“KARYA ILMIAH YULIANTI2”

 

 

LAPORAN

PENELITIAN TINDAKAN KELAS

 

“UPAYA MENINGKATKAN PEMBELAJARAN IPA TENTANG ENERGI PANAS MELALUI METODE EKSPERIMEN”

 

 

 

Diajukan untuk memenuhi tugas akhir semester

Universitas Prof.Dr.Hamka

( U H A M K A )

 

Oleh :

Y U L I A N T I

NIM : 1001037225

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Program PJJ S1-PGSD

U H A M K A

2011

KATA PENGANTAR

            Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena saya dapat menulis karya ilmiah yang berjudul LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS “UPAYA MENINGKATKAN PEMBELAJARAN IPA TENTANG ENERGI PANAS MELALUI METODE EKSPERIMEN”. Karya ilmiah ini dibuat untuk memenuhi tugas akhir semester di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka.

Saya menyadari bahwa penulisan karya ilmiah ini belum sempurna dan masih banyak kekurangannya. Untuk itu demi kesempurnaan karya ilmiah ini saya sangat mengharapkan adanya saran, kritik, dan masukan yang bersifat membangun.

Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada teman yang telah memberikan saran yang baik kepada saya dalam menyusun karya ilmiah ini, tak lupa saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka yang telah memberi kesempatan kepada saya untuk mengikuti pembelajaran melalui program PJJ S1-PGSD melalui SEAMOLEC dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.

Bogor,  Juni 2011

Penulis,

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR      ……………………………………………………………………….       i

DAFTAR ISI     …………………………………………………………………………………….      ii

BAB I PENDAHULUAN   ……………………………………………………………………..     1

A. Latar Belakang        ……………………………………………………………………     1

B. Perumusan Masalah      ……………………………………………………………….     2

C. Tujuan Penelitian      …………………………………………………………………..     2

D. Manfaat Penelitian       ………………………………………………………………..     3

BAB II KAJIAN PUSTAKA     ………………………………………………………………     4

A. Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar      …………………………………………     4

B. Pengertian Pembelajaran      …………………………………………………………     7

C. Peran Guru Dalam Proses Pembelajaran       …………………………………..     7

D. Metode Pembelajaran    ……………………………………………………………..   10

E. Ketepatan (Efektifitas) Penggunaan Metode Pembelajaran        …………..   11

F. Beberapa Metode Pembelajaran    ………………………………………………..   11

1. Metode Ceramah ……………………………………………………………..   12

2. Metode Simulasi    ……………………………………………………………..   13

3. Metode Demontrasi dan Eksperimen ……………………………………   14

4. Metode Inquiry dan Discovery     ………………………………………….   16

BAB III  PELAKSANAAN PENELITIAN     ……………………………………………   17

A. Subjek Penelitian      …………………………………………………………………..   17

B. Deskripsi Persiklus     …………………………………………………………………   18

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN      ………………………….   25

1. Pra Siklus   ……………………………………………………………………………….   25

2. Siklus Ke – 1   …………………………………………………………………………..   25

3. Siklus Ke – 2   …………………………………………………………………………..   31

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN   ………………………………………………….   39

A. Kesimpulan     …………………………………………………………………………..   39

B. Saran   …………………………………………………………………………………….   40

DAFTAR PUSTAKA      ………………………………………………………………………..   41

LAMPIRAN – LAMPIRAN

BAB  I

PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang

Faktor utama dalam mencapai tujuan pengajaran yaitu, guru mampu dalam merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran. Selain itu pula pengetahuan yang dimiliki guru sangat menentukan tingkat keberhasilan siswa, tanpa itu semua mustahil hasil yang dicapai dapat memuaskan, oleh karena itu guru harus mampu menetapkan strategi yang tepat, sehingga mendorong terjadinya pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan .

Menyadari hal itu semua, penulis merasa masih banyak kekurangan dalam melakukan kegiatan proses pembelajaran seperti yang dilakukan pada saat kegiatan prasiklus, tentang materi pembelajaran IPA dikelas IV, masih banyak terdapat siswa yang belum memahami materi yang diajarkan, sehingga hasil yang diperoleh belum memuaskan.

Hal ini terbukti nilai yang diperoleh siswa dari jumlah 29 siswa yang mendapat nilai standar KKM hanya 13 orang siswa, dan sisanya 16 orang siswa belum mencapai KKM yang diharapkan.

I.          Dari masalah yang penulis temukan dapat di identifikasi sebagai berikut :

1.      Siswa kurang aktif dalam pembelajaran

2.      Siswa belum memahami materi yang diajarkan

3.      Rendahnya nilai yang diperoleh siswa

4.      Siswa tidak mau bertanya

II.    Melalui diskusi dengan supervisor 2, diketahui bahwa faktor penyebab rendah nya nilai IPA di kelas IV pada saat evaluasi adalah sebagai berikut :

1.      Guru dalam menggunakan metoda tidak bervariasi

2.      Guru tidak menggunakan alat peraga tentang perpindahan energi panas

3.      Guru kurang memberikan motivasi.

Dengan demikian perlu kiranya penulis untuk membuat perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan bimbingan dari supervisor, guru meningkatkan kualitas belajar siswa.

B.   PERUMUSAN MASALAH

Perumusan masalah mata pelajaran IPA berdasarkan masalah yang terdapat pada analisis masalah, maka dapat dirumuskan sebagai berikut :

Bagaimana upaya meningkatkan pembelajaran IPA tentang energi panas melalui metoda eksperimen.

 

C.   TUJUAN PENELITIAN

Tujuan penulisan laporan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini untuk meningkatkan penguasaan siswa terhadap pembelajaran IPA adalah :

1.      Meningkatkan kwalitas kinerja guru dalam pembelajaran

2.      Meningkatkan rasa percaya diri guru dalam memberikan pembelajaran IPA yang menyenangkan dengan variasi metoda.

3.      Membantu guru memperbaiki metoda.

4.      Meningkatkan hasil belajar siswa.

5.      Untuk memenuhi tugas akhir semester Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka (UHAMKA)

D.   MANFAAT PENELITIAN

I.  Manfaat penelitian bagi guru :

a. Untuk memperbaiki pembelajaran yang di kelolanya.

b. Guru dapat berkembang secara profesional, dapat menunjukan bahwa ia mampu menilai dan memperbaiki pembelajaran yang dikelolanya, menurut Riel(1998) dari entry ke mentor sampai master teacher, gaung profesional semakin santer dari tahun 1992 (Hopkins.1993).

c.       Guru lebih percaya diri.

  1. Guru dapat berkesempatan untuk berperan aktif mengembangkan pengetahuan dan keterampilan sendiri.

II. Manfaat penelitian bagi pembelajaran siswa;

a. Untuk meningkatkan proses/hasil belajar siswa

b. Para siswa akan bersikap kritis terhadap hasil pembelajaran.

III. Manfaat penelitian bagi sekolah;

Membantu sekolah untuk berkembang, karena adanya peningkatan/kemajuan pada diri guru atau pendidik di sekolah tersebut. Sebagaimana telah di argumentasikan oleh Hargreaves (dalam Hopkins.1993) Sekolah yang berhasil mendorong terjadinya inovasi pada diri guru telah berhasil meningkatkan kualitas pendidikan untuk para siswa.

BAB II

KAJIAN  PUSTAKA

A.   Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar

Untuk meningkatkan mutu pembelajaran IPA di SD model pembelajaran yang dianjurkan pada pandangan kontruktivis,  dianggap paling sesuai dengan karakteristik pembelajaran IPA. Hal itu tampak dengan banyaknya tulisan tentang pandangan kontruktivis dalam bentuk jurnal hasil penelitian atau penuangan gagasan dalam upaya mengembangkan model pembelajaran IPA.

Model pembelajaran IPA yang dikembangkan berdasarkan pandangan kontruktivis ini memperhatikan dan mempertimbangkan pengetahuan awal siswa yang mungkin diperoleh di luar sekolah. Disarankan oleh Bell (1993:16) agar pengetahuan siswa yang diperoleh dari luar sekolah dipertimbangkan sebagai pengetahuan awal pada sasaran pembelajaran.

Menurut pandangan kontruktivis dalam proses pembelajaran IPA seyogianya di sediakan serangkaian berupa kegiatan nyata yang rasional atau dapat di mengerti siswa dan memungkinkan terjadi interaksi sosial. Dengan kata lain saat proses belajar berlangsung, siswa harus terlibat secara langsung dalam kegiatan nyata. Sistem konseptual IPA sebagai suatu pengetahuan logik-matematika dan fisik hanya dapat dipelajari melalui penyesuaian arti kata pengajar dan pelajar (Herron, 1978).

Selanjutnya Teori Piaget mempunyai nama lengkap Jean Piaget, lahir di Swiss tepatnya di Neuchatel pada tahun 1896. Semenjak kecil Piaget tertarik pada masalah biologi terutama tentang hewan (Zoologi). Pada usia 11 tahun, beliau telah memiliki karya ilmiah tentang burung pipit yang albino. Pada usia 15 s.d. 18 tahun banyak menulis tentang hewan berbadan lunak.

Dari penelitian-penelitiannya, Piaget mengemukakan suatu teori bahwa cara berpikir seseorang berkembang secara bertahap atau beberapa periode. Lebih lanjut beliau beranggapan bahwa seorang anak bukanlah seperti tabung menanti untuk diisi dengan pengetahuan, melainkan secara aktif anak akan membangun pengetahuan tentang dunia dan isinya melalui keterlibtannya atau hubungan dengannya. Pada periode perkembangan yang berbeda, anak-anak mempunyai kemampuan berinteraksi yang berbeda dan akhirnya memiliki pengetahuan yang berbeda pula. Selain itu, Piaget beranggapan bahwa sejak bayi lahir telah mempunyai sistem yang secara terus menerus mencari dan memberi tanggapan terhadap suatu rangsangan dengan melakukan hal tersebut secara terus menerus akan membentuk suatu kebiasaan dan kemampuan.

Sistem tersebut pada mulanya terbatas pada kebiasaan yang memerlukan tanggapan yang mudah seperti mengisap dan menangkap. Tetapi secara terus menerus kebiasaan-kebiasaan ini akan berkembang menjadi lebih komplek, lebih terkoordinasi dan lebih mempunyai tujuan. Proses yang menyebabkan terjadinya hal tersebut dikenal sebagai adaptasi.

Selanjutnya Bruner menganggap bahwa belajar dan persepsi merupakan suatu kegiatan pengolahan informasi yang menemukan kebutuhan-kebutuhan untuk mengenal dan menjelaskan gejala yang ada di lingkungan kita. Bruner merupakan salah seorang ahli psikologi perkembangan dan ahli belajar kognitif. Beliau beranggapan bahwa belajar merupakan kegiatan pengolahan informasi.

Kegiatan pengolahan informasi tersebut meliputi pembentukan kategori-kategori. Diantara kategori-kategori tersebut ada kemungkinan saling berhubungan yang disebut dengan koding. Teori belajar Bruner ini disebut teori belajar penemuan.

Dalam penerapannya dalam proses belajar di kelas, Bruner mengembangkan model pembelajaran penemuan. Model ini pada prinsipnya memberi kesempatan pada siswa untuk memperoleh informasi sendiri dengan bantuan guru dan biasanya menggunakan barang yang nyata. Peran guru dalam pembelajaran ini bukanlah sebagai seorang pemberi informasi, melainkan seorang penuntun untuk mendapatkan informasi.

Guru harus mempunyai cara yang baik untuk tidak secara langsung memberikan informasi yang dibutuhkan oleh siswa. Model pembelajaran ini mempunyai banyak manfaat, antara lain :

1.        siswa akan mudah mengingatnya apabila informasi tersebut di dapatkan sendiri.

2.        Bukan merupakan informasi perolehan, dan

3.        Siswa akan mengingat lebih lama.

Dari ketiga teori diatas, yaitu model pembelajaran kontruktivis, teori Piaget dan model pembelajaran Bruner, penulis dapat  menyimpulkan  bahwa :

Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar tidak harus diberikan oleh guru semata, melainkan siswa sendiri juga harus terlibat langsung pada pembelajaran, juga siswa tidak boleh di kekang, harus diberi kebebasan mencari informasi sendiri-sendiri. Karena dengan demikian siswa akan merasa bangga karena biasa menemukan informasi sendiri. Siswa harus lebih aktif dan kreatif memberikan pendapatnya dan mau bertanya kepada guru.

Dengan demikian siswa tidak hanya diberi pelajaran oleh guru, akan tetapi mereka bisa mencari sendiri pelajaran dari luar dan tentunya tidak terlepas dari bimbingan guru itu sendiri.

B.   Pengertian Pembelajaran

Jika kita mengamati berbagai praktek pembelajaran yang dilaksanakan oleh para guru, dapat dijumpai gejala beraneka ragam. Keaneka ragaman itu terjadi, baik pada tingkah laku guru, siswa, maupun situasi kelas. Secara umum gejala yang dapat diamati dapat dikelompokkan kedalam tiga kelompok utama, yaitu :

a.         Ada guru yang mengajar menyampaikan materi pelajaran semata-mata.

b.        Ada guru yang sengaja menciptakan kondisi sedemikian rupa, sehingga siswa dapat melakukan berbagai kegiatan yang beraneka ragam dalam mempelajari materi pembelajaran.

c.         Ada guru yang mengajar dengan memberi kebebasan kepada siswa memilih materi pembelajaran apa yang akan dipelajari sesuai dengan minat dan pilihannya, juga memberi kebebasan kepada siswa untuk melakukan proses dalam mempelajari materi pembelajaran tersebut.

C.   Peran Guru dalam Proses Pembelajaran

Jika ditelusuri secara mendalam, proses pembelajaran yang merupakan inti dari proses pendidikan formal di sekolah di dalamnya terjadi interaksi antara berbagai komponen-komponen itu sehingga dapat dikelompokkan kedalam tiga kategori utama, yaitu : guru, isi atau materi pembelajaran, dan siswa.

Peran guru dalam proses pembelajaran dapat membangkitkan aktivitas siswa setidak-tidaknya menjalankan tugas utama sebagai berikut :

a. Merencanakan Pembelajaran

1). Tujuan apa yang hendak dicapai, yaitu bentuk-bentuk tingkah laku apa yang diinginkan dapat dicapai atau dapat dimiliki oleh siswa setelah terjadinya proses pembelajaran.

2). Materi pelajaran yang dapat mengantarkan siswa mencapai tujuan materi pembelajaran merupakan pengalaman yang akan diberikan kepada siswa mengikuti proses pendidikan atau proses pembelajaran.

3). Bagaimana proses pembelajaran yang akan diciptakan oleh guru agar siswa mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

4). Bagaimana menciptakan dan menggunakan alat evaluasi untuk mengetahui atau mengukur apakah tujuan itu tercapai atau tidak.

b. Melakukan Pembelajaran

Pelaksanaan pembelajaran selayaknya berpegang pada apa yang tertuang dalam perencanaan. Oleh karena itu, guru sepatutnya paham terhadap berbagai situasi yang dihadapi. Situasi pembelajaran itu dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor sebagai berikut :

1). Faktor Guru

Diane Lapp, dkk (1975:1) menanamkan pola umum tingkah laku mengajar yang dimiliki guru dengan istilah “Gaya Mengajar atau Teaching Style .

2). Faktor Siswa

Setiap siswa mempunyai keragaman dalam hal kecakapan kepribadian.

3). Faktor Kurikulum

Secara sederhana arti kurikulum dalam kajian ini menggambarkan pada isi atau pelajaran dan pola interaksi belajar mengajar antara guru dan siswa untuk mencapai tujuan tertentu.

4). Faktor Lingkungan

Novak dan Gowin (1984:6) mengistilahkan lingkungan fisik tempat belajar dengan istilah “millieu” yang berarti kontak terjadinya pengalaman belajar.

c. Mengevaluasi Pembelajaran

Mengevaluasi merupakan salah satu komponen pengukur derajat keberhasilan pencapaian tujuan, dan keefektifan proses pembelajaran yang dilaksanakan fungsi evaluasi tersebut adalah untuk :

1).  Mengetahui apakah siswa mencapai tujuan yang telah ditetapkan

2). Mengetahui kondisi belajar yang disiapkan, apakah dapat  menyebabkan siswa belajar

3). Mengetahui apakah prosedur pembelajaran berlangsung dengan baik

4). Mengetahui dimana letak hambatan pencapaian tujuan tertentu

d. Memberikan Umpan balik

Menurut Stone dan Nielson (1982:11) umpan balik mempunyai fungsi untuk membantu siswa memelihara minat dan antusias siswa dalam melaksanakan tugas belajar. Salah satu alasan yang dikemukakannya adalah belajar itu ditandai oleh adanya keberhasilan dan kegagalan.

D.   Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran yang ditetapkan guru banyak memungkinkan siswa belajar proses (learning by process). Bukan hanya belajar produk (learning by product). Belajar produk pada umumnya hanya menekankan pada segi kognitif, sedangkan belajar proses dapat memungkinkan tercapainya tujuan belajar baik segi kognitif, afektif (sikap) maupun psikomotor (keterampilan).

Proses pembelajaran menurut guru dalam merancang berbagai  metode pembelajaran yang memungkinkan terjadinya proses pembelajaran pada diri siswa. Rencana ini merupakan acuan dan panduan, baik bagi guru itu sendiri maupun bagi siswa. Keaktifan dalam pembelajaran itu tercermin dalam kegiatan baik yang dilakukan guru maupun siswa dengan menggunakan ciri-ciri sebagai berikut :

a). adanya keterlibatan siswa dalam menyusun atau mebuat perencanaan, proses pembelajaran, dan evaluasi.

b). adanya keterlibatan intelektual, emosional siswa baik melalui kegiatan mengalami, menganalisis, berbuat dan pembentukan sikap.

c). adanya keikutsertaan siswa secara kreatif dalam menciptakan situasi yang cocok untuk berlangsungnya proses pembelajaran.

d). guru bertindak sebagai fasilitator (pemberi kemudahan) dan koordinator kegiatan belajar siswa, bukan sebagai pengajar (instruktur) yang mendominasi kegiatan di kelas.

e). biasanya menggunakan berbagai metode, media, dan alat secara bervariasi.

