PERANAN TAMAN PENDIDIKAN AL QUR’AN DALAM PENDIDIKAN AGAMA PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR Studi Kasus di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Nurusshobah Desa Palasari Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor

PERANAN TAMAN PENDIDIKAN AL QUR’AN

DALAM PENDIDIKAN AGAMA

PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR

Studi Kasus di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Nurusshobah

Desa Palasari Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor

Karya Ilmiah

Disusun oleh :

Entin Sutinah

NIM : 10011037172

PJJ S1 PGSD UHAMKA

JAKARTA

2011

DAFTAR ISI

BAB I              PENDAHULUAN                                                                   HAL

- Latar Belakang Masalah ……………………………….

- Perumusan Masalah …………………………………….

 

BAB II             KAJIAN TEORI

- Pengertian TPA, Visi dan Misi TPA, Tujuan dan ……..

Target TPA, serta Kurikulum TPA

- Pelaksanaan KBM di TPA ……………………………..

 

BAB III            METODOLOGI  PENELITIAN

- Waktu dan tempat penelitian, populasi dan sampel ……

dan teknik pengumpulan data

- Teknik Analisis Data ……………………………………

- Tujuan dan manfaat penelitian …………………………

serta sistematika penulisan

 

BAB IV           HASIL PENELITIAN …………………………………

 

BAB V             PENUTUP

- Kesimpulan dan saran ………………………………….

 

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.           Latar Belakang Masalah

Pendidikan terhadap anak-anak sangat diperhatikan dalam Islam, karena Islam memandang bahwa setiap anak dilahirkan dengan membawa fitrah (potensi) yang di kembangkan melalui pendidikan. Pendidikan Agama mempunyai fungsi dan peran yang lebih besar daripada pendidikan umumnya.

Di Indonesia pendidikan Agama adalah bagian integral dari pendidikan nasional sebagai satu kesatuan. DalamUndang-UndangRINo. 20 tahun 2003 dijelaskan bahwa :

“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”[1]

Dari tujuan pendidikan nasional tersebut dapat dipahami bahwa salah satu ciri manusia Indonesiaadalah beriman dan bertakwa serta berakhlak mulia. Tujuan ini hanya dapat dicapai melalui Pendidikan Agama yang intensif dan efektif[2].  Untuk hal ini pemerintah juga telah menetapkan peraturan tentang pendidikan keagamaan yaitu pada pasal 30 Undang-Undang RI No. 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional. Pada ayat 3 dan 4 pasal 30 Undang-Undang tersebut di jelaskan bahwa: “Pendidikan keagamaan dapat diselenggarakan pada jalur pendidikan formal, non formal dan informal. Pendidikan Keagamaan berbentuk pendidikan Diniyah, Pesantren, dan bentuk lain yang sejenis.[3]

Adanya peraturan tersebut menunjukan bahwa pemerintah juga memberikan perhatian yang besar terhadap pendidikan Agama. Realisasi dari peraturan tersebut salah satunya dapat dilihat dari berkembangnya sebuah lembaga Pendidikan non formal berupa TPA yaitu lembaga pendidikan non formal keagamaan untuk anak usia Sekolah Dasar. Keberadaan TPA diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk menghadapai tantangan yang tengah dihadapi Umat Islam di Indonesia.

Tantangan yang sedang dihadapi umat Islam di Indonesia saat ini terutama pada bidang Pendidikan dan moral keagamaan antara lain sebagai berikut :

  1. Meningkatnya angka kebodohan Umat Islam (terutama generasi mudanya) dalam membaca Al Qur’an. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya lemahnya perhatian orang tua dalam membimbing putra-putrinya secara langsung, khususnya dalam pengajaran baca tulis Al Qur’an
  2. Lemahnya sistem pendidikan agama pada jalur formal. Hal ini antara lain disebabkan karena sempitnya jam pelajaran agama sementara bahan pengajaran cukup luas.[4]

Pertumbuhan dan perkembangan TPA cukup pesat dan semarak diIndonesia. Hal itu menunjukan adanya sambutan dan dukungan yang cukup baik dari masyarakat dan juga menunjukan kepedulian Umat dalam upaya pewarisan dan penanaman nilai keimanan dan ketakwaan bagi generasi mendatang. Keberadaan dan pertumbuhan lembaga tersebut cukup strategis ditengah-tengah tantangan umat Islam dan tuntutan pembangunan bangsa yang menempatkan asas keimanan dan ketaqwaan (IMTAQ) sebagai asas utamanya, disamping asas ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

Berdasarkan deskripsi diatas, penulis berusaha menganalisis peran TPA sebagai lembaga pendidikan non formal jenis keagamaan yang menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai sumber utamanya dalam pendidikan agama pada anak-anak sekolah dasar (SD) yang juga merupakan usia kelompok TPA itu sendiri.

