHUAN ALAM DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA

MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS IV SD DALAM ILMU PENGETAHUAN ALAM DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA

 

 

KARYA ILMIAH

 

 

 

 

 

 

Disusun oleh :

Entin Sutinah

NIM: 1001037172

 

PJJ S1 PGSD UHAMKA

JAKARTA

2011

DAFTAR ISI

 

.

Daftar Isi                                                                                                            Halaman

 

BAB I               PENDAHULUAN                                                                              2

  1. Latar belakang masalah                                                                 3
  2. Rumusan masalah                                                                         4

 

BAB II              KAJIAN TEORI

  1. Hakekat Belajar IPA                                                                    5
  2. Alat Peraga (Alat Bantu Pelajaran)                                             6-7

 

BAB III             METODOLOGI PENELITIAN                                                       8-9

 

 

BAB IV             HASIL PENELITIAN                                                                   10-11

 

 

BAB V               KESIMPULAN DAN SARAN                                                        12

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Lampiran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 1

PENDAHULUAN

 

  1. A.                 Latar belakang masalah

Peningkatan mutu pendidikan merupakan fokus perhatian dalam rangka memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM) Berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan terus menerus dilakukan baik oleh pemerintah,maupun masyarakat diantaranya dilakukannya upaya-upaya inovasi di bidang pendidikan dan pembelajaran.

Proses belajar mengajar pelajaran IPA di sekolah dasar dilaksanakan tergantung pada kondisi sekolahnya,baik metodenya maupun media belajarnya.Secara umum pengajaran IPA masih disampaikan dengan metode ceramah atau diskusi.Hanya sedikit yang menggunakan metode demonstrasi.Semua itu terkendala pada ketersediaan media pembelajaran,apalagi SD di daerah terpencil guru hanya mengandalkan sepenuhnya pada buku paket yang bersumber dari dinas pendidikan nasional.

Meskipun masalah pendidikan begitu kompleks,namun pada akhirnya dalam kondisi tertentu semua itu bermuara pada peranan guru dalam memainkan seluruh komponen pendidikan secara harmonis,yang akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.Salah satu komponen peningkatan mutu di SD adalah sarana dan prasarana pendidikan termasuk dididalamnya penggunaan media belajar atau alat peraga pendidikan.

Kedudukan alat peraga dalam pembelajaran cukup menentukan,sebab meskipun seorang guru dalam melaksanakan proses pembelajaran telah menguasai materi dengan baik dan sudah menggunakan metode yang tepat,tetapi jika tidak memanfaatkan alat peraga,terlebih lagi untuk SD,maka tujuan pembelajaran tidak dapat dicapai secara optimal.

 

 

 

  1. B.     Rumusan Masalah

Kurangnya pemahaman siswa dalam pelajaran IPA menyebabkan rendahnya prestasi belajar siswa pada pelajaran tersebut.Hal ini dipengaruhi beberapa faktor yakni dari kemampuan profesional guru,kemampuan siswa,sarana prasarana pendukung pembelajaran yang tidak kalah pentingnya adalah penggunaan alat peraga dalam proses belajar mengajar,penggunaan alat peraga yang masih kurang berdampak pada rendahnya pencapaian prestasi belajar siswa.Untuk itu perlu diupayakan agar guru dapat menggunakan alat peraga dalam meningkatkan pemahaman siswa sehingga prestasi belajar siswa dapat meningkat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

KAJIAN TEORI

  1. 1.      Hakekat belajar IPA
    1. Pengertian sains

Sains adalah pengetahuan yang telah diuji kebenarannya melalui metode ilmiah (hakekat sains h.l).Sains dipandang sebagai suatu cara atau metode untuk dapat mengamati sesuatu,dalam hal ini adalah dunia (Nash,2003).Dari kedua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa sains adalah suatu cara atau metode untuk mendapatkan pengetahuan dengan mengamati sesuatu yang ada di dunia ini dan pengetahuan yang diperoleh tersebut dapat diuji kembali kebenarannya melalui metode ilmiah.

Untuk memahami sains haruslah melalui berbagai pemahaman yaitu (Bernal,2002):

-             Sains sebagai institusi diartikan sebagai suatu kelembagaan imajiner,kelembagaan dari bidang profesi tertentu seperti :bidang profesi hukum,bidang kedokteran,bidang pendidikan dan sebagainya.