E.    Ketepatan (Efektifitas) Penggunaan Metode Pembelajaran

Untuk melaksanakan proses pembelajaran yang aktif diperlukan penetuan metode pembelajaran yang tepat. Pertimbangan pokok dalam pembentukan metode pembelajaran terletak pada keefektifan proses pembelajaran. Tentu saja orientasinya kepada siswa belajar. Jadi, metode pembelajaran yang digunakan pada dasarnya hanya berfungsi sebagai bimbingan agar siswa belajar.

Ketepatan (efektivitas) penggunaan metode pembelajaran tergantung pada kesesuaian metode pembelajaran dengan beberapa faktor, yaitu : tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, kemampuan guru, kondisi siswa, sumber atau fasilitas, situasi kondisi dan waktu.

F.        Beberapa Metode Pembelajaran

a)        Metode pembelajaran sangat beraneka ragam. Dengan mempertimbangkan apakah metode pembelajaran cocok untuk mengajarkan materi pembelajaran tertentu, tidak adakah metode pembelajaran yang lebih sesuai, guru dapat memilih metode pembelajaran yang efektif untuk mengantarkan siswa mencapai tujuan.

b)        Metode pembelajaran menekankan pada proses belajar siswa secara aktif dalam upaya memperoleh kemampuan hasil belajar.

c)        Metode pembelajaran yang dipilih sepatutnya disesuaikan dengan bentuk belajar atau hasil belajar yang diharapkan diperoleh siswa.

d)        Metode pembelajaran merujuk kepada apa yang terjadi di sekolah sehubungan proses pembelajaran, baik di dalam maupun di luar kelas.

Agar dapat menerapkan suatu metode pembelajaran yang relevan dengan situasi tertentu perlu dipahami keadaan metode pembelajaran tersebut, baik ketepatan maupun tata caranya. Pada bagian ini diuraikan beberapa metode pembelajaran.

1). Metode ceramah

2). Metode simulasi

3). Metode demontrasi dan eksperimen

4). Metode inquiry dan discovery

1. Metode Ceramah

Metode ini dapat dipandang sebagai suatu cara penyampaian pelajaran dengan melalui penuturan. Metode ceramah ini termasuk klasik. Namun penggunaannya cukup popular. Banyak guru memanfaatkan metode ceramah dalam mengajar. Oleh karena pelaksanaannya sangat sederhana, tidak memerlukan pengorganisasian yang rumit, komunikasi antar guru dengan siswa pada umumnya searah, karena itu guru dapat mengawasi kelas secara cermat. Namun demikian kritik dilontarkan pun cukup banyak, disamping itu seringkali pula terjadi siswa menerima pengetahuan yang salah terhadap materi pembelajaran yang dituturkan atau diceramahkan.

Agar pembelajaran menggunakan metode ceramah dapat dilakukan secara lebih baik, guru perlu mempertimbangkan beberapa faktor berikut :

1). Perumusan secara jelas

2). Kesesuaian metode Ceramah dengan tujuan

3). Memvariasikan metode ceramah dengan metode pembelajaran lain

4). Menggunakan alat pelajaran yang relevan untuk mrmbangkitkan minat      belajar siswa,

5). Pengorganisasian materi pembelajaran harus dilakukan secara  cermat, dengan menggunakan prinsip pembelajaran.

Untuk menambah tingkat keefektifan, diperlukan kemampuan memberi penjelasan. Hal yang harus diperhatikan dalam memberi penjelasan adalah :

a).  Kejelasan bahasa baik dalam memilih kata-kata, susunan kalimat maupun menghindari kekaburan memberikan batasan pengertian terhadap istilah baru.

b). Menggunakan contoh secara memadai dan relevan dengan ide, konsep atau generalisasi apa yang di jelaskan.

c).  Melakukan penekanan terhadap bentuk-bentuk informasi tertentu.

d). Penyusunan materi pembelajaran yang dijelaskan harus logis dan jelas, pola penyusunanpun harus jelas pula.

e). Menggunakan umpan balik (feed back)

Berdasarkan uraian diatas, pelaksanaan metode ceramah menempuh prosedur sebagai berikut :

1).  Guru menjelaskan tujuan dan topik yang akan diajarkan

2).  Memberi motivasi belajar dengan berbagai kegiatan

3). Memberikan penjelasan singkat tentang materi atau sub materi pembelajaran.

4).  Menyelingi kuliah dengan berbagai contoh dan Tanya jawab.

5).  Setelah ceramah dapat dilakukan diskusi tentang masalah yang dipelajari.

6). Untuk materi pembelajaran memantapkan dapat diberi tugas atau  kegiatan inquiry dan discovery.

7).  Dilakukan evaluasi dengan prosedur dan teknik tertentu.

2. Metode Simulasi

Metode ini dapat diartikan sebagai suatu cara pembelajaran dengan melakukan proses tingkah laku secara tiruan. Jadi semacam permainan dalam pembelajaran yang di angkat dari realita kehidupan. Bentuk simulasi bermacam-macam diantara yang popular adalah :

1). Sosiodrama, berguna untuk menanamkan kemampuan menganalisis situasi tertentu.

2).  Psikodrama, hampir mirip dengan sosiodrama, perbedaannya terletak pada penekanannya. Sosiodrama lebih menekankan kepada permasalahan sosial, sedangkan psikodrama lebih menekankan pada pengaruh psikologinya.

3). Role playing atau bermain peran bertujuan menggambarkan sesuatu peristiwa masa lampau atau dapat pula cerita dimulai dengan berbagai kemungkinan yang terjadi baik kini maupun mendatang.

Tatacara Simulasi :

1). Jika siswa baru pertama kali melakukan permainan simulasi, berilah penjelasan singkat tentang teknik simulasi.

2). Guru menyampaikan cerita, kemudian mengatur adegan-adegan permainan.

3).  Guru meminta sejumlah siswa untuk bermain peran.

4).  Memberi petunjuk tentang darimana permainan dimulainya.

5).  Pada saat simulasi permainan memuncak, guru menghentikan permainan.

6). Diskusi tentang berbagai hal yang berkaitan dengan simulasi yang dimainkan.

7).  Menarik kesimpulan diskusi.

 

3. Metode Demontrasi dan Eksperimen

Demontrasi berarti pertunjukan atau peragaan dalam pembelajaran menggunakan metode demonstrasi dilakukan pertunjukkan suatu proses, berkenaan dengan materi pembelajaran. Hal ini dapat dilakukan oleh guru maupun orang luar yang di undang ke kelas. Proses yang di demontrasikan diambil dari obyek yang sebenarnya.

Pelaksanaan demontrasi sering kali diikuti dengan eksperimen, yaitu percobaan tentang sesuatu. Dalam hal ini setiap siswa melakukan percobaan dan bekerja sendiri-sendiri. Pelaksanaan eksperimen lebih memperjelas hasil belajar karena setiap siswa mengalami dan melakukan kegiatan percobaan. Sebagaimana di kemukakan terdahulu, proses pembelajaran semacam ini sesuai dengan pandangan teori modern learning by doing.

            Perbedaan utama antara demonstrasi dan eksperimen, ternyata hanya pada pelaksanaan. Demontrasi hanya mempertunjukkan sesuatu proses di depan kelas, sedangkan eksperimen memberikan kesempatan kepada siswa melakukan percobaan sendiri tentang proses yang dimaksud. Namun demikian, demonstrasi itu sendiri jika dirangkaikan dengan eksperimen dapat mempertinggi efektivitas kegiatan yang dilaksanakan.

Langkah-langkah dalam melakukan demonstrasi atau eksperimen adalah :

1.  Langkah Umum

a). merumuskan tujuan yang jelas tentang kemampuan apa yang akan di capai siswa.

b). mempersiapkan semua peralatan yang dibutuhkan

c). memeriksa apakah semua peralatan itu dalam keadaan berfungsi atau tidak

d). menetapkan langkah pelaksanaan agar efisien

e). memperhitungkan/menetapkan alokasi waktu

2.      Langkah Demontrasi

a). Mengatur tata ruang yang memungkinkan seluruh siswa dapat memperhatikan pelaksanaan demontrasi

b).   Menetapkan kegiatan yang dilakukan selama pelaksanaan

1). apakah perlu memberi penjelasan panjang lebar, sehingga siswa dapat memperoleh pemahaman luas

2). apakah siswa diberi kesempatan mengajukan pertanyaan

3). apakah siswa diharuskan membuat catatan tertentu

3.      Langkah Eksperimen

a).  Memberikan penjelasan secukupnya tentang apa yang harus dilakukan dalam eksperimen

b). Membicarakan dengan siswa tentang langkah yang ditempuh, materi pembelajaran yang diperlukan, variabel yang perlu diamati dan hal-hal yang perlu dicatat

c). Menentukan langkah-langkah pokok dalam membantu siswa selama eksperimen

d).  Menetapkan apa follow up (tindak lanjut) eksperimen

4. Metode inquiry dan discovery

Metode ini pada dasarnya dua metode pembelajaran yang saling berkaitan satu dengan yang lainnya, inquiry  artinya penyelidikan, sedangkan discovery adalah penemuan. Dengan melalui penyelidikan siswa akirnya memperoleh penemuan. Metode ini berkembang dari ide John Dewey(1913) yang terkenal dengan “problem solving method” atau metode pemecahan masalah.

BAB III

PELAKSANAAN PENELITIAN

A.     Subjek Penelitian

1. Lokasi

Lokasi kegiatan penelitian proses pembelajaran dilakukan di :

Nama Sekolah                : SD Negeri Palasari 03

Alamat                            : Kp.Geblug Rt 01 / Rw01

Desa                               : Palasari

Kecamatan                     : Cijeruk

Kabupaten                      : Bogor

Propinsi                          : Jawa Barat

2. Waktu Pelaksanaan

Jadwal pelaksanaan penelitian proses  pembelajaran di SD Negeri Palasari 03 dilaksanakan dengan jadwal sebagai berikut :

a)      Prasiklus tanggal 19 Mei 2011

b)      Siklus I tanggal 25 Mei 2011

c)      Siklus II tanggal 1 Juni 2011

3. Mata Pelajaran dan Kelas

Mata pelajaran  dan kelas yang menjadi subjek penelitian yaitu sebagai berikut :

Kelas                           : IV (empat)

Mata pelajaran             : Ilmu Pengetahuan Alam

Jumlah siswa                 : 29 orang

4. Karakteristik siswa

Karakteristik siswa kelas IV di SD Negeri Palasari 03 dilihat dari latar belakang kehidupan orang tua tergolong pada kehidupan yang rata-rata kurang mampu, dan latar belakang pendidikannya pun rata-rata lulusan sekolah dasar. Sehingga pada umumnya siswa memiliki minat belajar yang tergolong rendah.

Hal ini sering terbukti ketika sekolah sedang mengadakan ulangan semester masih banyak siswa yang tidak hadir atau membolos hal ini sebagai bukti bahwa tidak ada motivasi dari orang tuanya dan minat belajarnya rendah sedangkan kehadiran sangat penting sekali, meskipun demikian siswa di kelas IV yang tergolong pintar jika dibandingkan dengan teman yang lainnya masih terlihat ada 3 orang yang pintar dan yang sedang ada 4 orang, dalam hal ini guru perlu memberikan dorongan yang lebih optimal kepada siswa untuk membangkitkan minat belajarnya.

B.     Deskripsi persiklus

Penelitian proses pembelajaran IPA dilakukan dikelas IV SD Negeri Palasari 03, dimulai dari Rencana pembelajaran prasiklus. Rencana perbaikan pembelajaran I siklus I, rencana pembelajaran II siklus II, kemudian  dilaksanakan dalam beberapa tahapan;

1.         Rencana Pembelajaran (siklus I)

a.                    Rencana

1)      Membuat rencana pembelajaran yang sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung;

2)      Meningkatkan motivasi belajar siswa melalui alat peraga;

3)      Menyiapkan alat peraga dan penunjang lainnya;

4)      Mengoptimalkan peran aktif siswa dalam pembelajaran;

5)      Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mau bertanya;

6)      Mengadakan latihan dan pertanyaan;

7)      Memberikan pujian kepada siswa yang nilainya baik sedangkan yang belum berhasil diberikan motivasi;

8)      Memberikan penjelasan kembali  dan pemahaman kepada siswa yang lebih kongkrit.

b.                  Pelaksanaan

1)      Prosedur pelaksanaan kegiatan penelitian tindakan kelas yaitu:

a)      Merencanakan perbaikan pembelajaran

b)      Melaksanakan tindakan pelaksanaan perbaikan pembelajaran

c)      Melakukan pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung

d)      Melakukan refleksi terhadap hasil pengamatan

c.                   Langkah Pelaksanaan

Kegiatan perbaikan pembelajaran  dilaksanakan berdasarkan hasil kajian melalui pengamatan, hasil refleksi serta hasil diskusi dengan supervisor sesuai dengan masalah yang sedang dihadapi. Langkah yang akan ditempuh adalah:

1)      Menyiapkan rencana pembelajaran

2)      Mengadakan apersepsi untuk mengingat kembali pelajaran yang lalu.

3)      Menyampaikan tujuan pembelajaran

4)      Menyiapkan alat peraga untuk eksperimen

5)      Guru membimbing siswa yang sedang melakukan eksperimen

6)      Guru membimbing siswa agar siswa mau bertanya

7)      Guru meminta siswa agar menerangkan kepada temannya tentang hasil eksperimen yang telah dilakukan.

8)      Guru memberikan penjelasan tentang eksperimen yang telah dilakukan siswa

9)      Mengadakan evaluasi

10)  Menganalisis hasil evaluasi

11)  Menutup proses kegiatan pembelajaran.

d.         Pengamatan Pengumpulan Data dan Instrumen

Pelaksanaan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam di SD Negeri Palasai 03 Kelas IV, pada prasiklus diperoleh 13 dari 29 siswa atau 44,83 % yang mencapai nilai KKM. Dengan demikian penulis menganggap perlu melaksanakan perbaikan pembelajaran, maka penulis mengadakan siklus I, pada perbaikan siklus I ternyata pembelajaran mengalami peningkatan dari 13 orang siswa yang mencapai nilai KKM, mengalami peningkatan menjadi 21 dari 29 siswa atau 72,41 % yang mencapai nilai KKM, dengan demikian bertambah 8 siswa atau 27,59 % yang  sudah mencapai kriteria ketuntasan belajar.

e.         Refleksi

1)         Waktu refleksi

Hari                  : Kamis

Tanggal : 19 Mei 2011

Tempat             : SD Negeri Palasari 03

2)         Pihak yang membantu dalam refleksi

a)                        Jarkasih Guru SDN Palasari 03

b)                        Iin Rukmini Kepala SD Negeri Palasari 03

3)         Kekuatan dan kelemahan

a) Kekuatan yang diperoleh peneliti untuk melakukan tindakan perbaikan berikutnya yaitu :

1. Siswa bersemangat dan aktif pada saat pembelajaran berlangsung

2. Guru merasa termotivasi untuk mengadakan perbaikan pada siklus berikutnya

b)  Kelemahan yang diperoleh oleh peneliti untuk melakukan perbaikan pada siklus berikutnya :

1). Tujuan pembelajaran kurang relevan

2).  Kegiatan awal tidak terperinci

3).  Kegiatan Inti tidak maksimal

4).  Alat peraga tidak dilengkapi

5).  Proses penilaian tidak menggunakan instrument

6).  Kegiatan pembelajaran monoton

7). Guru tidak memberi kesempatan bertanya kepada siswa

8). Penggunaan metode kurang bervariatif

2.         Rencana Perbaikan Pembelajaran (siklus II )

a.                   Rencana

1)            Membuat rencana pembelajaran yang sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung.

2)            Meningkatkan motivasi belajar siswa melalui alat peraga;

3)            Menyiapkan alat peraga dan penunjang lainnya;

4)            Mengoptimalkan peran aktif siswa dalam pembelajaran;

5)            Memberikan kesempatan kepada siswa  untuk mau bertanya;

6)            Mengadakan latihan dan pertanyaan;

7)            Memberikan pujian kepada siswa yang nilainya baik seadangkan yang belum berhasil diberikan motivasi.

8)            Memberikan penjalasan kembali  dan pemahaman kepada siswa yang lebih kongkrit.

b.         Pelaksanaan

1)           Prosedur pelaksanaan kegiatan penelitian tindakan kelas yaitu;

a)      Merencanakan perbaikan pembelajaran

b)      Melaksanakan tindakan perbaikan pembelajaran

c)      Melakukan pengamatan selama proses pembelajaran berlangsung

d)      Melakukan refleksi terhadap hasil pengamatan

c.         Langkah Pelaksanaan

Kegiatan pembelajaran dilaksanakan berdasarkan hasil kajian melalui pengamatan, hasil refleksi serta hasil diskusi dengan supervisor sesuai dengan masalah yang sedang dihadapi.

Langkah yang akan ditempuh adalah:

1)        Menyiapkan rencana pembelajaran

2)        Mengadakan apersepsi untuk mengingat kembali pelajaran yang lalu

3)        Menyampaikan tujuan pembelajaran

4)        Menyiapkan alat peraga untuk eksperiment

5)        Guru membimbing siswa yang sedang melakukan eksperiment

6)        Guru membimbing siswa agar siswa mau bertanya

7)        Guru meminta siswa agar menerangkan kepada temannya  tentang hasil eksperimen

8)        Guru memberikan penjelasan tentang eksperiment yang telah dilakukan siswa.

9)        Mengadakan evaluasi.

10)  Menilai hasil evaluasi

11)  Menutup proses kegiatan pembelajaran.

d.         Pengamatan Pengumpulan Data dan Instrumen.