 

  1. PERUMUSAN MASALAH
  1. Bagaimana peran TPA Nurusshobah dalam pendidikan agama pada anak usia Sekolah Dasar?
  2. Seberapa besarkah peran TPA Nurusshobah dalam pendidikan agama pada anak usia Sekolah Dasar?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

KAJIAN TEORI

 

  1. PengertianTamanPendidikan Alquran (TPA)

TPA adalah lembaga pendidikan dan pengajaran Islam di luar sekolah untuk anak-anak usia SD (7-12 tahun). Waktu atau jam belajar mengajar TPA berlangsung sore hari, yaitu sebelum dan sesudah waktu zuhur atau sebelum dan sesudah waktu ashar.

  1. Visi, Misi, Tujuan, dan Target TPA
    1. Visi TPA yaitu menyiapkan generasi Qur’ani menyongsong masa depan gemilang.
    2. Misi TPA yaitu misi pendidikan dan dakwah islamiyah.
    3. Tujuan dan target TPA yaitu untuk menyiapkan anak didiknya agar menjadi generasi Qurani.

Untuk tercapainya tujuan ini, TPA perlu merumuskan pula target-target operasionalnya. Dalam waktu kurang lebih 1 tahun diharapkan setiap anak didik akan memiliki kemampuan :

-         Membaca Al Quran dengan benar sesuai dengan kaidah ilmu tajwid.

-         Melakukan shalat dengan baik dan terbiasa hidup dalam suasana yang islami.

-         Hafal beberapa surat-surat pendek, ayat-ayat pilihan dan do’a sehari-hari.

-         Menulis huruf Al Quran

  1. Kurikulum TPA

Penyusunan kurikulum TPA mengacu pada asas-asas sebagai berikut:[5]

  1. Asas Agamis bersumber dari Al Quran dan Hadits
  2. Asas filosofis berdasarkan pada sila pertama pancasila
  3. Asas sosio cultural bersumber pada kenyataan bahwa mayoritas bangsaIndonesiaberagama Islam
  4. Asas Psikologis, secara psikologis Usia 4-12 tahun cukup kondusif untuk menerima bimbingan membaca dan menghafal Al-Quran, serta pemahaman nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

GBPP TPA dapat diuraikan sebagai berikut :

  1. 1.      Tujuan Kurikulum TPA[6]
  1. Santri dapat mengagumi dan mencintai Al Quran sebagai bacaan istimewa dan pedoman utama.
  2. Santri dapat terbiasa membaca Al Quran dengan lancer dan fasih serta memahami hukum-hukum bacaannya berdasarkan kaidah ilmu tajwid.
  3. Santri dapat mengajarkan shalatlimawaktu dengan tata cara yang benar dan menyadarinya sebagai kewajiban sehari-hari
  4. Santri dapat menguasai hafalan sejumlahsuratpendek, ayat pilihan, dan doa harian.
  5. Santri dapat mengembangkan perilaku sosial yang baik sesuai tuntunan Islam dan pengalaman pendidikannya.
  6. Santri dapat menulis huruf arab dengan baik dan benar.

 

  1. 2.      Materi Pelajaran TPA

-         Materi Pokok

  1. Bacaan Iqra
  2. Hafalan Bacaan shalat
  3. Bacaansuratpendek
  4. Latihan praktek shalat dan amalan ibadah shalat
  5. Bacaan tadarus bittartil
  6. Ilmu tajwid
  7. Hafalan ayat pilihan
  8. Tahsinul kitabah

-         Materi Penunjang

  1. Doa dan adab harian
  2. Dinul Islam (pengetahuan dasar akidah, syariah dan akhlak)
  3. Muatan lokal seperti bahasa Arab praktis

 