-             Sains sebagai suatu metode yaitu sebagai suatu proses yang masih terus berkembang atau berubah.Metode sains terdiri dari sejumlah kegiatan baik mental maupun manual, termasuk observasi, eksperimen, klarifikasi, pengukuran dan sebagainya.

-             Sains sebagai kumpulan pengetahuan.Pengetahuan sains merupakan kumpulan kebenaran yang tidak mutlak dan jumlahnya pun semakin berkembang karena kebenarannya dapat diperiksa setiap saat oleh orang lain ataupun diulang observasinya.

-             Sains sebagai faktor pengembang produksi.

-             Sains sebagai salah satu faktor utama yang mempengaruhi kepercayaan dan sikap.

-             Pengertian sains ternyata mengalami perkembangan dari zaman ke zaman.Pada mulanya sains merupakan pengetahuan biasa,lambat laun pengertiannya berubah menjadi pengetahuan yang rasional lepas dari takhayul,kemudian berkembang lagi menjadi pengetahuan yang didapat dari metode ilmiah.

 

  1. Nilai-nilai sains

Sains mempunyai banyak nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Nilai-nilai yang terkandung dalam sains adalah sebagai berikut:

  1. Nilai-nilai sosial dari sains terdiri dari nilai etika dan estetika,nilai moral humaniora,nilai ekonomi.
  2. Nilai-nilai pedagogik/psikologis dari sikap mencintai kebenaran, menyadari kebenaran ilmu tidak mutlak,keyakinan bahwa tatanan alam bersifat teratur,bersifat toleran terhadap orang lain,bersikap ulet,sikap teliti dan hati-hati,sikap ingin tahu,dan sikap optimis.

 

  1. 2.      Alat Peraga (Alat Bantu Pelajaran)
  2. Pengertian alat peraga

Suatu alat peraga adalah sebagai perantara , pengantar pesan dari pengirim pesan.Dalam kaitannya dengan pembelajaran,alat peraga adalah sesuatu yang dapat menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima pesan sehingga dapat merangsang pilkiran,perasaan,perhatian dan minat siswa sehingga terjadi proses belajar.

Dengan penggunaan alat peraga yang tepat dapat menambah pengalaman belajar seorang siswa dalam satu periode pengajaran dan mempercepat seluruh proses pelatihan.

  1. Macam-macam bentuk alat peraga

Menurut Rustaman (2003),berdasarkan jenisnya alat peraga dapat dikelompokkan sebagai berikut :

-         Media asli hidup seperti akuarium dengan ikan dan tumbuhannya,Terrarium dengan hewan darat dan tumbuhannya,kebun binatang dengan hewan yang ada,kebun percobaan,insektarium berupa kotak kaca yang berisi serangga.

-         Media asli mati misalnya herbarium,taksidermi,awetan dalam botol,bio plastic dan diorama.

-         Media asli benda tak hidup contohnya berbagai contoh batuan mineral,kereta api,pesawat terbang,mobil,gedung dan papan temple.

-         Media asli tiruan atau model contohnya model irisan bagian dalam bumi,model penampang melintang batang dikotil,penampang daun,model torso tubuh manusia yang dapat dilepas dan dipasang kembali,model globe,model atom,model DNA dan lain-lain.

-         Mediagrafis misalnya program radio,program MP3,tape recorder,piringan hitam,CD,kaset

-         Media pandang dengar misalnya VCD,TV,Slide bersuara.

-         Media proyeksi terdiri dari proyeksi diam misalnya slide.

-         Proyeksi gerak misalnya film atau gambar bergerak

-         Media cetak misalnya buku cetak,Koran.

  1. Manfaat alat peraga

-         Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistik (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka).

-         Mengatasi keterbatasan ruang,waktu dan daya indra

-         Memudahkan pemahaman siswa terhadap bahan pelajaran yang disajikan dengan alat peraga

-         Meningkatkan perhatian siswa terhadap pelajaran yang sedang berlangsung

-         Meningkatkan aktifitas siswa dalam proses belajar mengajar

-         Mempertinggi daya ingat siswa terhadap pelajaran yang telah dipelajarinya

 

 

 

 

 

 

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

 

  1. Waktu dan Tempat Penelitian

Waktu penelitian           : 1 Minggu

Tempat penelitian          : SDN Tajurhalang 01

Desa Tanjungsari Kecamatan Cijeruk KabupatenBogor

  1. Subjek penelitian :seluruh siswa kelas IV SDN Tajurhalang 01
  2. Teknik pengumpulan data
  3. Observasi dengan melakukan praktek mengajar di SDN Tajurhalang 01 selama 2 hari
  4. Tes tertulis
  5. Teknik analisis data

Langkah pertama penelitian di mulai dengan membuat RPP tentang perpindahan energi panas dengan metode ceramah dan Tanya jawab.