Pelaksanaan pembelajaran Ilmu pengetahuan alam di SD Negri Palasari 03 Kelas IV. Pada siklus I diperoleh 21 dari 29 siswa atau 72,41 % yang mencapai ketuntasan belajar, meskipun sudah mencapai tingkat KKM, peneliti masih perlu melakukan perbaikan pembelajaran kembali agar pencapai nilai maksimal. Maka penulis melaksanakan Siklus II. Setelah dilaksanakan, mengalami kenaikan sebesar 13,79 % dari hasil pembelajaran pada siklus I  yaitu 72,41 % menjadi 86,21% atau 25 dari 29 siswa sudah mencapai ketuntasan belajar. Dengan tercapainya keriteria ketuntasan belajar maka tidak perlu diadakan pembelajaran berikutnya dengan materi yang sama.

e.         Refleksi

1.         Waktu rafleksi

Hari                    : Rabu

Tanggal              : 25 Mei 2011

Tempat               : SD Negeri Palasari 03

2.         Pihak yang membantu dalam refleksi

a. Jarkasih Guru SDN Palasari 03

b. Iin Rukmini Kepala Sekolah SD Negeri Palasari 03

3.         Kekuatan dan kelemahan

a. Kekuatan yang diperoleh oleh peneliti antara lain;

1. Telah tercapainya tujuan pembelajaran

2. Meningkatnya aktivitas siswa pada saat pembelajaran

3. Siswa bisa melakukan Demontrasi dan Eksperiment

4. Nilai rata-rata kelas di atas KKM

b. Kelemahan yang diperoleh peneliti antara lain;

1.  Masih ada siswa yang belum termotivasi

2.  Masih ada siswa yang nilainya di bawah KKM

3.  Masih ada siswa yang malu untuk bertanya.

BAB  IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1. Prasiklus

Prasiklus dilakukan pada tanggal 19 Mei 2011 jam 07.30 S/d selesai di SD Negeri Palasari 03, Kelas IV, mata pelajaran IPA dengan jumlah siswa 29 Orang.

Berdasarkan Data-data diatas siswa yang memperoleh nilai KKM  pada prasiklus 13 dari 29 orang siswa atau 44,83 %, di bawah KKM ada 16 dari 29 orang siswa atau 55,17 %  dengan nilai rata-rata 49,31.

Maka untuk itu penulis melakukan perbaikan-perbaikan pembelajaran dengan judul : “ UPAYA MENINGKATKAN PEMBELAJARAN IPA TENTANG ENERGI PANAS MELALUI METODE EKSPERIMEN”

 

2.    Siklus Ke-1

Rencana Perbaikan Pembelajaran (siklus 1)

a.                   Data  Tentang Rencana

1).        Melakukan rencana pembelajaran yang sesuai dengan langkah-

langkah pembelajaran yang melibatkan siswa  secara langsung;

2).        Meningkatkan motivasi belajar siswa melalui alat peraga;

3).        Menyiapkan alat peraga dan penunjang lainnya;

4).        Mengoptimalkan peran aktif siswa dalam pembelajaran;

5).        Memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya;

6).        Mengadakan latihan dan pertanyaan;

7).        Memberikan pujian kepada siswa yang nilainya baik sedangkan       yang belum berhasil diberikan motivasi;

8).        Memberikan penjelasan kembali dan pemahaman kepada siswa yang lebih kongkrit.

b.                  Pengamatan

Setelah diamati ada beberapa masalah yang perlu diperpaiki ketika pembelajaran berlangsung antara lain:

1).          Siswa pada umumnya kurang aktif pada saat mengikuti proses

pembelajaran.

2).           Siswa kurang memahami terhadap materi pembelajaran  yang

diberikan, sehingga perolehan nilai siswa menjadi rendah.

Untuk lebih menjelaskan hasil yang diperoleh siswa pada siklus 1 dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

TABEL  1

DAFTAR NILAI HASIL BELAJAR SISWA SDN PALASRI 03

PADA SIKLUS 1

No

N a m a

Nilai

Keterangan

1

Alvionita Dwi

80

Mencapai KKM

2

Apandi Ahmad

80

Mencapai KKM

3

Cep Hamdan

80

Mencapai KKM

4

Fajar Fasha Wahyudi

80

Mencapai KKM

5

Jalaludin Abdurohman

20

Kurang dari KKM

6

Jeni Permatasari

100

Mencapai KKM

7

M. Amar Septian

40

Kurang dari KKM

8

M. Dian Hoerudin

80

Mencapai KKM

9

M. Haris

60

Mencapai KKM

10

M. Irman Saputra

60

Mencapai KKM

11

M. Januar Maulana

40

Kurang dari KKM

12

M. Muhtarudin

90

Mencapai KKM

13

M. Sadulloh

x

14

Nisfa Lusianti

80

Mencapai KKM

15

Penia Lestari

100

Mencapai KKM

16

Pitri Latipah

50

Kurang dari KKM

17

Saepul Rizki

30

Kurang Dari KKM

18

Siti Agustina

100

Mencapai KKM

19

Siti Nurarisa

100

Mencapai KKM

20

Siti Nurjanah

60

Mencapai KKM

21

Siti Nurlaela Sifa

x

22

Supyullah

60

Mencapai KKM

23

Yogi Permadi

50

Kurang dari KKM

24

Yudiansyah

60

Mencapai KKM

25

Yuliana

100

Mencapai KKM

26

M. Sayuti

60

Mencapai KKM

27

Ramdan Saeful

70

Mencapai KKM

28

Ivan Apiliano

x

29

Siti Aisyah

50

Kurang dari KKM

30

Burhanudin

60

Mencapai KKM

31

Salman

40

Kurang dari KKM

32

M. Farid Fauzi

50

Kurang dari KKM

Jumlah

1930

Nilai Tertinggi

100

Nilai Terendah

20

Rata-rata

66,55

 

TABEL 2

DATA ANALISIS HASIL BELAJAR SISWA SDN PALASARI 03

No.

Nilai

Jml.

Frekuensi Siswa

Jml. Nilai

TKM

Baik

Sedang

Kurang

1

20

1

20

3,4 %

2

30

1

30

3,4 %

3

40

3

120

10,3 %

4

50

4

200

13,8 %

5

60

7

420

24,1 %

6

70

1

70

3,4 %

7

80

6

480

20,7 %

8

90

1

90

3,4 %

9

100

5

500

17,2 %

TABEL 3

GRAFIK DAFTAR NILAI HASIL BELAJAR SISWA SDN PALASARI 03 PADA SIKLUS 1

TABEL 4

GRAFIK DATA ANALISIS HASIL BELAJAR SISWA SDN PALASARI 03 PADA SIKLUS 1

c.                   Refleksi

1)                  Waktu refleksi

Hari                  : Kamis

Tanggal            : 19 Mei 2011

Tempat : SD Negeri Palasari 03

2)                  Pihak yang ikut dalam Refleksi

a.       Jarkasih

b.      Iin Rukmini Kepala Sekolah SD Negeri Palasari 03

d.         Keberhasilan dan atau kegagalan

1)            Keberhasilan yang diperoleh peneliti untuk melakukan tindakan perbaikan-perbaikan berikutnya;

a)             Siswa bersemangat dan aktif pada saat pembelajaran berlangsung;

b)            Guru merasa termotivasi untuk mengadakan perbaikan pada siklus berikutnya.

2)            Kegagalan yang diperoleh peneliti untuk melakukan perbaikan pada siklus berikutnya;

a)            Tujuan pembelajaran kurang relevan

b)            Kegiatan awal tidak terperinci

c)            Kegiatan inti tidak maksimal

d)            Alat peraga tidak dilengkapi

e)            Proses penilaian tidak menggunakan instrument

f)  Kegiatan pembelajaran terlalu monoton atau tidak bervariasi.

3.    Siklus Ke-2.

a.                   Data tentang rencana;

1)            Membuat rencana pembelajaran yang sesuai dengan langkah- langkah pembelajaran yang melibatkan siswa secara langsung;

2)            Menyiapkan alat peraga dan penunjang lainnya;

3)            Meningkatkan motivasi belajar siswa melalui alat peraga dan   melakukan eksperimen didepan siswa secara langsung;

4)            Mengoptimalkan peran aktif siswa dalam pembelajaran;

5)            Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya;

6)            Mengadakan latihan dan memberi pertanyaan;

7)            Memberikan pujian kepada siswa yang nilainya baik sedangkan bagi yang belum berhasil diberikan motivasi;

8)            Memberikan penjelasan kembali dan pemahaman kepada siswa yang lebih kongkrit lagi.

b.                  Pengamatan;

Setelah dilakukan pengamatan masih ada beberapa siswa yang perlu perhatian dan bimbingan lagi diantaranya;

1)            Siswa masih ada yang kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran.

2)            Siswa masih ada yang  belum menguasai materi.

3)            Masih ada siswa yang ragu-ragu untuk bertanya.

TABEL 5

DAFTAR NILAI HASIL BELAJAR SISWA SDN PALASARI 03

PADA SIKLUS 2

No

Nama

Nilai

Keterangan

1

Alvionita Dwi

90

Mencapai KKM

2

Apandi Ahmad

90

Mencapai KKM

3

Cep Hamdan

90

Mencapai KKM

4

Fajar Fasha Wahyudi

80

Mencapai KKM

5

Jalaludin Abdurohman

60

Mencapai KKM

6

Jeni Permatasari

90

Mencapai KKM

7

M. Amar Septian

50

Kurang dari KKM

8

M. Dian Hoerudin

70

Mencapai KKM

9

M. Haris

70

Mencapai KKM

10

M. Irman Saputra

60

Mencapai KKM

11

M. Januar Maulana

50

Kurang dari KKM

12

M. Muhtarudin

100

Mencapai KKM

13

M. Sadulloh

x

14

Nisfa Lusianti

70

Mencapai KKM

15

Penia Lestari

100

Mencapai KKM

16

Pitri Latipah

50

Kurang dari KKM

17

Saepul Rizki

50

Kurang dari KKM

18

Siti Agustina

100

Mencapai KKM

19

Siti Nurarisa

100

Mencapai KKM

20

Siti Nurjanah

70

Mencapai KKM

21

Siti Nurlaela Sifa

x

22

Supyullah

70

Mencapai KKM

23

Yogi Permadi

60

Mencapai KKM

24

Yudiansyah

70

Mencapai KKM

25

Yuliana

100

Mencapai KKM

26

M. Sayuti

70

Mencapai KKM

27

Ramdan Saeful

80

Mencapai KKM

28

Ivan Apiliano

x

29

Siti Aisyah

70

Mencapai KKM

30

Burhanudin

80

Mencapai KKM

31

Salman

70

Mencapai KKM

32

M. Farid Fauzi

60

Mencapai KKM

Jumlah

2170

Nilai Tertinggi

100

Nilai Terendah

50

Rata-rata

74,83

TABEL 6

DATA ANALISIS HASIL BELAJAR SISWA

No.

Nilai

Jml. Siswa

Jml. Nilai

TKM

Baik

Sedang

Kurang

1

50

4

200

13,8 %

2

60

4

240

13,8 %

3

70

9

630

13,8 %

4

80

3

240

10,3 %

5

90

4

360

13,8 %

6

100

5

500

17,2 %

Pada siklus 2 nilai tertinggi 100, nilai terendah 50, dan nilai rata-rata kelas 74,83. Itulah hasil penelitian siklus 2, dengan demikian tidak perlu diadakan pembelajaran berikutnya dengan materi yang sama. Karena siswa sudah mencapai KKM.

TABEL 7

GRAFIK DAFTAR NILAI HASIL BELAJAR SISWA SDN PALASARI 03 PADA SIKLUS 2

TABEL 8

GRAFIK DATA ANALISIS HASIL BELAJAR SISWA SDN PALASARI 03 PADA SIKLUS 2

c.                   Refleksi

1)                  Waktu refleksi

Hari                   : Kamis

Tanggal : 19 Mei 2011

Tempat : SD Negeri Palasari 03

2)            Pihak yang membantu dalam refleksi

a)                        Jarkasih

b)                        Iin Rukmini Kepala Sekolah SD Negeri Palasari 03

d.         Keberhasilan dan atau kegagalan

1).           Keberhasilan atau kekuatan yang diperoleh peneliti antara lain;

a)      Telah tercapainya tujuan pembelajaran

b)      Meningkatkan aktivitas siswa pada saat pembelajaran

c)      Siswa mampu melakukan Demontrasi dan Eksperimen

d)      Nilai rata-rata kelas sudah di atas KKM

2).           Kegagalan atau kelemahan yang diperoleh peneliti antara lain:

a)   Masih ada siswa yang belum termotivasi

b)   Masih ada siswa yang nilainya masih di bawah KKM

c)   Masih ada siswa yang belum berani untuk bertanya.

TABEL 9

REKAPIRULASI NILAI SISWA SDN PALASARI 03 PADA PRASIKLUS, SIKLUS 1, DAN SIKLUS 2

NO

NAMA SISWA

NILAI

KET.

Prasiklus

Siklus 1

Siklus 2

1

Alvionita Dwi

60

80

90

2

Apandi Ahmad

40

80

90

3

Cep Hamdan

80

80

90

4

Fajar Fasha Wahyudi

80

80

80

5

Jalaludin Abdurohman

40

20

60

6

Jeni Permatasari

60

100

90

7

M. Amar Septian

40

40

50

8

M. Dian Hoerudin

60

80

70

9

M. Haris

20

60

70

10

M. Irman Saputra

60

60

60

11

M. Januar Maulana

40

40

50

12

M. Muhtarudin

30

90

100

13

M. Sadulloh

x

x

x

14

Nisfa Lusianti

40

80

70

15

Penia Lestari

100

100

100

16

Pitri Latipah

40

50

50

17

Saepul Rizki

20

30

50

18

Siti Agustina

80

100

100

19

Siti Nurarisa

60

100

100

20

Siti Nurjanah

20

60

70

21

Siti Nurlaela Sifa

x

x

x

22

Supyullah

0

60

70

23

Yogi Permadi

40

50

60

24

Yudiansyah

40

60

70

25

Yuliana

80

100

100

26

M. Sayuti

60

60

70

27

Ramdan Saeful

40

70

80

28

Ivan Apiliano

x

x

x

29

Siti Aisyah

60

50

70

30

Burhanudin

60

60

80

31

Salman

40

40

70

32

M. Farid Fauzi

40

50

60

Jumlah

1430

1930

2170

Nilai Tertinggi

100

100

100

Nilai Terendah

0

20

50

Nilai Rata-rata

49,31

66,55

74,83

TABEL 10

GRAFIK REKAPITULASI NILAI PADA PRASIKLUS, SIKLUS 1, DAN  SIKLUS 2

Dari data grafik diatas menunjukan bahwa hasil rata-rata belajar siswa pada prasiklus 44,83 % ternyata pada siklus 1 mengalami peningkatan menjadi 72,41 % dan pada siklus 2 ternyata lebih meningkat lagi menjadi 86,21%. ini membuktikan bahwa hasil belajar siswa setelah diadakan penelitian maka hasilnya meningkat dari rata-rata KKM.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

 

A.       KESIMPULAN

Setelah dilakukan Penelitian Tindakan Kelas pada mata pelajaran IPA Kelas IV di SDN Palasari 03, penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Kesimpulan Umum

Sebagaimana telah dikemukakan dalam penelitian diatas tentang mengajar tidak secara otomatis menjadikan siswa belajar. Dalam tugasnya tentunya guru tidak hanya mentransferkan materi pembelajaran akan tetapi perolehan hasil belajar siswa perlu dikaji dan dianalisis sehingga dapat ditemukan kelebihan dan kekurangan hasil belajar itu sendiri.

Berkaitan dengan penelitian yang dilakukan dalam rangka memperbaiki hasil dan proses pembelajaran IPA, disini penulis memperbaiki pembelajaran dengan melakukan metoda demonstrasi dan eksperimen yang diyakini oleh penulis dengan menggunakan metoda tersebut pembelajaran IPA akan lebih kongkrit dan mudah dipahami oleh siswa serta proses pembelajaran pun berlangsung aktif, kreatif dan menyenangkan. Hal ini terbukti dengan pencapaian perolehan nilai hasil belajar siswa meningkat, sehingga pada akhirnya nanti siswa dapat mengambil manfaat dan makna yang terkandung dalam pembelajaran untuk diaplikasikan dalam kehidupannya.

2. Khusus

Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan menghasilkan data-data perolehan nilai siswa yang dimulai dari kegiatan prasiklus, siklus ke-1 maupun siklus ke-2 dalam data terlihat adanya perubahan nilai hasil belajar siswa yang lebih meningkat, hasil ini terbukti dari hasil evaluasi siswa yang memperoleh nilai diatas KKM. Pada kegiatan prasiklus sebanyak 13 siswa dari 29 siswa atau            44,83 % pada perbaikan siklus ke-1 menjadi 21 siswa dari 29 siswa atau 72,41 % dan pada siklus ke-2 perolehan nilai siswa kembali mencapai peningkatan yaitu sebanyak 25 siswa dari 29 siswa atau 86,21% sehingga hal ini membuktikan adanya peningkatan perolehan nilai siswa setelah dilakukan Penelitian Tindakan Kelas.

B.       SARAN

Berdasarkan kesimpulan di atas, ada beberapa saran yang dapat diajukan oleh penulis dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam untuk lebih meningkatkan kualitas pembelajaran siswa, yaitu :

1.        Guru dalam memberikan materi pembelajaran hendaknya menggunakan metoda yang bervariasi, disesuaikan dengan materi pembelajaran.

2.        Guru hendaknya memberikan penguatan kepada siswa sebagai pemacu motivasi untuk belajar.

3.        Guru hendaknya membuat skenario pembelajaran yang menarik bagi siswa agar terciptanya proses pembelajaran yang aktif, kreatif, efisien dan menyenangkan.

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Andayani, dkk. (2009). Pemantapan Kemampuan Profesional. Jakarta : Universitas Terbuka.

Budi Wahyono, dkk. (2008). Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD dan MI Kelas IV. Bandung : Departemen Pendidikan Nasional.

Heru Lestari Mikarso, dkk. (2009) Pendidikan anak di SD. Jakarta : Universitas Terbuka.

Lukman Nulhakim. (2009). Perencanaan pembelajaran. Bandung : CV. Wacana Prima.

Mulyani Sumantri, dkk. (2008). Perkembangan peserta didik. Jakarta : Universitas Terbuka.

Nano Sutarno, dkk. (2009). Materi dan pembelajaran IPA SD. Jakarta : Universitas Terbuka.

Sumiati, dkk. (2009). Metode pembelajaran. Bandung CV. Wacana Prima.