  1. 3.      Metode Pengajaran

-         Ceramah

-         Tanya jawab

-         Demontrasi

-         Latihan / drill

-         Pemberian tugas

-         Sosio drama

-         Kerja kelompok

  1. 4.      Evaluasi (Munaqasah )

Evaluasi adalah suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan sampai sejauh mana tujuan pengajaran yang telah dicapai siswa (Norman E. Gronliund / 1976 yang dikutip oleh Ngalim Purwanto)[7]

Secara umum, evaluasi memiliki 3 macam fungsi, yaitu:

  1. Mengukur kemajuan
  2. Menunjang penyusunan rencana
  3. Memperbaiki / menyempurnakan kembali

Adapun fungsi evaluasi secara khusus adalah sebagai berikut:[8]

  1. Secara Psikologis

-         bagi peserta didik yaitu untuk mengenal kapasitas dan status dirinya

-         bagi pendidik yaitu untuk mengetahui kepastian hasil usahanya

  1. Secara didaktik

-         bagi peserta didik yaitu sebagai dorongan perbaikan dan peningkatan prestasi

-         bagi pendidik yaitu fungsi diagnostik, penempatan, selektif, bimbingan dan instruksional.

  1. Secara administratif yaitu untuk memberikan laporan data dan gambaran keberhasilan.

Berdasarkan fungsi evaluasi tersebut, evaluasi / munaqasah di TPA dibagi menjadi 4 tahap:[9]

  1. Munaqasah awal untuk mengetahui sejauh mana kemampuan santri yang baru masuk dan akan ditempatkan untuk memulai IQRA berapa
  2. Munaqasah harian atau sewaktu-waktu, dilakukan karena santri akan pindah halaman dari IQRA 1-6 atau akan pindah ayat atau halaman pada Al Quran dan juga untuk hafalan santri
  3. Munaqasah persemester, dilaksanakan untuk mengisi raport bentuknya : lisan dan praktek shalat
  4. Munaqasah menjelang wisuda.

 

  1. 5.      Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)

Pelaksanaan KBM harian di TPA meliputi 4 kegiatan yaitu :

  1. Pengelolan Kelas

Pengelolaan kelas dapat dimulai dengan membagi santri menjadi beberapa kelas, untuk TPA, pembagian kelas semaksimal mungkin berdasarkan kesamaan tingkat kelas di SD/MI.

  1. Kegiatan pembukaan (Klasikal awal)

Materi : Doa-doa pembukaan dan materi tambahan

  1. Kegiatan inti terdiri dari 2 tahap yaitu :

-         klasikal kelompok : hafalan dan doa harian

-         klasikal perorangan : baca IQRA dan menulis

  1. Kegiatan pentup (Klasikal akhir)

Kegiatannya diarahkan pada upaya menciptakan suasana menyenangkan dan mempererat keakraban diantara mereka. Akhir pertemuan ditutup dengan doa dan harus dibiasakan agar anak-anak pulang tertib.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

METODOLOGI  PENELITIAN

Dalam melakukan penelitian, penulis melakukan kerja lapangan untuk mengumpulkan data yang diperlukan, adapun rancangan penelitiannya adalah sebagai berikut:

  1. Waktu dan tempat penelitian

Waktu penelitian     : Penelitian lapangan dilakukan selama 1 minggu

Tempat penelitian          : TPA Nurusshobah

Desa Palasari Kecamatan Cijeruk Kabupaten

Bogor

  1. Populasi dan sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh santri TPA Nurusshobah usia sekolah dasar yang berjumlah 58 anak dari populasi tersebut diambil sampel sebanyak 30 anak secara acak. Sampel tersebut adalah santri baru (20 santri) dan kelompok kedua adalah santri lama (10 santri). Kepala TPA Nurusshobah dan sejumlah guru yang ada juga menjadi sampel dalam penelitian ini.

  1. Teknik Pengumpulan Data
  1. Observasi

Dengan cara mendatangi langsung objek penelitian yaitu TPA Nurusshobah. Dengan teknik ini penulis ingin mendapatkan informasi yang akurat tentang keadaan santri dan kegiatannya, proses belajar mengajar, serta sarana dan prasarana yang ada

  1. Angket atau daftar pertanyaan

Angket adalah seperangkat pertanyaan atau pernyataan yang harus dijawab atau dilengkapi oleh responden. Responden dalam penelitian ini adalah 30 santri TPA Nurusshobah Usia sekolah Dasar, dengan angket ini peneliti ingin memperoleh data tentang materi pendidikan yang diajarkan di TPA Nurusshobah dan metode yang dipakai dalam mengajarkan materi-materi tersebut.