Selanjutnya melakukan praktek mengajar dan memberikan evaluasi tahap pertama terhadap seluruh siswa berupa tes tertulis.

Langkah kedua penelitian dimulai dengan membuat RPP tentang perpindahan energi panas dengan metode demonstrasi dan diskusi.Selanjutnya melakukan praktek mengajar dan memberikan evaluasi tahap kedua berupa tes tertulis.Evaluasi tahap kedua dilaksanakan untuk membandingkan hasil evaluasi dengan tahap pertama.

  1. Tujuan dan manfaat penelitian

- Tujuan penelitian ini adalah :

  1. Untuk meningkatkan pemahaman siswa pada pelajaran IPA melalui penggunaan alat peraga
  2. Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada pelajaran IPA

- Manfaat penelitian ini adalah :

  1. Meningkatkan pemahaman siswa karena siswa senang belajar dengan menggunakan alat peraga.
  2. Memberikan motivasi bagi guru untuk selalu menggunakan alat peraga agar prestasi siswa dapat meningkat
    1. Sistematika penulisan

Untuk memudahkan penulisan karya ilmiah ini,maka penulis membaginya menjadi 5 bab.yaitu :

BAB I         : Pendahuluan

  1. Latar belakang masalah
  2. Rumusan masalah

BAB II       : Berisi kajian teori yang terdiri dari 2 sub bab,yaitu

  1. Hakekat belajar IPA
  2. Pengertian sains
  3. Nilai-nilai sains
    1. Alat Peraga (Alat Bantu Pelajaran)
      1. Pengertian alat peraga
      2. Macam-macam alat peraga
      3. Manfaat alat peraga

BAB III      : Membahas tentang metodologi penelitian yang terdiri dari :

  1. waktu dan tempat penelitian
  2. subjek penelitian
  3. teknik pengumpulan data
  4. teknik analisis data
  5. tujuan dan manfaat penelitian
  6. sistematika penulisan

BAB IV     :Berisi hasil penelitian

BAB V       :Kesimpulan dan saran

 

 

 

 

 

BAB IV

HASIL PENELITIAN

 

  1. Hasil Observasi

Dari hasil observasi tahap pertama menggambarkan pembelajaran yang dirancang adalah pembelajaran yang kurang aktif.Siswa lebih banyak mendengarkan penjelasan dari guru dan kurang merespon pertanyaan yang di ajukan oleh guru.Sedangkan observasi tahap kedua menggambarkan pembelajaran yang aktif dan kreatif karena siswa ikut berpartisifasi dalam kegiatan percobaan.Siswa juga aktif berdiskusi dengan temannya untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan kegiatan percobaan.

  1. Hasil Tes tertulis

Pada kegiatan akhir observasi tahap pertama dilakukan evaluasi berupa tes tertulis untuk mengukur kemampuan daya serap siswa.Pada evaluasi tahap pertama skor rata-rata siswa dapat dilihat pada tabel berikut:

 

No

Skor

Jumlah Siswa

Jumlah Skor

1

4

8

12

2

5

10

50

3

6

12

72

4

7

9

63

5

8

6

48

Jumlah

45

245

 

Skor rata-rata siswa adalah 245 : 45 = 5,44

Hasil belajar siswa yang tergolong rendah ini disebabkan Karena kurang tertariknya siswa terhadap materi pelajaran.