 

 

 

 

 

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

“KARYA ILMIAH YULIANTI1”

 

 

“BAHAYA NARKOBA TERHADAP GENERASI MUDA

 

 

 

Diajukan untuk memenuhi tugas akhir semester

Universitas Prof.Dr.Hamka

( U H A M K A )

 

Oleh :

Y U L I A N T I

NIM : 1001037225

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Program PJJ S1-PGSD

U H A M K A

2011

KATA PENGANTAR

            Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena saya dapat menulis karya ilmiah yang berjudul “Bahaya Narkoba terhadap generasi muda”. Karya ilmiah ini saya susun secara sederhana.

Karya ilmiah ini dibuat berdasarkan pengetahuan dari teman dan informasi dari internet, serta untuk memenuhi tugas akhir semester di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka.

Semoga karya ilmiah ini dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengetahui bahaya pemakaian narkoba.

Saya menyadari bahwa penulisan karya ilmiah ini belum sempurna dan masih banyak kekurangannya. Untuk itu demi kesempurnaan karya ilmiah ini saya sangat mengharapkan adanya saran, kritik, dan masukan yang bersifat membangun.

Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada teman yang telah memberikan saran yang baik kepada saya dalam menyusun karya ilmiah ini, tak lupa saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka yang telah memberi kesempatan kepada saya untuk mengikuti pembelajaran melalui program PJJ S1-PGSD melalui SEAMOLEC dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.

Bogor,  Juni 2011

Penulis,

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR      ……………………………………………………………………….       i

DAFTAR ISI     …………………………………………………………………………………….      ii

BAB I PENDAHULUAN   ……………………………………………………………………..     1

1.Penyebab Biologis    ……………………………………………………………………     1

2. Faktor Pribadi    ………………………………………………………………………..     1

3. Faktor Sosial  ……………………………………………………………………………     2

4. Faktor Keluarga   ………………………………………………………………………     2

BAB II PENGERTIAN NARKOBA    ……………………………………………………..     4

A. Narkoba    ……………………………………………………………………………….     4

BAB III JENIS – JENIS NARKOBA   …………………………………………………….     5

a. Candu   …………………………………………………………………………………….     5

b.Morfin   …………………………………………………………………………………….     5

c. Kokain   …………………………………………………………………………………..     5

d. Codein   …………………………………………………………………………………..     6

e. Halusinogenik     …………………………………………………………………………     6

BAB IV PENDERITAAN ORANG YANG MEMAKAI NARKOBA     ………     8

1. Heroin atau Putaw     ………………………………………………………………….     8

2. Kokain    ………………………………………………………………………………….     9

3. Ganja atau Mariyuana (Cannabis)      ……………………………………………..     9

4. Ekstasi    …………………………………………………………………………………..   10

5. Shabu – shabu   ………………………………………………………………………….   10

6. Valium     ………………………………………………………………………………….   10

7. Benzodiazepin (Nipam, BK, Megadon, dll.)       ………………………………   11

8. Alkohol   ………………………………………………………………………………….   11

DAFTAR PUSTAKA      ………………………………………………………………………..   14

BAB I

PENDAHULUAN

Di dalam setiap keluarga dan masyarakat tentunya menginginkan anggota kelarga atau generasi muda yang berakhlak, sehat jasmani dan rohani, setiap manusia yang sehat jasmani dan rohani tentunya akan memiliki kreatifitas yang tinggi dan dapat membawa diri dengan baik serta aktif berperan serta dalam masyarakat dan pembangunan negara. Namun semua harapan dan keinginan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Semua itu pasti ada halang rintang yang dihadapi oleh generasi muda khususnya dalam menghadapi permasalahan kehidupan yang semakin banyak sekali halangannya, mulai dari permasalahan sosial sampai kepada permasalahan emosional.

Sampai suatu ketika situasi pendukung generasi muda sudah mulai berganti generasi muda dan tidak dapat mengikuti perubahan zaman yang ada, dengan adanya era globalisasi generasi muda jadi lebih kian tak terkendali kecuali dengan adanya rasa kesadaran pada diri sendiri.

Mengutip berita-berita yang ada di televisi dan media masa bahwa banyaknya generasi muda yang terkena kasus narkoba mulai dari kalangan bawah, menengah maupun kalangan atas.

PENYEBAB SESEORANG MENGKONSUMSI NARKOBA

1.        Penyebab Biologis

Salah satu penyebab ketergantungan narkoba adalah faktor biologis dan bisa dibilang sebagai faktor-faktor penyebab yang merupakan bawaan dari lahir atau ketergantungan fisik sejak bayi. Contohnya apabila seseorang dilahirkan dari orang tua yang ketergantungan alkohol apabila dewasa nanti anak yang dilahirkan akan mengalami ketergantungan alkohol yang sama dengan orang tuanya yang disebut bawaan genetis. Adapun kemungkinan-kemungkinan lain, anak yang lahir dengan kekurangan bawaan sistem saraf atau fisiknya tidak akan berkembang sempurna. Kekurangan ini akan mengakibatkan seseorang bertingkah laku menyimpang, oleh para ahli disebut faktor konstitusional. Kekurangan ini biasanya juga membuat anak harus minum obat-obatan. Kebiasaan minum obat-obatan juga dapat menimbulkan ketergantungan, yang biasanya disebut self medication.

2.        Faktor Pribadi

Bagi seorang pecandu banyak alasan yang dapat dilontarkan, diantaranya diawali dengan coba-coba atau iseng belaka dan hanya untuk sekedar gengsi oleh teman-teman yang mengajak atau menawari. Dan kadang juga hanya untuk sekedar lari dari permasalahan yang ada. Orang yang mempunyai masalah biasanya akan lebih mudah terpengaruh itu disebabkan karena merasa dirinya tidak sebaik orang lain, perasaan itu membuat hidupnya tidak lebih menyenangkan. Kemudian ia memakai narkoba dengan tujuan untuk melupakan masalah yang ia hadapi, dengan memakai narkoba ia merasa dirinya lebih tenang dan segala permasalahan dalam hidupnya hilang. Padahal setelah ia sadar dari pengaruh narkoba permasalahannya masih ada dan harus dihadapi, dan ia sebenarnya sudah dirugikan dengan memakai narkoba, secara tidak sadar sebagian tubuh ia sudah terkena dampak buruk narkoba.

            Adapun faktor lain yang sangat berpengaruh adalah kepribadian perbedaan sikap terhadap nilai-nilai dominan dalam lingkungan rendahnya keimanan, ketertarikan ke hal menyimpang dan tidak adanya keinginan berprestasi biasanya gambaran kepribadian para pecandu narkotika.

Namun ada pula orang yang mengalami gangguan kepribadian dan juga emosional. Pada dasarnya mereka tidak mampu menyelesaikan masalahnya dan berusaha mencari teman yang dapat menghargai dia. Orang yang seperti itu biasanya tidak ada rasa kebersamaan yang kuat dengan teman-temannya dan rasa tidak akrab dengan lingkungan.

3.        Faktor Sosial

Selain faktor-faktor diatas masih ada lagi faktor sosial yang tidak kalah pentingnya dalam hal yang dapat menyebabkan seseorang mencoba narkoba. Dalam masalah sosial seseorang harus dapat memahami dan menjalankan norma sosial dengan baik. Jangan sampai terpengaruh dengan lingkungan kriminalitas yang tinggi, penduduk yang padat, dan kontrol sosial yang lemah.

Peranan Sekolah harus bisa memberikan penjelasan yang benar tentang bahaya narkoba. Apabila sekolah menemukan anak didiknya terlibat pemakaian narkoba yang menimbulkan kecanduan tersebut, sebaiknya jangan dikeluarkan oleh sekolah, justru harus dibimbing agar kembali ghidup sehat, dan juga si anak jangan dikucilkan dan dikeluarkan dari sekolah karena akan menimbulkan bahaya yang sangat fatal, si anak akan merasa minder dan stres, masalah yang dihadapi si anak bukannya menjadi selesai tetapi akan semakin rumit.

4.        Faktor Keluarga

Lingkungan keluarga sangat utama bagi penyembuhan pecandu dan mencegah agar anak tidak terjerumus kedalam dunia narkotika, keluarga harus selalu memantau anak-anaknya dengan perhatian dan kasih sayang serta mempertebal rasa keimanan pada keluarga dengan adanya shalat berjamaah, pengajian keluarga, perhatian terhadap pergaulan anak dan tidak membuat anak merasa dipaksa dalam melakukan sesuatu hal, intinya keluarga adalah cerminan baik bagi anaknya sehingga anak tidak melakukan perbuatan yang menyimpang.

Hal lain yang dapat terjadi akibat faktor keluarga apabila anak merasa kesedihan akibat perceraian kedua orang tuanya dan itu menjadi keluarga tidak harmonis, anak menjadi cenderung lebih posesif.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PENGERTIAN NARKOBA

A.       Narkoba

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat berbahaya. Mereka bukanlah makanan dan minuman yang mengenyangkan. Akan tetapi membahayakan terhadap pemakainya kalau disalahgunakan. Narkoba bisa digunakan oleh para ahli seperti dokter dan tidak diperjualbelikan secara bebas, karena akan membahayakan bagi para pemakainya dan dilarang oleh pemerintah berdasarkan undang-undang.

Narkotika secara farmakologik adalah opioida. Akan tetapi menurut undang-undang nomor 22 tahun 1997, narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun bukan sintetis yang dapat menyebabkan perubahan atau penurunan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi atau penurunan kesadaran, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Narkotika terdiri dari 3 golongan :

Golongan I

Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai sensasi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan.

Contoh : Heroin, Kokain, Ganja.

Golongan II

Narkotika  yang berkhasiat pengobatan, digunakan sebagai pilihan dan dapat digunakan dalam terapi dan atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi yang mengekibatkan ketergantungan.

Contoh : Morfin, Petidin.

Golongan III

Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan mengakibatkan ketergantungan.

Contoh : Codein.

BAB III

JENIS – JENIS NARKOBA

Narkoba bisa dibuat dalam berbagai bentuk. Ada yang berupa pil, cairan, serbuk, dan sebagainya. Namun sekarang ada juga narkoba yang dibentuk menjadin permen berwarna-warni dan beraneka rasa. Warnanya menarik dan rasanya manis. Permen berisi narkoba yang termakan akan menimbulkan rasa pusing dan sempoyongan. Dan seperti jenis narkoba lainnya, permen ini bisa membuat orang kecanduan. Karena bentuknya seperti permen yang menarik dan manis, ada kemungkinan dipasarkan di lingkungan anak-anak. Ada baiknya untuk menasehati anak-anak supaya lebih berhati-hati lagi, terutama pada saat membeli jajanan dan waspada terhadap orang yang menawari panganan dengan gratis.

Narkotika termasuk jenis narkotika terutama opiate atau candu. Opiate yang dihasilkan heroin atau putaw menimbulkan perasaan seperti melayang, perasaan enak atau senang luar biasa yang disebut euporia. Tetapi ketergantungannya sangat tinggi dan menyebabkan kematian. Bahan Opioda yang sering disalahgunakan adalah :

a.         Candu

Candu adalah getah tanaman vavaper somniferum didapat dengan cara menyadap buah yang masak. Getah yang keluar berwarna putih dan dinamai lates. Getah ini dibiarkan mengering pada permukaan buah sehingga berwarna coklat kehitaman dan sesudah diolah akan menjadi suatu adonan yang menyerupai aspal lunak. Inilah yang dinamakan candu mentah atau candu kasar. Candu kasar mengandung bermacam – macam zat aktif yang sering disalahgunakan. Pemakaiannya dengan cara dihisap.

b.        Morfin

Kata “morfin” berasal dari kata Morpheu, dewa mimpi dalam mitologi Yunani.  Morfin adalah hasil olahan dari opium candu mentah. Morfin merupakan alkaloida (agen aktif) utama dari opium (C17H19NO3).  Morfin yang rasanya pahit ini bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk menghilangkan sakit. Efek samping morfin antara lain adalah penurunan kesadaran, euporia, rasa kantuk, lesu, dan penglihatan kabur.

c.         Kokain

Kokain adalah senyawa sintetis buatan yang memicu metabolisme menjadi sangat cepat.  Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika selatan; dimana daun dari tanaman ini biasanya dikunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan “efek stimulan”.

Saat ini Kokain masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksif-nya juga membantu. Kokain diklasifikasikan sebagai suatu narkotika, bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif.  Kokain berupa kristal putih, rasanya sedikit pahit dan lebih mudah larut. Nama jalanan Kokain adalah koka, coke, happy dust, chalie, srepet, snow.

d.        Codein

Codein termasuk garam / turunan dari opium / candu. Efek codein lebih rendah daripada heroin dan potensinya untuk menimbulkan ketergantungan rendah. Biasanya dijual dalam bentuk pil dan cairan jernih. Cara pemakaiannya ditelan atau disuntikan.

e.         Halusinogenik

Halusinogenik adalah obat psikotropika yang bekerja dengan menimbulkan perasaan halusinasi atau khayalan. Halusinogen disebut sebagai psikodelik atau psikotomimetik karena disamping menyebabkan halusinasi juga menyebabkan hilangnya kontak dengan realitas dan suatu peninggian kesadaran.

Berikut ini gejala intoksikasi :

–           Perilaku maladaptif (depersonalisasi, ilusi, direalisasi, halusinasi, dsb)

–           Dilatasi pupil

–           Takikardia

–           Berkeringat

–           Pandangan kabur

–           Tremor

Zat-zat yang termasuk kelompok halusinogenik, yaitu sebagai berikut :

a.         Ganja

Ganja atau mariyuana (cannabis), mengakibatkan timbulnya halusinasi sehingga pengguna tampak senang berkhayal.  Semua bagian dari tanaman mengandung kanabiod psikoaktif tanaman cannabis biasanya dipotong, dikeringkan, dipotong kecil-kecil dan digulung menjadi rokok disebut joints.

b.        Lycergik Acid Dhietilamide (LSD)

Lycergik Acid Dhietilamide (LSD) dibuat dari lysergic-acid, yang ditemukan di sejenis jamur yang tumbuh di gandum dan tumbuhan padi-padian lainnya. Bentuk fisik zat ini sangat beragam yang masing-masing tergantung pada proses pembuatannya. Bentuk yang umum antara lain : tablet, cairan bening, seperti kertas pengering tinta, seperti agar-agar berbentuk kotak tipis.

c.         Stimulan

Yang termasuk kelompok stimulan misalnya ekstasi dan shabu-shabu, dapat menimbulkan pengaruh yang bersifat merangsang sistem syaraf  pusat sehingga menimbulkan rangsangan secar fisik dan psikis.

 

BAB IV

PENDERITAAN ORANG MEMAKAI NARKOBA

Akibat yang Ditimbulkan pada Fisik dan Psikis

Pada dasarnya manusia hidup di dunia dengan melakukan dua pilihan yaitu hal yang baik dan hal yang buruk, penyalahgunaan narkoba adalah salah satu perbuatan yang buruk karena melakukan hal tersebut tidak dapat menguntungkan sedikitpun bagi manusia tetapi malah sebaliknya akan sangat merugikan.

Adapun beberapa akibat fisik adalah kerusakan otak, gangguan hati, ginjal, paru-paru dan penularan HIV / AIDS melalui penggunaan jarum suntik secara bergantian. Sebagai contoh, sekitar 70 persen pengguna narkoba suntikan di Cina tertular HIV / AIDS. Sedangkan di Indonesia sejak beberapa tahun terakhir ini jumlah kasus HIV /AIDS yang tertular melalui penggunaan jarum suntik tampak semakin tajam dikalangan pemakai narkotika. Akibat lain juga timbul sebagai komplikasi cara penggunaan narkoba melalui suntikan, misalnya infeksi pembuluh darah dan penyumbatan pembuluh darah.

Selain akibat tersebut di atas juga dapat terjadi pengaruh bterhadap irama hidup yang sangat terlihat jelas seperti, makan, minum, mandi, tidur, dan masalah kesehatan dan kebersihan.

Akibat psikis yang mungkin terjadi ialah sikap yang apatis, euporia, emosi labil, depresi, kecurigaan yang berlebihan yang tanpa disadari, kehilangan control perilaku, sampai bahkan mengalami gangguan jiwa (sakit jiwa). Akibat fisik dan psikis tersebut dapat menimbulkan akibat lebih yang mungkin mengganggu hubungan sosial dengan orang lain, dan acapkali pula merugikan orang lain. Sebagai contoh, perkelahian, kecelakaan, lalu lintas yang terjadi karena perilaku tidak berada dalam keadaan normal, baik secara fisik maupun psikis.

Jenis Narkotika yang paling sering digunakan orang Indonesia pada akhir-akhir ini yaitu:

1.        Heroin atau Putaw

Gejala dan efek samping yang ditimbulkan :

–       Kejang-kejang

–       Mual

–       Hidung dan mata yang selalu berair

–       Kehilangan nafsu makan dan cairan tubuh

–       Mengantuk

–       Cadel, berbicara tidak jelas

–       Tidak dapat berkonsentrasi

Sakau atau sakit karena putaw terjadi apabila si pemakai putus menggunakan putaw, yaitu membiarkan si pemakai melewati masa sakau atau obat. Gejala sakau :

–       Mata dan hidung berair

–       Tulang-tulang terasa ngilu

–       Rasa gatal dibawah kulit seluruh badan

–       Sakit perut / diare dan kedinginan

Tanda-tanda dari pemakai yang sedang ketagihan adalah :

–       Kesakitan dan kejang-kejang

–       Kram perut dan menggelepar

–       Hidung berlendir

–       Kehilangan nafsu makan

–       Kekurangan cairan tubuh

2.        Kokain

Gejala dan efek samping yang ditimbulkan :

–       Denyut jantung cepat

–       Agitasi psikomotor / gelisah

–       Euforia / rasa gembira berlebihan

–       Rasa harga diri meningkat

–       Banyak bicara

–       Kewaspadaan meningkat

–       Kejang

–       Pupil (manik mata) melebar

–       Tekanan darah meningkat

–       Berkeringat / rasa dingin

–       Mual / muntah

–       Mudah berkelahi

–       Psikosis

–       Perdarahan darah otak

–       Penyumbatan pembuluh darah

–       Nystagmus horisontal / mata bergerak tak terkendali

–       Distonia (kekakuan otot leher)

3.        Ganja atau Mariyuana ( Cannabis )

Gejaladan efek samping yang ditimbulkan :

–       Pikiran akan menjadi lambat

–       Kehilangan konsentrasi

–       Meningkatnya denyut nadi

–       Keseimbaangan dan koordinasi yang buruk

–       Ketakutan dan rasa panik

–       Depresi

4.        Ekstasi

Efek samping yang ditimbulkan oleh pemakai ekstasi adalah :

–       Diare

–       Rasa haus yang berlebihan

–       Hiperaktif

–       Sakit kepala dan pusing

–       Menggigil yang tidak terkontrol

–       Detak jantung yang cepat dan sering mual disertai muntah-muntah

–       Hilangnya nafsu makan

–       Gelisah tidak bisa diam

–       Pucat dan berkeringat

–       Syaraf otak terganggu

–       Tulang dan gigi keropos

–       Denyut nadi yang menjadi cepat

–       Menimbulkan paranoid dan halusinasi

Dalam beberapa kasus reaksi dari zat-zat ini menimbulkan kematian.