Angket yang diajukan bersifat tertutup, artinya responden hanya memilih jawaban yang disediakan, opsi jawaban hanya dua yaitu “Ya” dan “tidak”.

 

Adapun bentuk angket tersebut adalah sebagai berikut :

  1. A.     Pendidikan Baca Tulis dan Hafalan Al-Qur’an.

 

No.

Pertanyaan

Ya

Tidak

1

Apakah adik-adik diajarkan membaca iqro’ jilid 1-6?    

2

Apakah adik-adik diajarkan membaca al-qur’an dengan tartil?    

3

Apakah adik-adik diajarkan cara menulis huruf tunggal dan angka arab?    

4

Apakah adik-adik diajarkan cara menulis huruf tunggal di awal, tengah, dan akhir?    

5

Apakah adik-adik diajarkan cara menulis huruf sambung?    

 

  1. B.     Pendidikan Akhlak.

 

No

Pertanyaan

Ya

Tidak

1

Apakah adik-adik diajarkan do’a dan adab memulai belajar atau mengaji?    

2

Apakah adik-adik diajarkan do’a dan adab sebelum dan sesudah makan?    

3

Apakah adik-adik diajarkan do’a dan adab sebelum dan bangun tidur?    

4

Apakah adik-adik diajarkan do’a dan adab masuk dan keluar masjid?    

5

Apakah adik-adik diajarkan do’a dan adab masuk dan keluar WC?    

 

 

  1. C.     Pendidikan Aqidah.

No

Pertanyaan

Ya

Tidak

1

Apakah adik-adik diajarkan dua kalimat syahadat?    

2

Apakah adik-adik diajarkan rukun iman?    

3

Apakah adik-adik diajarkan asmaul husna?    

4

Apakah adik-adik diajarkan nama-nama malaikat dan tugasnya?    

5

Apakah adik-adik diajarkan nama-nama kitab dan nabi yang menerimanya?    

 

 

  1. D.    Pendidikan Ibadah

 

 

No

Pertanyaan

Ya

Tidak

1

Apakah adik-adik diajarkan niat wudlu dan do’a sesudah wudlu?    

2

Apakah adik-adik diajarkan tata cara berwudlu?    

3

Apakah adik-adik diajarkan lafadz adzan dan iqomah?    

4

Apakah adik-adik diajarkan niat dan bacaan-bacaan do’a dalam sholat?    

5

Apakah adik-adik diajarkan tata cara sholat?    

 

  1. 3.      Wawancara (Interview)

Teknik wawancara ini dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada kepala TPA Nurusshobah dan beberapa guru berkenaan dengan sejarah berdirinya TPA Nurusshobah dan perkembangannya, materi dan metode yang digunakan dalam proses belajar mengajar wawancara ini bertujuan untuk memperoleh data yang tidak didapatkan melalui observasi dan angket.

Adapun pedoman wawancaranya adalah sebagai berikut :

  1. Sejarah singkat dan tujuan beridirinya TPA Nurusshobah
  1. Tahun berapa TPA Nurusshobah berdiri?
  2. Siapakah pendiri TPA Nurusshobah ini?
  3. Bagaimana sejarah berdirinya TPA ini dan bagaimana perkembangannya hingga sekarang?
  4. Apa tujuan didirikannya TPA ini?
  5. Bagaimana hasil pengajaran TPA ini dilihat dari hasil evaluasi yang dilakukan?
  6. Hingga saat ini sudah berapa kali TPA ini melaksanakan wisuda bagi para santrinya?
  7. Berapa santri yang mengikuti acara wisuda pada tahun ini?
  1. Pelaksanaan Pengajaran TPA Nurusshobah
  1. Kapan waktu dilaksanakannya proses belajar mengajar di TPA ini?
  2. Materi apa saja yang diajarkan di TPA ini?
  3. Bagaimana proses belajar mengajar di TPA ini?
  4. Bagaimana proses evaluasi di TPA ini?
  5. Bagaimana kegiatan belajar mengajar pada bulan ramadhan?
  1. Hasil Pengajaran TPA Nurusshobah
  1. Teknik Analisis Data