Selanjutnya pada kegiatan akhir observasi tahap kedua dilkukan evaluasi berupa tes tertulis untuk mengukur daya serap siswa.Pada evaluasi tahap kedua skor rata-rata siswa dapat dilihat pada tabel berikut :

No

Skor

Jumlah Siswa

Jumlah Skor

1

5

2

10

2

6

15

90

3

7

16

112

4

8

10

80

5

9

2

18

Jumlah

45

310

 

Skor rata-rata siswa adalah 310 : 45 =6.88

Dari hasil evaluasi tahap kedua tersebut,daya serap siswa mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahap pertama.Peningkatan ini diduga karena kegiatan pembelajaran pada tahap kedua lebih menarik dan menggunakan alat peraga serta menggunakan metode yang lebih kreatif yaitu metode demonstrasi dan diskusi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

  1. A.     Kesimpulan

Berdasarkan hasil yang diperoleh selama melaksanakan penelitian dapat di simpulkan bahwa penggunaan alat peraga ternyata dapat meningkatkan pemahaman siswa sehingga prestasi belajar siswa pun semakin meningkat.Selain itu penggunaan alat peraga juga dapat meningkatkan minat siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran sehingga dapat tercipta kegiatan pembelajaran yang aktif,kreatif dan menyenamgkan.

 

  1. B.     Saran

Penulis memberikan saran agar dalam memberikan materi pelajaran, khususnya pelajaran IPA, diharapkan guru menggunakan alat peraga karena dapat meningkatkan minat, motivasi dan hasil belajar siswa. Selain itu, guru harus membiasakan mempresentasikan hasil kerja siswa di depan kelas kemudian mengomentari kekurangan dan kelebihan hasil kerja siswa tersebut agar siswa termotivasi untuk lebih meningkatkan prestasi belajarnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Arsyad Azhar. 2003. Media Pembelajaran.Jakarta, PT. Raja Cerapindi Persada
  2. Depdiknas. Dirjen Dikdasmen Direktorat. Pendidikan Lanjutan Pertama. 2005. Hakekat Sains.Jakarta
  3. Djamarah, Syaiful Bahri, 1994, Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru.Surabaya: Usaha Nasional
  4. Sardiman A.M, 1990, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengejar.Jakarta: Rajawali Pers
  5. Susilo Herawati, 1999, Peta Konsep, Alat Pembelajaran Yang Penting Untuk Pembelajaran Sains dengan Filosofi Konstruktivisme,Malang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran I

LEMBAR OBSERVASI PEMBELAJARAAN

Mata Pelajaran/Topik  
Kelas/Sekolah  
Nama Pengajar  

 

TAHAP ASPEK

INDIKATOR

HASIL OBSERVASI

KEGIATAN AWAL

Apersepsi dan motivasi

  1. Apa yang dilakukan guru peserta untuk menggali pengetahuan awal atau memotivasi siswa?
  2. Bagaimana respon siswa? Apakah bertanya tentang sesuatu masalah  terkait dengan apa yang disajikan guru peserta pada kegiatan awal?
 
KEGIATAN INTI

 

Materi Ajar:

  1. Apakah guru peserta memberikan penjelasan umum tentang materi ajar atau prosedur kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa?
  2. Bagaimana keterkaitan antara pembelajaran dengan realita kehidupan, lingkungan dan pengetahuan lainnya?
 
Pengelolaan sumber belajar/ media
  1. Apakah guru peserta terampil dalam memanfaatkan dan mampu memanipulasi media pembelajaran?
  2. Bagaiaman interaksi siswa dalam sumber belajar/media
 
Strategi pembelajaran
  1. Apakah proses pembelajaran dilaksanakan dengan strategi yang sesuai secara lancar?
  2. Apakah siswa dapat mengikuti alur kegiatan belajar?
  3. Bagaimana cara guru peserta memberikan arahan yang mendorong siswa untuk bertanya, berpikir dan beraktivitas?

10.Apakah siswa aktif melakukan kegiatan fisik dan mental berpikir? Berapa banyak siswa yang aktif belajar?

 
KEGIATAN PENUTUP

 

Penguatan/konsolidarsi

11.Bagaimana cara guru peserta memberikan penguatan, dengan mereviu, merangkum atau menyimpulkan?

12.Apakah guru peserta memberi tugas rumah untuk remedial atau penguatan

 
Evaluasi
  1. Bagaimana cara guru peserta melakukan evaluasi pembelajaran?
  2. Bagaimana ketuntasan belajar siswa?
 
KOMENTAR OBSERVASI Keterlaksanaan skenario pembelajaran berdasarkan RPP:

 

 

 

Pelajaran berharga yang dapat dipetik oleh observer:

 

 

 

Lain-lain:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran II

 

RPP tahap pertama

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Mata Pelajaran                         : IPA

Kelas / Semester                      : IV / 2

Alokasi Waktu                         : 2 X 35 menit

 

  1. Standar Kompetensi

Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya delam kehidupan sehari-hari

  1. Kompetensi dasar

Mendiskusikan energi panas dan bunyi yang terdapat dilingkungan sekitar serta sifat-sifatnya.