5.        Shabu-shabu

Efek samping yang ditimbulkan oleh pemakai shabu-shabu adalah :

–       Gelisah dan tidak bisa diam

–       Tidak bisa tidur

–       Tidak bisa makan

–       Dalam jangka panjang pemakaian fungsi otak terganggu dan bisa berakhir dengan kegilaan

–       Paranoid

–       Lever terganggu

Gejala pemakai yang putus memakai shabu-shabu adalah :

–       Cepat marah

–       Tidak tenang

–       Cepat lelah

–       Tidak bersemangat / ingintidur terus

6.        Valium

Efek samping yang ditimbulkan oleh pemakai valium adalah :

–       Menurunkan kemampuan berpikir

–       Sifat masa bodoh

–       Kurang bertanggung jawab

–       Kurang kesadaran

–       Bila digukan bersamaan dengan obat penenang lain dapat meningkatkan efek pernapasan

7.        Benzodiazepin ( Nipam, BK, Megadon, dll )

Efek samping yang ditimbulkan oleh pemakai nipam adalah :

–       Bicara cadel

–       Jalan sempoyongan

–       Wajah kemerehan

–       Banyak bicara

–       Mudah marah

–       Gangguan pemusatan perhatiaan

8.        Alkohol

Minuman-minuman beralkohol banyak akan menimbulkan :

–       Kerusakan hati, jantung, pancreas, dan peradangan lambung

–       Menimbulkan turunnya daya ingat

–       Kemampuan penilaian

–       Kemampuan belajar dan gangguan jiwa tertentu

–       Perasaan mudah tersinggung

–       Perhatian terhadap lingkungan terganggu

–       Berani dan agresif

–       Tidak terkontrol yang akan menimbulkan tindakan moral yang lebih parah lagi akan dapat menimbulkan tindakan pidana atau kriminal

Tanda-tanda kemungkinan penyalahgunaan narkotika dan zat adalah sebagai berikut :

a.         Tubuh

–       Berat badan turun drastis

–       Mata terlihat cekung dan merah, muka pucat dan bibir kehitam – hitaman

–       Tangan penuh dengan bintik – bintik merah, seperti bekas gigitan nyamuk dan ada tanda bekas luka sayatan, goresan diperubashan warna kulit di bekas suntikan

–       Buang air besar dan kecil kurang lancar, sembelit atau sakit perut tampak alasan jelas

b.        Emosi

–       Sangat sensitif dan cepat bosan

–       Bila ditegur atasu dimarahi, dia malah menunjukkan sikap membangkang

–       Emosinya naik turun dan tidaka ragu untuk memukul orang atau berbicara kasar terhadap enggota keluarga atau orang sekitarnya

–       Nafsu makan tidak menentu

c.         Perilaku

–       Malas dan sering melupakan tanggung jawab dan tugas – tugas rutinnya;

–       Menunjukkan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga;

–       Sering bertemu dengan orang yang tidak dikenal keluarga, pergi tanpa pamit dan pulang lewat tengah malam.

–       Suka mencuri uang di rumah, sekolah, ataupun tempat bekerja dan menggadaikan barang-barang berharga di rumah. Begitupun dengan barang-barang berharga miliknya, banyak yang hilang

–       Selalu kehabisan uang

–       Waktunya di rumah kerapkali dihabiskan di kamar tidur, kloset, gudang, ruang yang gelap, kamar mandi, atau tempat-tempat sepi lainnya

–       Takut akan air jika terkena akan terasa sakit, karena itu mereka jadi malas mandi

–       Sering batuk-batuk dan pilek berkepanjangan, biasanya terjadi pada saat gejala “putus zat”

–       Sikapnya cenderung jadi manipilatif dan tiba-tiba tampak manis bila ada maunya, seperti Pada saat membutuhkan uang untuk beli obat

–       Sering berbohong dan ingkar janji dengan berbagai macam alasan

–       Mengalami jantung berdebar-debar

–       Sering menguap

–       Mengeluarkan air mata berlebihan

–       Mengeluarkan keringat berlebihan

–       Sering mengalami mimpi buruk

–       Mengalami nyeri kepala

–       Mengalami nyeri / ngilu sendi-sendi

Demikianlah gejala-gejala penderitaan yang dialami oleh pemakai narkoba. Dari efek pemakai narkoba tersebut, dapat kita ketahui secara umum bahwa akibat memakai narkoba adalah sebagai berikut :

1.        Narkoba dapat merusak otak

Karena bahan aktif yang terkandung didalamnya dapat merusak sel-sel syaraf di otak yang berfungsi menyimpan daya ingat, menyaring dan mengolah informasi akibatnya pemakai narkoba bisa mengalami kesulitan dalam mengingat sesuatu, kata dan berfikir.

2.        Narkoba dapat menyerang daya kontrol diri

Karena narkoba menyerang bagian-bagian di otak yang berfungsi untuk mengolah informasi, maka pada akhirnya kemampuan untuk konsentrasi dan kesadaran waktu juga ikut rusak. Bahkan bagi para pecandu usia muda, ada kemungkinan terserang keinginan untuk berperilaku dan memberontak terhadap lingkungannya.

3.        Narkoba dapat meracuni paru-paru

Ada lebih 400 bahan kimia berbahaya yang terkandung dalam narkoba suatu bahan kimia tersebut dapat menghasilkan efeek negatif yang sama dengan efek yang dihasilkan dari bahan tar pada rokok filter, bisa dibayangkan sangat merusak dan bisa mematikan pemakai narkoba teersebut.

4.        Narkoba dapat mempengaruhi aspek kesehatan

Salah satu yang berbahaya ialah daya ketahanan tubuh kita dalam berperang melawan enfeksi ikut kena serangan imbas narkoba. Resiko mengalami gangguan mental sangvat besar, diantaranyayang sudah sering terjadi adalah depresi. Sindrom apatis yang dihasilkan narkoba.

5.        Narkoba dapat membuat kecanduan

Gejala yang umumnya terjadi adalah hilangnya selera makan, gangguan tidur, turunnya berat badan dan pusing kepala. Secara psikologis juga pemakai dapat mengalami ketergantungan pada narkoba, seperti adanya pikiran bahwa memakai narkoba adalah salah satunya jalan supaya dapat bersikap santai, mengurangi stress dan merasa baik. Padahal memakai narkoba justru akan memperburuk masalah yang ada.

DAFTAR PUSTAKA

Kurniawati, Rengganis. Ferdiana, Deni. 2007. Pemakai Narkoba Memikul Derita PT. Sinergi Pustaka Indonesia Bandung.

 

Sumber lain

www. spirita.or.id

www.kapanlagi.cim

www.kompas.com

 

 

 

 

 

 

 

 

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

PERANAN TAMAN PENDIDIKAN AL QUR’AN DALAM PENDIDIKAN AGAMA PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR Studi Kasus di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Nurusshobah Desa Palasari Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor

PERANAN TAMAN PENDIDIKAN AL QUR’AN

DALAM PENDIDIKAN AGAMA

PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR

Studi Kasus di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Nurusshobah

Desa Palasari Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor

Karya Ilmiah

Disusun oleh :

Entin Sutinah

NIM : 10011037172

PJJ S1 PGSD UHAMKA

JAKARTA

2011

DAFTAR ISI

BAB I              PENDAHULUAN                                                                   HAL

– Latar Belakang Masalah ……………………………….

– Perumusan Masalah …………………………………….

 

BAB II             KAJIAN TEORI

– Pengertian TPA, Visi dan Misi TPA, Tujuan dan ……..

Target TPA, serta Kurikulum TPA

– Pelaksanaan KBM di TPA ……………………………..

 

BAB III            METODOLOGI  PENELITIAN

– Waktu dan tempat penelitian, populasi dan sampel ……

dan teknik pengumpulan data

– Teknik Analisis Data ……………………………………

– Tujuan dan manfaat penelitian …………………………

serta sistematika penulisan

 

BAB IV           HASIL PENELITIAN …………………………………

 

BAB V             PENUTUP

– Kesimpulan dan saran ………………………………….

 

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.           Latar Belakang Masalah

Pendidikan terhadap anak-anak sangat diperhatikan dalam Islam, karena Islam memandang bahwa setiap anak dilahirkan dengan membawa fitrah (potensi) yang di kembangkan melalui pendidikan. Pendidikan Agama mempunyai fungsi dan peran yang lebih besar daripada pendidikan umumnya.

Di Indonesia pendidikan Agama adalah bagian integral dari pendidikan nasional sebagai satu kesatuan. DalamUndang-UndangRINo. 20 tahun 2003 dijelaskan bahwa :

“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”[1]

Dari tujuan pendidikan nasional tersebut dapat dipahami bahwa salah satu ciri manusia Indonesiaadalah beriman dan bertakwa serta berakhlak mulia. Tujuan ini hanya dapat dicapai melalui Pendidikan Agama yang intensif dan efektif[2].  Untuk hal ini pemerintah juga telah menetapkan peraturan tentang pendidikan keagamaan yaitu pada pasal 30 Undang-Undang RI No. 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional. Pada ayat 3 dan 4 pasal 30 Undang-Undang tersebut di jelaskan bahwa: “Pendidikan keagamaan dapat diselenggarakan pada jalur pendidikan formal, non formal dan informal. Pendidikan Keagamaan berbentuk pendidikan Diniyah, Pesantren, dan bentuk lain yang sejenis.[3]

Adanya peraturan tersebut menunjukan bahwa pemerintah juga memberikan perhatian yang besar terhadap pendidikan Agama. Realisasi dari peraturan tersebut salah satunya dapat dilihat dari berkembangnya sebuah lembaga Pendidikan non formal berupa TPA yaitu lembaga pendidikan non formal keagamaan untuk anak usia Sekolah Dasar. Keberadaan TPA diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk menghadapai tantangan yang tengah dihadapi Umat Islam di Indonesia.

Tantangan yang sedang dihadapi umat Islam di Indonesia saat ini terutama pada bidang Pendidikan dan moral keagamaan antara lain sebagai berikut :

  1. Meningkatnya angka kebodohan Umat Islam (terutama generasi mudanya) dalam membaca Al Qur’an. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya lemahnya perhatian orang tua dalam membimbing putra-putrinya secara langsung, khususnya dalam pengajaran baca tulis Al Qur’an
  2. Lemahnya sistem pendidikan agama pada jalur formal. Hal ini antara lain disebabkan karena sempitnya jam pelajaran agama sementara bahan pengajaran cukup luas.[4]

Pertumbuhan dan perkembangan TPA cukup pesat dan semarak diIndonesia. Hal itu menunjukan adanya sambutan dan dukungan yang cukup baik dari masyarakat dan juga menunjukan kepedulian Umat dalam upaya pewarisan dan penanaman nilai keimanan dan ketakwaan bagi generasi mendatang. Keberadaan dan pertumbuhan lembaga tersebut cukup strategis ditengah-tengah tantangan umat Islam dan tuntutan pembangunan bangsa yang menempatkan asas keimanan dan ketaqwaan (IMTAQ) sebagai asas utamanya, disamping asas ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

Berdasarkan deskripsi diatas, penulis berusaha menganalisis peran TPA sebagai lembaga pendidikan non formal jenis keagamaan yang menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai sumber utamanya dalam pendidikan agama pada anak-anak sekolah dasar (SD) yang juga merupakan usia kelompok TPA itu sendiri.

 

  1. PERUMUSAN MASALAH
  1. Bagaimana peran TPA Nurusshobah dalam pendidikan agama pada anak usia Sekolah Dasar?
  2. Seberapa besarkah peran TPA Nurusshobah dalam pendidikan agama pada anak usia Sekolah Dasar?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

KAJIAN TEORI

 

  1. PengertianTamanPendidikan Alquran (TPA)

TPA adalah lembaga pendidikan dan pengajaran Islam di luar sekolah untuk anak-anak usia SD (7-12 tahun). Waktu atau jam belajar mengajar TPA berlangsung sore hari, yaitu sebelum dan sesudah waktu zuhur atau sebelum dan sesudah waktu ashar.

  1. Visi, Misi, Tujuan, dan Target TPA
    1. Visi TPA yaitu menyiapkan generasi Qur’ani menyongsong masa depan gemilang.
    2. Misi TPA yaitu misi pendidikan dan dakwah islamiyah.
    3. Tujuan dan target TPA yaitu untuk menyiapkan anak didiknya agar menjadi generasi Qurani.

Untuk tercapainya tujuan ini, TPA perlu merumuskan pula target-target operasionalnya. Dalam waktu kurang lebih 1 tahun diharapkan setiap anak didik akan memiliki kemampuan :

–         Membaca Al Quran dengan benar sesuai dengan kaidah ilmu tajwid.

–         Melakukan shalat dengan baik dan terbiasa hidup dalam suasana yang islami.

–         Hafal beberapa surat-surat pendek, ayat-ayat pilihan dan do’a sehari-hari.

–         Menulis huruf Al Quran

  1. Kurikulum TPA

Penyusunan kurikulum TPA mengacu pada asas-asas sebagai berikut:[5]

  1. Asas Agamis bersumber dari Al Quran dan Hadits
  2. Asas filosofis berdasarkan pada sila pertama pancasila
  3. Asas sosio cultural bersumber pada kenyataan bahwa mayoritas bangsaIndonesiaberagama Islam
  4. Asas Psikologis, secara psikologis Usia 4-12 tahun cukup kondusif untuk menerima bimbingan membaca dan menghafal Al-Quran, serta pemahaman nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

GBPP TPA dapat diuraikan sebagai berikut :

  1. 1.      Tujuan Kurikulum TPA[6]
  1. Santri dapat mengagumi dan mencintai Al Quran sebagai bacaan istimewa dan pedoman utama.
  2. Santri dapat terbiasa membaca Al Quran dengan lancer dan fasih serta memahami hukum-hukum bacaannya berdasarkan kaidah ilmu tajwid.
  3. Santri dapat mengajarkan shalatlimawaktu dengan tata cara yang benar dan menyadarinya sebagai kewajiban sehari-hari
  4. Santri dapat menguasai hafalan sejumlahsuratpendek, ayat pilihan, dan doa harian.
  5. Santri dapat mengembangkan perilaku sosial yang baik sesuai tuntunan Islam dan pengalaman pendidikannya.
  6. Santri dapat menulis huruf arab dengan baik dan benar.

 

  1. 2.      Materi Pelajaran TPA

–         Materi Pokok

  1. Bacaan Iqra
  2. Hafalan Bacaan shalat
  3. Bacaansuratpendek
  4. Latihan praktek shalat dan amalan ibadah shalat
  5. Bacaan tadarus bittartil
  6. Ilmu tajwid
  7. Hafalan ayat pilihan
  8. Tahsinul kitabah

–         Materi Penunjang

  1. Doa dan adab harian
  2. Dinul Islam (pengetahuan dasar akidah, syariah dan akhlak)
  3. Muatan lokal seperti bahasa Arab praktis

 

  1. 3.      Metode Pengajaran

–         Ceramah

–         Tanya jawab

–         Demontrasi

–         Latihan / drill

–         Pemberian tugas

–         Sosio drama

–         Kerja kelompok

  1. 4.      Evaluasi (Munaqasah )

Evaluasi adalah suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan sampai sejauh mana tujuan pengajaran yang telah dicapai siswa (Norman E. Gronliund / 1976 yang dikutip oleh Ngalim Purwanto)[7]

Secara umum, evaluasi memiliki 3 macam fungsi, yaitu:

  1. Mengukur kemajuan
  2. Menunjang penyusunan rencana
  3. Memperbaiki / menyempurnakan kembali

Adapun fungsi evaluasi secara khusus adalah sebagai berikut:[8]

  1. Secara Psikologis

–         bagi peserta didik yaitu untuk mengenal kapasitas dan status dirinya

–         bagi pendidik yaitu untuk mengetahui kepastian hasil usahanya

  1. Secara didaktik

–         bagi peserta didik yaitu sebagai dorongan perbaikan dan peningkatan prestasi

–         bagi pendidik yaitu fungsi diagnostik, penempatan, selektif, bimbingan dan instruksional.

  1. Secara administratif yaitu untuk memberikan laporan data dan gambaran keberhasilan.

Berdasarkan fungsi evaluasi tersebut, evaluasi / munaqasah di TPA dibagi menjadi 4 tahap:[9]

  1. Munaqasah awal untuk mengetahui sejauh mana kemampuan santri yang baru masuk dan akan ditempatkan untuk memulai IQRA berapa
  2. Munaqasah harian atau sewaktu-waktu, dilakukan karena santri akan pindah halaman dari IQRA 1-6 atau akan pindah ayat atau halaman pada Al Quran dan juga untuk hafalan santri
  3. Munaqasah persemester, dilaksanakan untuk mengisi raport bentuknya : lisan dan praktek shalat
  4. Munaqasah menjelang wisuda.