Langkah pertama penganalisisan data dalam penelitian ini adalah pengidentifikasian data dengan cara perekapitulasian data dari data yang masih tersebar persubjek menjadi suatu format rekapitulasi dalam bentuk tabel persentase. Setelah itu data diolah dengan rumus persentase yaitu:

   

F

N

 
      P = x 100 %
   

Keterangan:      P          = Prosentase

F          = Frekuensi

N         = Jumlah responden

100      = Konstanta

Setelah mendapatkan hasil persensentase, langkah selanjutnya adalah memasukkan data ke dalam tabel persentase. Agar memudahkan dalam membuat tabel,untuk jawaban “YA” diberi kode 0 dan untuk jawaban “TIDAK” diberi kode 1. Berdasarkan tabel persentase tersebut, peneliti menginterpretasi/menafsirkan data untuk mengetahui hasil penelitian ini, dengan ketentuan:

0 % – 25 %      adalah kurang berperan

26 % – 50 %    adalah cukup berperan

51 % – 75 %    adalah berperan

76 % – 100 %  adalah sangat berperan

 

 

 

4.  Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah:

  1. Untuk mengetahui bagaimana peran TPA Nurusshobah dalam pendidikan agama bagi santri-santrinya.
  2. Untuk mengetahui proses kegiatan belajar mengajar TPA Nurusshobah dalam pendidikan agama.

Adapun manfaat penelitian ini adalah:

  1. Sebagai bahan perbandingan antara peran TPA Nurusshobah dalam pendidikan agama bagi anak usia sekolah dasar dengan lembaga-lembaga TPA yang lain.
  2. Sebagai bahan acuan bagi TPA Nurusshobah khususnya dalam meningkatkan perannya sebagai lembaga pendidikan Islam.

 

5.  Teknik Penulisan

Untuk memudahkan penulisan karya ilmiah ini, maka penulis membaginya menjadi 5 Bab, yaitu:

BAB I:       Pendahuluan terdiri dari

    1. Latar Belakang Masalah,
    2. Perumusan  Masalah.

BAB II:      Berisi kajian teori tentang Taman Pendidikan Alquran,meliputi:pengertian TPA,visi dan misi TPA,tujuan dan target TPA, kurikulum TPA dan pelaksanaan KBM di TPA.

 

BAB III:     Membahas tentang metode penelitian yang terdiri dari waktu dan tempat penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, tujuan dan manfaat penelitian serta sistematika penulisan.

BAB IV:     Berisi hasil penelitian yaitu peranan TPA Nurusshobah dalam pendidikan baca tulis  dan hafalan al-qur’an , akhlak, aqidah dan ibadah.

BAB V: Kesimpulan hasil penelitian dan saran-saran penulis untuk TPA Nurusshobah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

HASIL PENELITIAN

ANGKET

Data yang diperoleh dari angket dibuat rekapitulasi ke dalam bentuk tabel.

Tabel Hasil Penelitian Peranan TPA Nurusshobah dalam Pendidikan Agama Pada Anak Usia Sekolah Dasar