  1. Indikator
  • Menyebutkan sumber-sumber energi panas
  • Menjelaskan macam-macam perpindahan panas

 

  1. Tujuan Pembelajaran
  • Siswa dapat menyebutkan sumber-sumber energi panas
  • Siswa dapat menjelaskan macam-macam perpindahan panas
  1. Materi Pokok
  • Sumber energi panas
  • Perpindahan panas
  1. Metode Pembelajaran

Ceramah (informasi), Tanya jawab

  1. Langkah-langkah Pembelajaran
    1. Kegiatan Awal
  • Berdo’a
  • Mengabsen siswa
  • Apersepsi
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran
  1. Kegiatan inti
  • Guru menjelaskan tentang sumber-sumber energi panas
  • Siswa menyebutkan penggunaan energi panas dalam kehidupan sehari-hari.
  • Guru memberikan contoh percobaan sederhana untuk membuktikan timbulnya panas dari gesekan benda dengan menggesekan kedua telapak tangan
  • Siswa merangkum tentang perpindahan panas yang terdapat pada buku sumber
  • Guru bersama siswa melakukan Tanya jawab tentang perpindahan panas
  1. Kegiatan akhir
  • Siswa mengerjakan latihan tes tertulis
    • Guru memberikan penilaian terhadap hasil kerja siswa
  1. Alat / bahan / sumber belajar
  • KTSP 2006
  • Buku IPA kelasIVSD
  1. Penilaian : Tes tertulis
    1. Soal

Jawablah Pertanyaan berikut ini!

  1. Apa saja sumber panas itu?
  2. Sebutkan kegunaan energi panas dalam kehidupan sehari-hari!
  3. Apa yang menghambat timbulnya panas pada gesekan benda?
  4. Apakah energi panas dapat berpindah? Bagaimana caranya?
  5. Jelaskan perpindahan panas, dengan cara konduksi, konveksi dan radiasi?
  6. Jawaban
  7. Api, gesekan benda, dan matahari
  8. Untuk memasak, menjalankan mesin, menjemur pakaian, memusnahkan sampah dan lain-lain
  9. Pemberian cairan atau pelumas pada permukaan benda menyebabkan lambannya timbul panas.
  10. Ya, energi panas dapat berpindah-pindah dengan cara konduksi, konveksi atau radiasi
    1. -   Perpindahan panas dengan cara konduksi adalah peristiwa perpindahan panas yang memerlukan suatu zat/medium tanpa disertai adanya perpindahan bagian-bagian zat/medium tersebut. Misalnya, sendok terasa panas saat digunakan untuk mengaduk kopi panas.

-         Perpindahan panas dengan cara konveksi adalah perpindahan pans dengan disertai aliran zat perantaranya. Misalnya pada saat memasak air. Air yang pans akan bergerak naik

-         Perpindahan panas dengan cara radiasi adalah perpindahan panas tanpa medium perantara, misalnya, panas matahari sampai kebumi dan panas apu dapat kita rasakan.

  1. Skor penilaian

Skor makasimal = 5×2 = 10

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RPP tahap kedua

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Mata Pelajaran                         : IPA

Kelas / Semester                      : IV / 2

Alokasi Waktu                         : 2 X 35 menit

 

  1. Standar Kompetensi

Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya delam kehidupan sehari-hari

  1. Kompetensi dasar

Mendiskusikan energi panas dan bunyi yang terdapat dilingkungan sekitar serta sifat-sifatnya.

  1. Indikator
  • Mendemonstrasikan adanya perpindahan panas
  1. Tujuan Pembelajaran
  • Siswa dapat menjelaskan perpindahan panas melalui kegiatan percobaan
  1. Materi Pokok
  • Perpindahan panas
  1. Metode Pembelajaran

Demonstrasi,diskusi

  1. Langkah-langkah Pembelajaran

1.Kegiatan Awal

  • Berdo’a
  • Mengabsen siswa
  • Apersepsi
  • Memberikan motivasi dengan memberikan pertanyaan sebagai berikut:
  1. Bagaimana biasanya keadaan cuaca di siang hari?
  2. Apa yang kamu rasakan pada tubuhmu saat kamu berjemur di bawah terik matahari?
    1. Adakah sumber panas selain matahari?