 

  1. 5.      Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)

Pelaksanaan KBM harian di TPA meliputi 4 kegiatan yaitu :

  1. Pengelolan Kelas

Pengelolaan kelas dapat dimulai dengan membagi santri menjadi beberapa kelas, untuk TPA, pembagian kelas semaksimal mungkin berdasarkan kesamaan tingkat kelas di SD/MI.

  1. Kegiatan pembukaan (Klasikal awal)

Materi : Doa-doa pembukaan dan materi tambahan

  1. Kegiatan inti terdiri dari 2 tahap yaitu :

–         klasikal kelompok : hafalan dan doa harian

–         klasikal perorangan : baca IQRA dan menulis

  1. Kegiatan pentup (Klasikal akhir)

Kegiatannya diarahkan pada upaya menciptakan suasana menyenangkan dan mempererat keakraban diantara mereka. Akhir pertemuan ditutup dengan doa dan harus dibiasakan agar anak-anak pulang tertib.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

METODOLOGI  PENELITIAN

Dalam melakukan penelitian, penulis melakukan kerja lapangan untuk mengumpulkan data yang diperlukan, adapun rancangan penelitiannya adalah sebagai berikut:

  1. Waktu dan tempat penelitian

Waktu penelitian     : Penelitian lapangan dilakukan selama 1 minggu

Tempat penelitian          : TPA Nurusshobah

Desa Palasari Kecamatan Cijeruk Kabupaten

Bogor

  1. Populasi dan sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh santri TPA Nurusshobah usia sekolah dasar yang berjumlah 58 anak dari populasi tersebut diambil sampel sebanyak 30 anak secara acak. Sampel tersebut adalah santri baru (20 santri) dan kelompok kedua adalah santri lama (10 santri). Kepala TPA Nurusshobah dan sejumlah guru yang ada juga menjadi sampel dalam penelitian ini.

  1. Teknik Pengumpulan Data
  1. Observasi

Dengan cara mendatangi langsung objek penelitian yaitu TPA Nurusshobah. Dengan teknik ini penulis ingin mendapatkan informasi yang akurat tentang keadaan santri dan kegiatannya, proses belajar mengajar, serta sarana dan prasarana yang ada

  1. Angket atau daftar pertanyaan

Angket adalah seperangkat pertanyaan atau pernyataan yang harus dijawab atau dilengkapi oleh responden. Responden dalam penelitian ini adalah 30 santri TPA Nurusshobah Usia sekolah Dasar, dengan angket ini peneliti ingin memperoleh data tentang materi pendidikan yang diajarkan di TPA Nurusshobah dan metode yang dipakai dalam mengajarkan materi-materi tersebut.

Angket yang diajukan bersifat tertutup, artinya responden hanya memilih jawaban yang disediakan, opsi jawaban hanya dua yaitu “Ya” dan “tidak”.

 

Adapun bentuk angket tersebut adalah sebagai berikut :

  1. A.     Pendidikan Baca Tulis dan Hafalan Al-Qur’an.

 

No.

Pertanyaan

Ya

Tidak

1

Apakah adik-adik diajarkan membaca iqro’ jilid 1-6?    

2

Apakah adik-adik diajarkan membaca al-qur’an dengan tartil?    

3

Apakah adik-adik diajarkan cara menulis huruf tunggal dan angka arab?    

4

Apakah adik-adik diajarkan cara menulis huruf tunggal di awal, tengah, dan akhir?    

5

Apakah adik-adik diajarkan cara menulis huruf sambung?    

 

  1. B.     Pendidikan Akhlak.

 

No

Pertanyaan

Ya

Tidak

1

Apakah adik-adik diajarkan do’a dan adab memulai belajar atau mengaji?    

2

Apakah adik-adik diajarkan do’a dan adab sebelum dan sesudah makan?    

3

Apakah adik-adik diajarkan do’a dan adab sebelum dan bangun tidur?    

4

Apakah adik-adik diajarkan do’a dan adab masuk dan keluar masjid?    

5

Apakah adik-adik diajarkan do’a dan adab masuk dan keluar WC?    

 

 

  1. C.     Pendidikan Aqidah.

No

Pertanyaan

Ya

Tidak

1

Apakah adik-adik diajarkan dua kalimat syahadat?    

2

Apakah adik-adik diajarkan rukun iman?    

3

Apakah adik-adik diajarkan asmaul husna?    

4

Apakah adik-adik diajarkan nama-nama malaikat dan tugasnya?    

5

Apakah adik-adik diajarkan nama-nama kitab dan nabi yang menerimanya?    

 

 

  1. D.    Pendidikan Ibadah

 

 

No

Pertanyaan

Ya

Tidak

1

Apakah adik-adik diajarkan niat wudlu dan do’a sesudah wudlu?    

2

Apakah adik-adik diajarkan tata cara berwudlu?    

3

Apakah adik-adik diajarkan lafadz adzan dan iqomah?    

4

Apakah adik-adik diajarkan niat dan bacaan-bacaan do’a dalam sholat?    

5

Apakah adik-adik diajarkan tata cara sholat?    

 

  1. 3.      Wawancara (Interview)

Teknik wawancara ini dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada kepala TPA Nurusshobah dan beberapa guru berkenaan dengan sejarah berdirinya TPA Nurusshobah dan perkembangannya, materi dan metode yang digunakan dalam proses belajar mengajar wawancara ini bertujuan untuk memperoleh data yang tidak didapatkan melalui observasi dan angket.

Adapun pedoman wawancaranya adalah sebagai berikut :

  1. Sejarah singkat dan tujuan beridirinya TPA Nurusshobah
  1. Tahun berapa TPA Nurusshobah berdiri?
  2. Siapakah pendiri TPA Nurusshobah ini?
  3. Bagaimana sejarah berdirinya TPA ini dan bagaimana perkembangannya hingga sekarang?
  4. Apa tujuan didirikannya TPA ini?
  5. Bagaimana hasil pengajaran TPA ini dilihat dari hasil evaluasi yang dilakukan?
  6. Hingga saat ini sudah berapa kali TPA ini melaksanakan wisuda bagi para santrinya?
  7. Berapa santri yang mengikuti acara wisuda pada tahun ini?
  1. Pelaksanaan Pengajaran TPA Nurusshobah
  1. Kapan waktu dilaksanakannya proses belajar mengajar di TPA ini?
  2. Materi apa saja yang diajarkan di TPA ini?
  3. Bagaimana proses belajar mengajar di TPA ini?
  4. Bagaimana proses evaluasi di TPA ini?
  5. Bagaimana kegiatan belajar mengajar pada bulan ramadhan?
  1. Hasil Pengajaran TPA Nurusshobah
  1. Teknik Analisis Data

Langkah pertama penganalisisan data dalam penelitian ini adalah pengidentifikasian data dengan cara perekapitulasian data dari data yang masih tersebar persubjek menjadi suatu format rekapitulasi dalam bentuk tabel persentase. Setelah itu data diolah dengan rumus persentase yaitu:

   

F

N

 
      P = x 100 %
   

Keterangan:      P          = Prosentase

F          = Frekuensi

N         = Jumlah responden

100      = Konstanta

Setelah mendapatkan hasil persensentase, langkah selanjutnya adalah memasukkan data ke dalam tabel persentase. Agar memudahkan dalam membuat tabel,untuk jawaban “YA” diberi kode 0 dan untuk jawaban “TIDAK” diberi kode 1. Berdasarkan tabel persentase tersebut, peneliti menginterpretasi/menafsirkan data untuk mengetahui hasil penelitian ini, dengan ketentuan:

0 % – 25 %      adalah kurang berperan

26 % – 50 %    adalah cukup berperan

51 % – 75 %    adalah berperan

76 % – 100 %  adalah sangat berperan

 

 

 

4.  Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah:

  1. Untuk mengetahui bagaimana peran TPA Nurusshobah dalam pendidikan agama bagi santri-santrinya.
  2. Untuk mengetahui proses kegiatan belajar mengajar TPA Nurusshobah dalam pendidikan agama.

Adapun manfaat penelitian ini adalah:

  1. Sebagai bahan perbandingan antara peran TPA Nurusshobah dalam pendidikan agama bagi anak usia sekolah dasar dengan lembaga-lembaga TPA yang lain.
  2. Sebagai bahan acuan bagi TPA Nurusshobah khususnya dalam meningkatkan perannya sebagai lembaga pendidikan Islam.

 

5.  Teknik Penulisan

Untuk memudahkan penulisan karya ilmiah ini, maka penulis membaginya menjadi 5 Bab, yaitu:

BAB I:       Pendahuluan terdiri dari

    1. Latar Belakang Masalah,
    2. Perumusan  Masalah.

BAB II:      Berisi kajian teori tentang Taman Pendidikan Alquran,meliputi:pengertian TPA,visi dan misi TPA,tujuan dan target TPA, kurikulum TPA dan pelaksanaan KBM di TPA.

 

BAB III:     Membahas tentang metode penelitian yang terdiri dari waktu dan tempat penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, tujuan dan manfaat penelitian serta sistematika penulisan.

BAB IV:     Berisi hasil penelitian yaitu peranan TPA Nurusshobah dalam pendidikan baca tulis  dan hafalan al-qur’an , akhlak, aqidah dan ibadah.

BAB V: Kesimpulan hasil penelitian dan saran-saran penulis untuk TPA Nurusshobah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

HASIL PENELITIAN

ANGKET

Data yang diperoleh dari angket dibuat rekapitulasi ke dalam bentuk tabel.

Tabel Hasil Penelitian Peranan TPA Nurusshobah dalam Pendidikan Agama Pada Anak Usia Sekolah Dasar

Responden

Pendidikan BTQ & Hafalan

Pend. Akhlaq

Pend. Aqidah

Pend. Ibadah

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

1

0

0

0

1

0

0

0

0

0

0

1

0

0

0

1

0

0

1

0

0

2

0

0

0

1

0

0

0

0

1

0

1

0

0

0

1

0

0

1

0

0

3

0

0

0

1

0

0

0

0

1

0

0

0

1

0

0

0

1

1

0

0

4

0

0

0

1

1

1

0

0

0

0

0

0

1

0

0

0

1

1

0

0

5

0

0

0

1

1

1

0

0

0

0

1

0

1

0

0

0

1

1

0

0

6

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

1

0

0

0

0

7

0

1

0

1

0

0

0

0

1

0

0

0

0

0

1

1

0

0

0

0

8

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

0

1

0

0

0

0

0

9

0

0

0

0

1

1

0

0

0

0

0

0

1

0

1

0

1

1

0

0

10

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

0

0

1

0

0

11

0

1

0

1

0

0

0

0

1

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

1

12

0

1

0

1

0

0

0

0

1

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

13

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

1

0

0

0

1

0

1

1

0

0

14

0

0

0

0

1

0

0

0

0

0

0

0

1

0

0

0

1

0

0

0

15

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

0

1

0

1

1

0

0

16

0

0

0

0

1

1

0

0

1

0

0

0

0

1

1

1

0

1

0

0

17

0

0

0

1

0

0

0

0

1

0

1

0

0

1

0

0

0

1

0

0

18

0

1

0

1

0

0

0

0

1

0

1

0

0

0

0

0

0

1

0

1

19

0

1

0

1

0

0

0

0

1

0

0

0

0

0

1

1

0

0

0

0

20

0

0

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

1

0

0

0

0

0

21

0

0

0

1

0

0

0

0

0

0

1

0

0

0

1

0

1

1

0

0

22

0

1

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

1

0

1

0

1

1

0

1

23

0

1

0

1

0

1

0

0

1

0

0

0

1

1

0

1

1

1

0

1

24

0

1

0

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

0

1

0

0

25

0

1

0

0

1

0

0

0

1

0

0

0

0

0

1

1

0

1

0

0

26

0

0

0

1

1

1

0

0

1

0

0

0

0

1

0

1

1

1

0

0

27

0

0

0

1

0

1

0

0

1

0

0

0

0

0

0

1

1

1

0

0

28

0

1

0

1

1

0

0

0

1

0

0

0

0

0

1

0

1

1

0

0

29

0

1

0

1

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

1

0

1

0

0

30

0

1

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

1

0

1

0

0

Jumlah

30

15

30

10

20

23

30

30

15

30

20

30

20

25

12

19

17

8

30

26

Persentase

100

50

100

33,3

66 ,6

76,6

100

100

50

100

66,6

100

66,6

83,3

40

63,3

56,6

26,6

100

86,6

Rata-rata %

69,99%

85,33%

71,33%

66,66%

Nilai

berperan

sangat berperan

berperan

berperan

 

Dari tabel diatas diperoleh penafsiran sebagai berikut:

  1. Pendidikan baca tulis dan hafalan Alquran mendapatkan rata-rata persentase 69,99 % yang berarti pendidikan baca tulis dan hafalan Alquran berperan dalam pendidikan agama pada anak usia sekolah dasar.
  2. Pendidikan akhlaq mendapatkan rata-rata persentase 85,33 % yang berarti pendidikan akhlaq sangat berperan dalam pendidikan agama pada anak usia sekolah dasar.
  3. Pendidikan aqidah mendapatkan rata-rata persentase 71,33 % yang berarti pendidikan aqidah berperan dalam pendidikan agama pada anak usia sekolah dasar.
  4. Pendidikan ibadah mendapatkan rata-rata persentase 66,66 % yang berarti pendidikan ibadah berperan dalam pendidikan agama pada anak usia sekolah dasar.

– Hasil Wawancara

  1. Sejarah singkat dan tujuan berdirinya TPA Nurusshobah

TPA Nurusshobah didirikan pada tahun 1996.pendirinya yaitu Bapak Encep Basuni Hidayat dan Bapak H.Badrudin.Sejarah berdirinya TPA Nurusshobah bermula dari keinginan Bapak Encep dan Bapak H.Badrudin selaku pendiri TPAuntuk meningkatkan kualitas pendidikan agama yang ada di lingkungan setempat.selain itu juga karena ada beberapa factor yang mendukung untuk didirikannya sebuah TPA di lingkungan desa palasari. beberapa faktor pendukung tersebut diantaranya jumlah penduduk yang semakin meningkat,adanya sumber daya manusia yang dapat dimanfaatkan sebagai tenaga guru yang berasal dari masyarakat setempat sehingga mengurangi pengangguran yang ada di desa palasari.Selain itu tersedianya fasilitas serta dukungan dari masyarakat yang agamis sehingga sampai saat ini masyarakat setempat sangat berminat untuk menyekolahkan anaknya di TPA Nurusshobah.Hal itu menjadikan TPA Nurusshobah dapat berkembang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai oleh TPA Nurusshobah yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik kepada Allah SWT.

  1. Pelaksanaan pengajaran di TPA Nurusshobah

Proses belajar mengajar dilaksanakan setelah shalat dzuhur.Materi yang diajarkan yaitu bacaan iqra,hafalan bacaan shalat,bacaan surat pendek,latihan praktek shalat,ilmu tajwid,Alquran,akhlaq,fiqih,tarikh islam dan bahasa arab.Proses belajar mengajar cukup kondusif karena lokasinya tidak terlalu dekat pinggir jalan sehingga jauh dari kebisingan dan para santri pun dapat belajar dengan tenang.Untuk evaluasi dilaksanakan secara harian atau persemester.Jika pada bulan Ramadhan,  kegiatan belajar mengajar dikurangi waktunya yang biasanya KBM berlangsung lima hari menjadi tiga hari dan klasikal yang diberikan lebih banyak tentang hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan di bulan Ramadhan.

  1. Hasil pengajaran di TPA Nurusshobah

Hasil pengajaran di TPA Nurusshobah cukup memuaskan.Hal itu dapat dilihat dari hasil evaluasi yang diperoleh para santri hasilnya cukup bagus dan sampai saat ini TPA Nurusshobah telah melaksanakan wisuda sebanyak sebelas kali.Untuk tahun ini santri yang akan mengikuti wisuda sebanyak dua puluh satu santri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

PENUTUP

–         Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis menyimpulkan bahwa keberadan TPA Nurusshobah memang sangat berperan dalam meningkatkan pendidikan agama terutama pada anak usia sekolah dasar yang berada di lingkungan setempat. Dengan adanya lembaga sekolah non formal seperti TPA Nurusshobah dapat mempermudah terwujudnya fungsi dan tujuan pendidikan nasional serta pendidikan keagamaan.

–         Saran

Penulis memberikan saran agar lembaga sekolah jenis keagaman seperti TPA Nurusshobah ini dapat terus meningkatkan mutu pendidikannya agar peserta didik dapat memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan menjadi ahli ilmu agama yang berwawasan luas,kritis,kreatif,inovatif dan dinamis dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang beriman,bertaqwa dan berakhlaq mulia.

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

–         Darajat,Zakiah,Prof.Dr.,Meodik Khusus Pengajaran Agama Islam,Jakarta:Bumi Aksara,2001.cet.ke-2

–        Mamsudi,AR,Drs.,Panduan Manajemen dan Tata Tertib TK/TP Alquran,Jakarta:LPPTKA BKPRMI,1999

–         Purwanto,Ngalim,M.Drs.,Prinsip-prinsip dan Evaluasi Pengajaran,Bandung:Remaja Rosdakarya,2002,cet.ke-11

–         Sudijono,Anas,Prof.Dr.,Pengantar Statistik Pendidikan,Jakarta:Grafindo Persada,2006.Ed.1.cet.ke-16

–         Syamsudin,U.MZ,Panduan Kurikulum dan Pengajaran TKA-TPA,Jakarta:LPPTKA BKPRMI Pusat,2004.Ed-Rev.

 


[1].  Undang-undang Republik Indonesia No. 22 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidiakan Nasional,   BAB II pasal 3 tentang Dasar, fungsi dan tujuan.