Responden

Pendidikan BTQ & Hafalan

Pend. Akhlaq

Pend. Aqidah

Pend. Ibadah

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

1

0

0

0

1

0

0

0

0

0

0

1

0

0

0

1

0

0

1

0

0

2

0

0

0

1

0

0

0

0

1

0

1

0

0

0

1

0

0

1

0

0

3

0

0

0

1

0

0

0

0

1

0

0

0

1

0

0

0

1

1

0

0

4

0

0

0

1

1

1

0

0

0

0

0

0

1

0

0

0

1

1

0

0

5

0

0

0

1

1

1

0

0

0

0

1

0

1

0

0

0

1

1

0

0

6

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

1

0

0

0

0

7

0

1

0

1

0

0

0

0

1

0

0

0

0

0

1

1

0

0

0

0

8

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

0

1

0

0

0

0

0

9

0

0

0

0

1

1

0

0

0

0

0

0

1

0

1

0

1

1

0

0

10

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

0

0

1

0

0

11

0

1

0

1

0

0

0

0

1

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

1

12

0

1

0

1

0

0

0

0

1

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

13

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

1

0

0

0

1

0

1

1

0

0

14

0

0

0

0

1

0

0

0

0

0

0

0

1

0

0

0

1

0

0

0

15

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

0

1

0

1

1

0

0

16

0

0

0

0

1

1

0

0

1

0

0

0

0

1

1

1

0

1

0

0

17

0

0

0

1

0

0

0

0

1

0

1

0

0

1

0

0

0

1

0

0

18

0

1

0

1

0

0

0

0

1

0

1

0

0

0

0

0

0

1

0

1

19

0

1

0

1

0

0

0

0

1

0

0

0

0

0

1

1

0

0

0

0

20

0

0

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

1

0

0

0

0

0

21

0

0

0

1

0

0

0

0

0

0

1

0

0

0

1

0

1

1

0

0

22

0

1

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

1

0

1

0

1

1

0

1

23

0

1

0

1

0

1

0

0

1

0

0

0

1

1

0

1

1

1

0

1

24

0

1

0

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

0

1

0

0

25

0

1

0

0

1

0

0

0

1

0

0

0

0

0

1

1

0

1

0

0

26

0

0

0

1

1

1

0

0

1

0

0

0

0

1

0

1

1

1

0

0

27

0

0

0

1

0

1

0

0

1

0

0

0

0

0

0

1

1

1

0

0

28

0

1

0

1

1

0

0

0

1

0

0

0

0

0

1

0

1

1

0

0

29

0

1

0

1

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

1

0

1

0

0

30

0

1

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

1

0

1

0

0

Jumlah

30

15

30

10

20

23

30

30

15

30

20

30

20

25

12

19

17

8

30

26

Persentase

100

50

100

33,3

66 ,6

76,6

100

100

50

100

66,6

100

66,6

83,3

40

63,3

56,6

26,6

100

86,6

Rata-rata %

69,99%

85,33%

71,33%

66,66%

Nilai

berperan

sangat berperan

berperan

berperan

 

Dari tabel diatas diperoleh penafsiran sebagai berikut:

  1. Pendidikan baca tulis dan hafalan Alquran mendapatkan rata-rata persentase 69,99 % yang berarti pendidikan baca tulis dan hafalan Alquran berperan dalam pendidikan agama pada anak usia sekolah dasar.
  2. Pendidikan akhlaq mendapatkan rata-rata persentase 85,33 % yang berarti pendidikan akhlaq sangat berperan dalam pendidikan agama pada anak usia sekolah dasar.
  3. Pendidikan aqidah mendapatkan rata-rata persentase 71,33 % yang berarti pendidikan aqidah berperan dalam pendidikan agama pada anak usia sekolah dasar.
  4. Pendidikan ibadah mendapatkan rata-rata persentase 66,66 % yang berarti pendidikan ibadah berperan dalam pendidikan agama pada anak usia sekolah dasar.

- Hasil Wawancara

  1. Sejarah singkat dan tujuan berdirinya TPA Nurusshobah

TPA Nurusshobah didirikan pada tahun 1996.pendirinya yaitu Bapak Encep Basuni Hidayat dan Bapak H.Badrudin.Sejarah berdirinya TPA Nurusshobah bermula dari keinginan Bapak Encep dan Bapak H.Badrudin selaku pendiri TPAuntuk meningkatkan kualitas pendidikan agama yang ada di lingkungan setempat.selain itu juga karena ada beberapa factor yang mendukung untuk didirikannya sebuah TPA di lingkungan desa palasari. beberapa faktor pendukung tersebut diantaranya jumlah penduduk yang semakin meningkat,adanya sumber daya manusia yang dapat dimanfaatkan sebagai tenaga guru yang berasal dari masyarakat setempat sehingga mengurangi pengangguran yang ada di desa palasari.Selain itu tersedianya fasilitas serta dukungan dari masyarakat yang agamis sehingga sampai saat ini masyarakat setempat sangat berminat untuk menyekolahkan anaknya di TPA Nurusshobah.Hal itu menjadikan TPA Nurusshobah dapat berkembang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai oleh TPA Nurusshobah yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik kepada Allah SWT.