2.   Kegiatan inti

  • Guru mempersiapkan alat dan bahan percobaan
  • Siswa diminta menyebutkan alat dan bahan yang dipersiapkan oleh guru dan menyebutkan kegunaannya
  • Guru menjelaskan langkah kerja kegiatan percobaan yang akan dilakukan
  • Siswa melakukan kegiatan percobaan dengan bimbingan guru
  • Siswa mendiskusikan hasil percobaan dengan menjawab pertanyaan tentang hasil kegiatan percobaan bersama temannya
  • Beberapa siswa membacakan hasil diskusi tentang kegiatan percobaan tersebut di depan kelas
  • Guru memberikan komentar tentang hasil diskusi siswa
  1. Kegiatan akhir
  • Siswa mengerjakan latihan tes tertulis
  • Guru memberikan penilaian terhadap hasil kerja siswa
  • Siswa bersama guru menyimpulkan hasil pembelajaran
  1. Alat / bahan / sumber belajar
  • KTSP 2006
  • Buku IPA kelasIVSD
  • Gelas
  • Sendok logam
  • Kopi / susu
  • Air panas
  • Lilin
  • Mentega
  • Kawat 20 cm dan balok kayu setinggi lilin
  1. Penilaian : Tes Tertulis
    1. Soal

Jawablah Pertanyaan berikut ini!

  1. Sebutkan 3 macam cara perpindahan panas!
  2. Tuliskan dan jelaskan contoh perpindahan panas secara konduksi!
  3. Tuliskan dan jelaskan contoh perpindahan panas secara konveksi!
  4. Tuliskan dan jelaskan contoh perpindahan panas secara radiasi!
  5. Terjadi proses perpindahan panas secara  apakah pada saat mengaduk kopi panas?
    1. Jawaban
    2. konduksi,konveksi,dan radiasi
    3. Salah satu contohnya yaitu pada saat mengaduk kopi panas,sendok akan terasa panas karena adanya proses perpindahan panas secara konduksi (jawaban anak bisa beragam).
    4. Salah satu contohnya yaitu pada saat memasak air.air akan bergerak naik                   karena adanya proses perpindahan panas secara konveksi (jawaban anak bisa beragam).
    5. Salah satu contohnya yaitu pada saat menjemur pakaian.pakaian akan kering jika dijemur dibawah terik matahari karena adanya proses perpindahan panas secara radiasi dari panas matahari yang sampai ke bumi (jawaban anak bisa beragam)
    6. Secara konduksi.
      1. Skor penilaian

Skor makasimal = 5×2 = 10

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lembar Kegiatan Percobaan

 

Perpindahan Panas

Tujuan : Membuktikan bahwa panas dapat berpindah

 

Alat dan bahan

-         lilin

-         sendok logam

-         kawat ± 20 cm

-         balok kayu setinggi lilin

-         mentega

-         gelas

-         kopi

-         air panas

 

Langkah Kerja

  1. Nyalakan lilin
  2. letakkan mentega pada sendok kemudian dekatkan mentega pada api lilin, apa yang terjadi?
  3. Letakkan kawat di atas balok. Balok menyangga di tengah-tengah kawat. Tempelkan mentega pada salah satu ujung kawat.
  4. Bakarlah ujung kawat yang lain perhatikan apa  yang terjadi?
  5. Masukkan kopi ke dalam gelas kemudian masukkan air panas ke dalam gelas lalu aduk dengan memakai sendok logam. Apa yang kamu rasakan pada saat mengaduk?
  6. Dekatkan tangan kamu di depan lilin. Apa yang kamu rasakan pada tangan mu?

 

 

 

Diskusikan hasil kegiatan percobaan tersebut dengan menjawab pertanyaan berikut ini!

  1. Ketika mentega kamu dekatkan ke api, apa yang terjadi?
  2. Apa yang terjadi pada mentega di ujung kawat ketika ujung kawat yang lain dipanasi dengan api?
  3. Apa yang kamu rasakan ketika tangan kamu didekatkan ke lilin tanpa menyentuh api lilin tersebut?
  4. Apa yang dapat kamu simpulkan mengenai sifat panas dari kegiatan tersebut?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s