[2] . Dr. Zakiah Drajat, Metodik Khusus Pengjaran Agama Islam, (Jakarta : Bumi Aksara, 2001), cet. Ke-2 hal 171

[3] .Undang-UndangRI

[4] . Syamsudin MZ. Kebijaksanaan Umum dan Kait Sukses Pengelolaan TK/TPA, (Jakarta : LPPTK BKPRNI DKI JAYA, 1996), cet. Ke-3 hal. 8-10

[5] . U. Syamsudin, MZ. Panduan Kurikulum dan Pengajaran TKA-TPA, (Jakarta: LPPTKA BKPRMI pusat, 2004) hal, 15-21

[6] . ibid. hal: 35-46

[7]. Ngalim, M. Purwanto, Prinsip-prinsip dan Evaluasi Pengajaran (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002), cet. Ke-II. Hal. 3

[8]. Sudjono, Anas, Porf. DR. Pengantar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Grafindo Persada, 2005), cet. Ke-5, hal. 15

[9].Mamsudi,AR, Drs., Panduan Manajemen dan Tatatertib TK/TP Al Quran, (Jakarta: LPPTKA BKPRMI, 1999), hal. 30-31

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS IV SD DALAM ILMU PENGETAHUAN ALAM DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA

MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS IV SD DALAM ILMU PENGETAHUAN ALAM DENGAN MENGGUNAKAN ALAT PERAGA

 

 

KARYA ILMIAH

 

 

 

 

 

 

Disusun oleh :

Entin Sutinah

NIM: 1001037172

 

PJJ S1 PGSD UHAMKA

JAKARTA

2011

DAFTAR ISI

 

.

Daftar Isi                                                                                                            Halaman

 

BAB I               PENDAHULUAN                                                                              2

  1. Latar belakang masalah                                                                 3
  2. Rumusan masalah                                                                         4

 

BAB II              KAJIAN TEORI

  1. Hakekat Belajar IPA                                                                    5
  2. Alat Peraga (Alat Bantu Pelajaran)                                             6-7

 

BAB III             METODOLOGI PENELITIAN                                                       8-9

 

 

BAB IV             HASIL PENELITIAN                                                                   10-11

 

 

BAB V               KESIMPULAN DAN SARAN                                                        12

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Lampiran

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 1

PENDAHULUAN

 

  1. A.                 Latar belakang masalah

Peningkatan mutu pendidikan merupakan fokus perhatian dalam rangka memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM) Berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan terus menerus dilakukan baik oleh pemerintah,maupun masyarakat diantaranya dilakukannya upaya-upaya inovasi di bidang pendidikan dan pembelajaran.

Proses belajar mengajar pelajaran IPA di sekolah dasar dilaksanakan tergantung pada kondisi sekolahnya,baik metodenya maupun media belajarnya.Secara umum pengajaran IPA masih disampaikan dengan metode ceramah atau diskusi.Hanya sedikit yang menggunakan metode demonstrasi.Semua itu terkendala pada ketersediaan media pembelajaran,apalagi SD di daerah terpencil guru hanya mengandalkan sepenuhnya pada buku paket yang bersumber dari dinas pendidikan nasional.

Meskipun masalah pendidikan begitu kompleks,namun pada akhirnya dalam kondisi tertentu semua itu bermuara pada peranan guru dalam memainkan seluruh komponen pendidikan secara harmonis,yang akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.Salah satu komponen peningkatan mutu di SD adalah sarana dan prasarana pendidikan termasuk dididalamnya penggunaan media belajar atau alat peraga pendidikan.

Kedudukan alat peraga dalam pembelajaran cukup menentukan,sebab meskipun seorang guru dalam melaksanakan proses pembelajaran telah menguasai materi dengan baik dan sudah menggunakan metode yang tepat,tetapi jika tidak memanfaatkan alat peraga,terlebih lagi untuk SD,maka tujuan pembelajaran tidak dapat dicapai secara optimal.

 

 

 

  1. B.     Rumusan Masalah

Kurangnya pemahaman siswa dalam pelajaran IPA menyebabkan rendahnya prestasi belajar siswa pada pelajaran tersebut.Hal ini dipengaruhi beberapa faktor yakni dari kemampuan profesional guru,kemampuan siswa,sarana prasarana pendukung pembelajaran yang tidak kalah pentingnya adalah penggunaan alat peraga dalam proses belajar mengajar,penggunaan alat peraga yang masih kurang berdampak pada rendahnya pencapaian prestasi belajar siswa.Untuk itu perlu diupayakan agar guru dapat menggunakan alat peraga dalam meningkatkan pemahaman siswa sehingga prestasi belajar siswa dapat meningkat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

KAJIAN TEORI

  1. 1.      Hakekat belajar IPA
    1. Pengertian sains

Sains adalah pengetahuan yang telah diuji kebenarannya melalui metode ilmiah (hakekat sains h.l).Sains dipandang sebagai suatu cara atau metode untuk dapat mengamati sesuatu,dalam hal ini adalah dunia (Nash,2003).Dari kedua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa sains adalah suatu cara atau metode untuk mendapatkan pengetahuan dengan mengamati sesuatu yang ada di dunia ini dan pengetahuan yang diperoleh tersebut dapat diuji kembali kebenarannya melalui metode ilmiah.

Untuk memahami sains haruslah melalui berbagai pemahaman yaitu (Bernal,2002):

–             Sains sebagai institusi diartikan sebagai suatu kelembagaan imajiner,kelembagaan dari bidang profesi tertentu seperti :bidang profesi hukum,bidang kedokteran,bidang pendidikan dan sebagainya.

–             Sains sebagai suatu metode yaitu sebagai suatu proses yang masih terus berkembang atau berubah.Metode sains terdiri dari sejumlah kegiatan baik mental maupun manual, termasuk observasi, eksperimen, klarifikasi, pengukuran dan sebagainya.

–             Sains sebagai kumpulan pengetahuan.Pengetahuan sains merupakan kumpulan kebenaran yang tidak mutlak dan jumlahnya pun semakin berkembang karena kebenarannya dapat diperiksa setiap saat oleh orang lain ataupun diulang observasinya.

–             Sains sebagai faktor pengembang produksi.

–             Sains sebagai salah satu faktor utama yang mempengaruhi kepercayaan dan sikap.

–             Pengertian sains ternyata mengalami perkembangan dari zaman ke zaman.Pada mulanya sains merupakan pengetahuan biasa,lambat laun pengertiannya berubah menjadi pengetahuan yang rasional lepas dari takhayul,kemudian berkembang lagi menjadi pengetahuan yang didapat dari metode ilmiah.

 

  1. Nilai-nilai sains

Sains mempunyai banyak nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Nilai-nilai yang terkandung dalam sains adalah sebagai berikut:

  1. Nilai-nilai sosial dari sains terdiri dari nilai etika dan estetika,nilai moral humaniora,nilai ekonomi.
  2. Nilai-nilai pedagogik/psikologis dari sikap mencintai kebenaran, menyadari kebenaran ilmu tidak mutlak,keyakinan bahwa tatanan alam bersifat teratur,bersifat toleran terhadap orang lain,bersikap ulet,sikap teliti dan hati-hati,sikap ingin tahu,dan sikap optimis.

 

  1. 2.      Alat Peraga (Alat Bantu Pelajaran)
  2. Pengertian alat peraga

Suatu alat peraga adalah sebagai perantara , pengantar pesan dari pengirim pesan.Dalam kaitannya dengan pembelajaran,alat peraga adalah sesuatu yang dapat menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima pesan sehingga dapat merangsang pilkiran,perasaan,perhatian dan minat siswa sehingga terjadi proses belajar.

Dengan penggunaan alat peraga yang tepat dapat menambah pengalaman belajar seorang siswa dalam satu periode pengajaran dan mempercepat seluruh proses pelatihan.

  1. Macam-macam bentuk alat peraga

Menurut Rustaman (2003),berdasarkan jenisnya alat peraga dapat dikelompokkan sebagai berikut :

–         Media asli hidup seperti akuarium dengan ikan dan tumbuhannya,Terrarium dengan hewan darat dan tumbuhannya,kebun binatang dengan hewan yang ada,kebun percobaan,insektarium berupa kotak kaca yang berisi serangga.

–         Media asli mati misalnya herbarium,taksidermi,awetan dalam botol,bio plastic dan diorama.

–         Media asli benda tak hidup contohnya berbagai contoh batuan mineral,kereta api,pesawat terbang,mobil,gedung dan papan temple.

–         Media asli tiruan atau model contohnya model irisan bagian dalam bumi,model penampang melintang batang dikotil,penampang daun,model torso tubuh manusia yang dapat dilepas dan dipasang kembali,model globe,model atom,model DNA dan lain-lain.

–         Mediagrafis misalnya program radio,program MP3,tape recorder,piringan hitam,CD,kaset

–         Media pandang dengar misalnya VCD,TV,Slide bersuara.

–         Media proyeksi terdiri dari proyeksi diam misalnya slide.

–         Proyeksi gerak misalnya film atau gambar bergerak

–         Media cetak misalnya buku cetak,Koran.

  1. Manfaat alat peraga

–         Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistik (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka).

–         Mengatasi keterbatasan ruang,waktu dan daya indra

–         Memudahkan pemahaman siswa terhadap bahan pelajaran yang disajikan dengan alat peraga

–         Meningkatkan perhatian siswa terhadap pelajaran yang sedang berlangsung

–         Meningkatkan aktifitas siswa dalam proses belajar mengajar

–         Mempertinggi daya ingat siswa terhadap pelajaran yang telah dipelajarinya

 

 

 

 

 

 

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

 

  1. Waktu dan Tempat Penelitian

Waktu penelitian           : 1 Minggu

Tempat penelitian          : SDN Tajurhalang 01

Desa Tanjungsari Kecamatan Cijeruk KabupatenBogor

  1. Subjek penelitian :seluruh siswa kelas IV SDN Tajurhalang 01
  2. Teknik pengumpulan data
  3. Observasi dengan melakukan praktek mengajar di SDN Tajurhalang 01 selama 2 hari
  4. Tes tertulis
  5. Teknik analisis data

Langkah pertama penelitian di mulai dengan membuat RPP tentang perpindahan energi panas dengan metode ceramah dan Tanya jawab.

Selanjutnya melakukan praktek mengajar dan memberikan evaluasi tahap pertama terhadap seluruh siswa berupa tes tertulis.

Langkah kedua penelitian dimulai dengan membuat RPP tentang perpindahan energi panas dengan metode demonstrasi dan diskusi.Selanjutnya melakukan praktek mengajar dan memberikan evaluasi tahap kedua berupa tes tertulis.Evaluasi tahap kedua dilaksanakan untuk membandingkan hasil evaluasi dengan tahap pertama.

  1. Tujuan dan manfaat penelitian

– Tujuan penelitian ini adalah :

  1. Untuk meningkatkan pemahaman siswa pada pelajaran IPA melalui penggunaan alat peraga
  2. Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa pada pelajaran IPA

– Manfaat penelitian ini adalah :

  1. Meningkatkan pemahaman siswa karena siswa senang belajar dengan menggunakan alat peraga.
  2. Memberikan motivasi bagi guru untuk selalu menggunakan alat peraga agar prestasi siswa dapat meningkat
    1. Sistematika penulisan

Untuk memudahkan penulisan karya ilmiah ini,maka penulis membaginya menjadi 5 bab.yaitu :

BAB I         : Pendahuluan

  1. Latar belakang masalah
  2. Rumusan masalah

BAB II       : Berisi kajian teori yang terdiri dari 2 sub bab,yaitu

  1. Hakekat belajar IPA
  2. Pengertian sains
  3. Nilai-nilai sains
    1. Alat Peraga (Alat Bantu Pelajaran)
      1. Pengertian alat peraga
      2. Macam-macam alat peraga
      3. Manfaat alat peraga

BAB III      : Membahas tentang metodologi penelitian yang terdiri dari :

  1. waktu dan tempat penelitian
  2. subjek penelitian
  3. teknik pengumpulan data
  4. teknik analisis data
  5. tujuan dan manfaat penelitian
  6. sistematika penulisan

BAB IV     :Berisi hasil penelitian

BAB V       :Kesimpulan dan saran

 

 

 

 

 

BAB IV

HASIL PENELITIAN

 

  1. Hasil Observasi

Dari hasil observasi tahap pertama menggambarkan pembelajaran yang dirancang adalah pembelajaran yang kurang aktif.Siswa lebih banyak mendengarkan penjelasan dari guru dan kurang merespon pertanyaan yang di ajukan oleh guru.Sedangkan observasi tahap kedua menggambarkan pembelajaran yang aktif dan kreatif karena siswa ikut berpartisifasi dalam kegiatan percobaan.Siswa juga aktif berdiskusi dengan temannya untuk menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan kegiatan percobaan.

  1. Hasil Tes tertulis

Pada kegiatan akhir observasi tahap pertama dilakukan evaluasi berupa tes tertulis untuk mengukur kemampuan daya serap siswa.Pada evaluasi tahap pertama skor rata-rata siswa dapat dilihat pada tabel berikut:

 

No

Skor

Jumlah Siswa

Jumlah Skor

1

4

8

12

2

5

10

50

3

6

12

72

4

7

9

63

5

8

6

48

Jumlah

45

245

 

Skor rata-rata siswa adalah 245 : 45 = 5,44

Hasil belajar siswa yang tergolong rendah ini disebabkan Karena kurang tertariknya siswa terhadap materi pelajaran.

Selanjutnya pada kegiatan akhir observasi tahap kedua dilkukan evaluasi berupa tes tertulis untuk mengukur daya serap siswa.Pada evaluasi tahap kedua skor rata-rata siswa dapat dilihat pada tabel berikut :

No

Skor

Jumlah Siswa

Jumlah Skor

1

5

2

10

2

6

15

90

3

7

16

112

4

8

10

80

5

9

2

18

Jumlah

45

310

 

Skor rata-rata siswa adalah 310 : 45 =6.88

Dari hasil evaluasi tahap kedua tersebut,daya serap siswa mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahap pertama.Peningkatan ini diduga karena kegiatan pembelajaran pada tahap kedua lebih menarik dan menggunakan alat peraga serta menggunakan metode yang lebih kreatif yaitu metode demonstrasi dan diskusi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

  1. A.     Kesimpulan

Berdasarkan hasil yang diperoleh selama melaksanakan penelitian dapat di simpulkan bahwa penggunaan alat peraga ternyata dapat meningkatkan pemahaman siswa sehingga prestasi belajar siswa pun semakin meningkat.Selain itu penggunaan alat peraga juga dapat meningkatkan minat siswa untuk mengikuti kegiatan pembelajaran sehingga dapat tercipta kegiatan pembelajaran yang aktif,kreatif dan menyenamgkan.

 

  1. B.     Saran

Penulis memberikan saran agar dalam memberikan materi pelajaran, khususnya pelajaran IPA, diharapkan guru menggunakan alat peraga karena dapat meningkatkan minat, motivasi dan hasil belajar siswa. Selain itu, guru harus membiasakan mempresentasikan hasil kerja siswa di depan kelas kemudian mengomentari kekurangan dan kelebihan hasil kerja siswa tersebut agar siswa termotivasi untuk lebih meningkatkan prestasi belajarnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. Arsyad Azhar. 2003. Media Pembelajaran.Jakarta, PT. Raja Cerapindi Persada
  2. Depdiknas. Dirjen Dikdasmen Direktorat. Pendidikan Lanjutan Pertama. 2005. Hakekat Sains.Jakarta
  3. Djamarah, Syaiful Bahri, 1994, Prestasi Belajar dan Kompetensi Guru.Surabaya: Usaha Nasional
  4. Sardiman A.M, 1990, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengejar.Jakarta: Rajawali Pers
  5. Susilo Herawati, 1999, Peta Konsep, Alat Pembelajaran Yang Penting Untuk Pembelajaran Sains dengan Filosofi Konstruktivisme,Malang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran I

LEMBAR OBSERVASI PEMBELAJARAAN

Mata Pelajaran/Topik  
Kelas/Sekolah  
Nama Pengajar  

 

TAHAP ASPEK

INDIKATOR

HASIL OBSERVASI

KEGIATAN AWAL

Apersepsi dan motivasi

  1. Apa yang dilakukan guru peserta untuk menggali pengetahuan awal atau memotivasi siswa?
  2. Bagaimana respon siswa? Apakah bertanya tentang sesuatu masalah  terkait dengan apa yang disajikan guru peserta pada kegiatan awal?
 
KEGIATAN INTI

 

Materi Ajar:

  1. Apakah guru peserta memberikan penjelasan umum tentang materi ajar atau prosedur kegiatan yang harus dilakukan oleh siswa?
  2. Bagaimana keterkaitan antara pembelajaran dengan realita kehidupan, lingkungan dan pengetahuan lainnya?
 
Pengelolaan sumber belajar/ media
  1. Apakah guru peserta terampil dalam memanfaatkan dan mampu memanipulasi media pembelajaran?
  2. Bagaiaman interaksi siswa dalam sumber belajar/media
 
Strategi pembelajaran
  1. Apakah proses pembelajaran dilaksanakan dengan strategi yang sesuai secara lancar?
  2. Apakah siswa dapat mengikuti alur kegiatan belajar?
  3. Bagaimana cara guru peserta memberikan arahan yang mendorong siswa untuk bertanya, berpikir dan beraktivitas?

10.Apakah siswa aktif melakukan kegiatan fisik dan mental berpikir? Berapa banyak siswa yang aktif belajar?

 
KEGIATAN PENUTUP

 

Penguatan/konsolidarsi

11.Bagaimana cara guru peserta memberikan penguatan, dengan mereviu, merangkum atau menyimpulkan?

12.Apakah guru peserta memberi tugas rumah untuk remedial atau penguatan

 
Evaluasi
  1. Bagaimana cara guru peserta melakukan evaluasi pembelajaran?
  2. Bagaimana ketuntasan belajar siswa?
 
KOMENTAR OBSERVASI Keterlaksanaan skenario pembelajaran berdasarkan RPP:

 

 

 

Pelajaran berharga yang dapat dipetik oleh observer:

 

 

 

Lain-lain:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lampiran II

 

RPP tahap pertama

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Mata Pelajaran                         : IPA

Kelas / Semester                      : IV / 2

Alokasi Waktu                         : 2 X 35 menit

 

  1. Standar Kompetensi

Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya delam kehidupan sehari-hari

  1. Kompetensi dasar

Mendiskusikan energi panas dan bunyi yang terdapat dilingkungan sekitar serta sifat-sifatnya.