  1. Pelaksanaan pengajaran di TPA Nurusshobah

Proses belajar mengajar dilaksanakan setelah shalat dzuhur.Materi yang diajarkan yaitu bacaan iqra,hafalan bacaan shalat,bacaan surat pendek,latihan praktek shalat,ilmu tajwid,Alquran,akhlaq,fiqih,tarikh islam dan bahasa arab.Proses belajar mengajar cukup kondusif karena lokasinya tidak terlalu dekat pinggir jalan sehingga jauh dari kebisingan dan para santri pun dapat belajar dengan tenang.Untuk evaluasi dilaksanakan secara harian atau persemester.Jika pada bulan Ramadhan,  kegiatan belajar mengajar dikurangi waktunya yang biasanya KBM berlangsung lima hari menjadi tiga hari dan klasikal yang diberikan lebih banyak tentang hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan di bulan Ramadhan.

  1. Hasil pengajaran di TPA Nurusshobah

Hasil pengajaran di TPA Nurusshobah cukup memuaskan.Hal itu dapat dilihat dari hasil evaluasi yang diperoleh para santri hasilnya cukup bagus dan sampai saat ini TPA Nurusshobah telah melaksanakan wisuda sebanyak sebelas kali.Untuk tahun ini santri yang akan mengikuti wisuda sebanyak dua puluh satu santri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

PENUTUP

-         Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis menyimpulkan bahwa keberadan TPA Nurusshobah memang sangat berperan dalam meningkatkan pendidikan agama terutama pada anak usia sekolah dasar yang berada di lingkungan setempat. Dengan adanya lembaga sekolah non formal seperti TPA Nurusshobah dapat mempermudah terwujudnya fungsi dan tujuan pendidikan nasional serta pendidikan keagamaan.

-         Saran

Penulis memberikan saran agar lembaga sekolah jenis keagaman seperti TPA Nurusshobah ini dapat terus meningkatkan mutu pendidikannya agar peserta didik dapat memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan menjadi ahli ilmu agama yang berwawasan luas,kritis,kreatif,inovatif dan dinamis dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang beriman,bertaqwa dan berakhlaq mulia.

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

-         Darajat,Zakiah,Prof.Dr.,Meodik Khusus Pengajaran Agama Islam,Jakarta:Bumi Aksara,2001.cet.ke-2

-        Mamsudi,AR,Drs.,Panduan Manajemen dan Tata Tertib TK/TP Alquran,Jakarta:LPPTKA BKPRMI,1999

-         Purwanto,Ngalim,M.Drs.,Prinsip-prinsip dan Evaluasi Pengajaran,Bandung:Remaja Rosdakarya,2002,cet.ke-11

-         Sudijono,Anas,Prof.Dr.,Pengantar Statistik Pendidikan,Jakarta:Grafindo Persada,2006.Ed.1.cet.ke-16

-         Syamsudin,U.MZ,Panduan Kurikulum dan Pengajaran TKA-TPA,Jakarta:LPPTKA BKPRMI Pusat,2004.Ed-Rev.

 


[1].  Undang-undang Republik Indonesia No. 22 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidiakan Nasional,   BAB II pasal 3 tentang Dasar, fungsi dan tujuan.

[2] . Dr. Zakiah Drajat, Metodik Khusus Pengjaran Agama Islam, (Jakarta : Bumi Aksara, 2001), cet. Ke-2 hal 171

[3] .Undang-UndangRI

[4] . Syamsudin MZ. Kebijaksanaan Umum dan Kait Sukses Pengelolaan TK/TPA, (Jakarta : LPPTK BKPRNI DKI JAYA, 1996), cet. Ke-3 hal. 8-10

[5] . U. Syamsudin, MZ. Panduan Kurikulum dan Pengajaran TKA-TPA, (Jakarta: LPPTKA BKPRMI pusat, 2004) hal, 15-21

[6] . ibid. hal: 35-46

[7]. Ngalim, M. Purwanto, Prinsip-prinsip dan Evaluasi Pengajaran (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002), cet. Ke-II. Hal. 3

[8]. Sudjono, Anas, Porf. DR. Pengantar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Grafindo Persada, 2005), cet. Ke-5, hal. 15

[9].Mamsudi,AR, Drs., Panduan Manajemen dan Tatatertib TK/TP Al Quran, (Jakarta: LPPTKA BKPRMI, 1999), hal. 30-31

Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s