  1. Indikator
  • Menyebutkan sumber-sumber energi panas
  • Menjelaskan macam-macam perpindahan panas

 

  1. Tujuan Pembelajaran
  • Siswa dapat menyebutkan sumber-sumber energi panas
  • Siswa dapat menjelaskan macam-macam perpindahan panas
  1. Materi Pokok
  • Sumber energi panas
  • Perpindahan panas
  1. Metode Pembelajaran

Ceramah (informasi), Tanya jawab

  1. Langkah-langkah Pembelajaran
    1. Kegiatan Awal
  • Berdo’a
  • Mengabsen siswa
  • Apersepsi
  • Menyampaikan tujuan pembelajaran
  1. Kegiatan inti
  • Guru menjelaskan tentang sumber-sumber energi panas
  • Siswa menyebutkan penggunaan energi panas dalam kehidupan sehari-hari.
  • Guru memberikan contoh percobaan sederhana untuk membuktikan timbulnya panas dari gesekan benda dengan menggesekan kedua telapak tangan
  • Siswa merangkum tentang perpindahan panas yang terdapat pada buku sumber
  • Guru bersama siswa melakukan Tanya jawab tentang perpindahan panas
  1. Kegiatan akhir
  • Siswa mengerjakan latihan tes tertulis
    • Guru memberikan penilaian terhadap hasil kerja siswa
  1. Alat / bahan / sumber belajar
  • KTSP 2006
  • Buku IPA kelasIVSD
  1. Penilaian : Tes tertulis
    1. Soal

Jawablah Pertanyaan berikut ini!

  1. Apa saja sumber panas itu?
  2. Sebutkan kegunaan energi panas dalam kehidupan sehari-hari!
  3. Apa yang menghambat timbulnya panas pada gesekan benda?
  4. Apakah energi panas dapat berpindah? Bagaimana caranya?
  5. Jelaskan perpindahan panas, dengan cara konduksi, konveksi dan radiasi?
  6. Jawaban
  7. Api, gesekan benda, dan matahari
  8. Untuk memasak, menjalankan mesin, menjemur pakaian, memusnahkan sampah dan lain-lain
  9. Pemberian cairan atau pelumas pada permukaan benda menyebabkan lambannya timbul panas.
  10. Ya, energi panas dapat berpindah-pindah dengan cara konduksi, konveksi atau radiasi
    1. –   Perpindahan panas dengan cara konduksi adalah peristiwa perpindahan panas yang memerlukan suatu zat/medium tanpa disertai adanya perpindahan bagian-bagian zat/medium tersebut. Misalnya, sendok terasa panas saat digunakan untuk mengaduk kopi panas.

–         Perpindahan panas dengan cara konveksi adalah perpindahan pans dengan disertai aliran zat perantaranya. Misalnya pada saat memasak air. Air yang pans akan bergerak naik

–         Perpindahan panas dengan cara radiasi adalah perpindahan panas tanpa medium perantara, misalnya, panas matahari sampai kebumi dan panas apu dapat kita rasakan.

  1. Skor penilaian

Skor makasimal = 5×2 = 10

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

RPP tahap kedua

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Mata Pelajaran                         : IPA

Kelas / Semester                      : IV / 2

Alokasi Waktu                         : 2 X 35 menit

 

  1. Standar Kompetensi

Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya delam kehidupan sehari-hari

  1. Kompetensi dasar

Mendiskusikan energi panas dan bunyi yang terdapat dilingkungan sekitar serta sifat-sifatnya.

  1. Indikator
  • Mendemonstrasikan adanya perpindahan panas
  1. Tujuan Pembelajaran
  • Siswa dapat menjelaskan perpindahan panas melalui kegiatan percobaan
  1. Materi Pokok
  • Perpindahan panas
  1. Metode Pembelajaran

Demonstrasi,diskusi

  1. Langkah-langkah Pembelajaran

1.Kegiatan Awal

  • Berdo’a
  • Mengabsen siswa
  • Apersepsi
  • Memberikan motivasi dengan memberikan pertanyaan sebagai berikut:
  1. Bagaimana biasanya keadaan cuaca di siang hari?
  2. Apa yang kamu rasakan pada tubuhmu saat kamu berjemur di bawah terik matahari?
    1. Adakah sumber panas selain matahari?

2.   Kegiatan inti

  • Guru mempersiapkan alat dan bahan percobaan
  • Siswa diminta menyebutkan alat dan bahan yang dipersiapkan oleh guru dan menyebutkan kegunaannya
  • Guru menjelaskan langkah kerja kegiatan percobaan yang akan dilakukan
  • Siswa melakukan kegiatan percobaan dengan bimbingan guru
  • Siswa mendiskusikan hasil percobaan dengan menjawab pertanyaan tentang hasil kegiatan percobaan bersama temannya
  • Beberapa siswa membacakan hasil diskusi tentang kegiatan percobaan tersebut di depan kelas
  • Guru memberikan komentar tentang hasil diskusi siswa
  1. Kegiatan akhir
  • Siswa mengerjakan latihan tes tertulis
  • Guru memberikan penilaian terhadap hasil kerja siswa
  • Siswa bersama guru menyimpulkan hasil pembelajaran
  1. Alat / bahan / sumber belajar
  • KTSP 2006
  • Buku IPA kelasIVSD
  • Gelas
  • Sendok logam
  • Kopi / susu
  • Air panas
  • Lilin
  • Mentega
  • Kawat 20 cm dan balok kayu setinggi lilin
  1. Penilaian : Tes Tertulis
    1. Soal

Jawablah Pertanyaan berikut ini!

  1. Sebutkan 3 macam cara perpindahan panas!
  2. Tuliskan dan jelaskan contoh perpindahan panas secara konduksi!
  3. Tuliskan dan jelaskan contoh perpindahan panas secara konveksi!
  4. Tuliskan dan jelaskan contoh perpindahan panas secara radiasi!
  5. Terjadi proses perpindahan panas secara  apakah pada saat mengaduk kopi panas?
    1. Jawaban
    2. konduksi,konveksi,dan radiasi
    3. Salah satu contohnya yaitu pada saat mengaduk kopi panas,sendok akan terasa panas karena adanya proses perpindahan panas secara konduksi (jawaban anak bisa beragam).
    4. Salah satu contohnya yaitu pada saat memasak air.air akan bergerak naik                   karena adanya proses perpindahan panas secara konveksi (jawaban anak bisa beragam).
    5. Salah satu contohnya yaitu pada saat menjemur pakaian.pakaian akan kering jika dijemur dibawah terik matahari karena adanya proses perpindahan panas secara radiasi dari panas matahari yang sampai ke bumi (jawaban anak bisa beragam)
    6. Secara konduksi.
      1. Skor penilaian

Skor makasimal = 5×2 = 10

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Lembar Kegiatan Percobaan

 

Perpindahan Panas

Tujuan : Membuktikan bahwa panas dapat berpindah

 

Alat dan bahan

–         lilin

–         sendok logam

–         kawat ± 20 cm

–         balok kayu setinggi lilin

–         mentega

–         gelas

–         kopi

–         air panas

 

Langkah Kerja

  1. Nyalakan lilin
  2. letakkan mentega pada sendok kemudian dekatkan mentega pada api lilin, apa yang terjadi?
  3. Letakkan kawat di atas balok. Balok menyangga di tengah-tengah kawat. Tempelkan mentega pada salah satu ujung kawat.
  4. Bakarlah ujung kawat yang lain perhatikan apa  yang terjadi?
  5. Masukkan kopi ke dalam gelas kemudian masukkan air panas ke dalam gelas lalu aduk dengan memakai sendok logam. Apa yang kamu rasakan pada saat mengaduk?
  6. Dekatkan tangan kamu di depan lilin. Apa yang kamu rasakan pada tangan mu?

 

 

 

Diskusikan hasil kegiatan percobaan tersebut dengan menjawab pertanyaan berikut ini!

  1. Ketika mentega kamu dekatkan ke api, apa yang terjadi?
  2. Apa yang terjadi pada mentega di ujung kawat ketika ujung kawat yang lain dipanasi dengan api?
  3. Apa yang kamu rasakan ketika tangan kamu didekatkan ke lilin tanpa menyentuh api lilin tersebut?
  4. Apa yang dapat kamu simpulkan mengenai sifat panas dari kegiatan tersebut?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Karya Ilmiah

PERANAN TAMAN PENDIDIKAN AL QUR’AN

DALAM PENDIDIKAN AGAMA

PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR

Studi Kasus di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Nurusshobah

Desa Palasari Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor

Karya Ilmiah

Disusun oleh :

Entin Sutinah

NIM : 10011037172

PJJ S1 PGSD UHAMKA

JAKARTA

2011

DAFTAR ISI

BAB I              PENDAHULUAN                                                                   HAL

– Latar Belakang Masalah ……………………………….

– Perumusan Masalah …………………………………….

 

BAB II             KAJIAN TEORI

– Pengertian TPA, Visi dan Misi TPA, Tujuan dan ……..

Target TPA, serta Kurikulum TPA

– Pelaksanaan KBM di TPA ……………………………..

 

BAB III            METODOLOGI  PENELITIAN

– Waktu dan tempat penelitian, populasi dan sampel ……

dan teknik pengumpulan data

– Teknik Analisis Data ……………………………………

– Tujuan dan manfaat penelitian …………………………

serta sistematika penulisan

 

BAB IV           HASIL PENELITIAN …………………………………

 

BAB V             PENUTUP

– Kesimpulan dan saran ………………………………….

 

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A.           Latar Belakang Masalah

Pendidikan terhadap anak-anak sangat diperhatikan dalam Islam, karena Islam memandang bahwa setiap anak dilahirkan dengan membawa fitrah (potensi) yang di kembangkan melalui pendidikan. Pendidikan Agama mempunyai fungsi dan peran yang lebih besar daripada pendidikan umumnya.

Di Indonesia pendidikan Agama adalah bagian integral dari pendidikan nasional sebagai satu kesatuan. DalamUndang-UndangRINo. 20 tahun 2003 dijelaskan bahwa :

“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”[1]

Dari tujuan pendidikan nasional tersebut dapat dipahami bahwa salah satu ciri manusia Indonesiaadalah beriman dan bertakwa serta berakhlak mulia. Tujuan ini hanya dapat dicapai melalui Pendidikan Agama yang intensif dan efektif[2].  Untuk hal ini pemerintah juga telah menetapkan peraturan tentang pendidikan keagamaan yaitu pada pasal 30 Undang-Undang RI No. 20 tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional. Pada ayat 3 dan 4 pasal 30 Undang-Undang tersebut di jelaskan bahwa: “Pendidikan keagamaan dapat diselenggarakan pada jalur pendidikan formal, non formal dan informal. Pendidikan Keagamaan berbentuk pendidikan Diniyah, Pesantren, dan bentuk lain yang sejenis.[3]

Adanya peraturan tersebut menunjukan bahwa pemerintah juga memberikan perhatian yang besar terhadap pendidikan Agama. Realisasi dari peraturan tersebut salah satunya dapat dilihat dari berkembangnya sebuah lembaga Pendidikan non formal berupa TPA yaitu lembaga pendidikan non formal keagamaan untuk anak usia Sekolah Dasar. Keberadaan TPA diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif untuk menghadapai tantangan yang tengah dihadapi Umat Islam di Indonesia.

Tantangan yang sedang dihadapi umat Islam di Indonesia saat ini terutama pada bidang Pendidikan dan moral keagamaan antara lain sebagai berikut :

  1. Meningkatnya angka kebodohan Umat Islam (terutama generasi mudanya) dalam membaca Al Qur’an. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya lemahnya perhatian orang tua dalam membimbing putra-putrinya secara langsung, khususnya dalam pengajaran baca tulis Al Qur’an
  2. Lemahnya sistem pendidikan agama pada jalur formal. Hal ini antara lain disebabkan karena sempitnya jam pelajaran agama sementara bahan pengajaran cukup luas.[4]

Pertumbuhan dan perkembangan TPA cukup pesat dan semarak diIndonesia. Hal itu menunjukan adanya sambutan dan dukungan yang cukup baik dari masyarakat dan juga menunjukan kepedulian Umat dalam upaya pewarisan dan penanaman nilai keimanan dan ketakwaan bagi generasi mendatang. Keberadaan dan pertumbuhan lembaga tersebut cukup strategis ditengah-tengah tantangan umat Islam dan tuntutan pembangunan bangsa yang menempatkan asas keimanan dan ketaqwaan (IMTAQ) sebagai asas utamanya, disamping asas ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

Berdasarkan deskripsi diatas, penulis berusaha menganalisis peran TPA sebagai lembaga pendidikan non formal jenis keagamaan yang menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai sumber utamanya dalam pendidikan agama pada anak-anak sekolah dasar (SD) yang juga merupakan usia kelompok TPA itu sendiri.

 

  1. PERUMUSAN MASALAH
  1. Bagaimana peran TPA Nurusshobah dalam pendidikan agama pada anak usia Sekolah Dasar?
  2. Seberapa besarkah peran TPA Nurusshobah dalam pendidikan agama pada anak usia Sekolah Dasar?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

KAJIAN TEORI

 

  1. PengertianTamanPendidikan Alquran (TPA)

TPA adalah lembaga pendidikan dan pengajaran Islam di luar sekolah untuk anak-anak usia SD (7-12 tahun). Waktu atau jam belajar mengajar TPA berlangsung sore hari, yaitu sebelum dan sesudah waktu zuhur atau sebelum dan sesudah waktu ashar.

  1. Visi, Misi, Tujuan, dan Target TPA
    1. Visi TPA yaitu menyiapkan generasi Qur’ani menyongsong masa depan gemilang.
    2. Misi TPA yaitu misi pendidikan dan dakwah islamiyah.
    3. Tujuan dan target TPA yaitu untuk menyiapkan anak didiknya agar menjadi generasi Qurani.

Untuk tercapainya tujuan ini, TPA perlu merumuskan pula target-target operasionalnya. Dalam waktu kurang lebih 1 tahun diharapkan setiap anak didik akan memiliki kemampuan :

–         Membaca Al Quran dengan benar sesuai dengan kaidah ilmu tajwid.

–         Melakukan shalat dengan baik dan terbiasa hidup dalam suasana yang islami.

–         Hafal beberapa surat-surat pendek, ayat-ayat pilihan dan do’a sehari-hari.

–         Menulis huruf Al Quran

  1. Kurikulum TPA

Penyusunan kurikulum TPA mengacu pada asas-asas sebagai berikut:[5]

  1. Asas Agamis bersumber dari Al Quran dan Hadits
  2. Asas filosofis berdasarkan pada sila pertama pancasila
  3. Asas sosio cultural bersumber pada kenyataan bahwa mayoritas bangsaIndonesiaberagama Islam
  4. Asas Psikologis, secara psikologis Usia 4-12 tahun cukup kondusif untuk menerima bimbingan membaca dan menghafal Al-Quran, serta pemahaman nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

GBPP TPA dapat diuraikan sebagai berikut :

  1. 1.      Tujuan Kurikulum TPA[6]
  1. Santri dapat mengagumi dan mencintai Al Quran sebagai bacaan istimewa dan pedoman utama.
  2. Santri dapat terbiasa membaca Al Quran dengan lancer dan fasih serta memahami hukum-hukum bacaannya berdasarkan kaidah ilmu tajwid.
  3. Santri dapat mengajarkan shalatlimawaktu dengan tata cara yang benar dan menyadarinya sebagai kewajiban sehari-hari
  4. Santri dapat menguasai hafalan sejumlahsuratpendek, ayat pilihan, dan doa harian.
  5. Santri dapat mengembangkan perilaku sosial yang baik sesuai tuntunan Islam dan pengalaman pendidikannya.
  6. Santri dapat menulis huruf arab dengan baik dan benar.

 

  1. 2.      Materi Pelajaran TPA

–         Materi Pokok

  1. Bacaan Iqra
  2. Hafalan Bacaan shalat
  3. Bacaansuratpendek
  4. Latihan praktek shalat dan amalan ibadah shalat
  5. Bacaan tadarus bittartil
  6. Ilmu tajwid
  7. Hafalan ayat pilihan
  8. Tahsinul kitabah

–         Materi Penunjang

  1. Doa dan adab harian
  2. Dinul Islam (pengetahuan dasar akidah, syariah dan akhlak)
  3. Muatan lokal seperti bahasa Arab praktis

 

  1. 3.      Metode Pengajaran

–         Ceramah

–         Tanya jawab

–         Demontrasi

–         Latihan / drill

–         Pemberian tugas

–         Sosio drama

–         Kerja kelompok

  1. 4.      Evaluasi (Munaqasah )

Evaluasi adalah suatu proses yang sistematis untuk menentukan atau membuat keputusan sampai sejauh mana tujuan pengajaran yang telah dicapai siswa (Norman E. Gronliund / 1976 yang dikutip oleh Ngalim Purwanto)[7]

Secara umum, evaluasi memiliki 3 macam fungsi, yaitu:

  1. Mengukur kemajuan
  2. Menunjang penyusunan rencana
  3. Memperbaiki / menyempurnakan kembali

Adapun fungsi evaluasi secara khusus adalah sebagai berikut:[8]

  1. Secara Psikologis

–         bagi peserta didik yaitu untuk mengenal kapasitas dan status dirinya

–         bagi pendidik yaitu untuk mengetahui kepastian hasil usahanya

  1. Secara didaktik

–         bagi peserta didik yaitu sebagai dorongan perbaikan dan peningkatan prestasi

–         bagi pendidik yaitu fungsi diagnostik, penempatan, selektif, bimbingan dan instruksional.

  1. Secara administratif yaitu untuk memberikan laporan data dan gambaran keberhasilan.

Berdasarkan fungsi evaluasi tersebut, evaluasi / munaqasah di TPA dibagi menjadi 4 tahap:[9]

  1. Munaqasah awal untuk mengetahui sejauh mana kemampuan santri yang baru masuk dan akan ditempatkan untuk memulai IQRA berapa
  2. Munaqasah harian atau sewaktu-waktu, dilakukan karena santri akan pindah halaman dari IQRA 1-6 atau akan pindah ayat atau halaman pada Al Quran dan juga untuk hafalan santri
  3. Munaqasah persemester, dilaksanakan untuk mengisi raport bentuknya : lisan dan praktek shalat
  4. Munaqasah menjelang wisuda.

 

  1. 5.      Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)

Pelaksanaan KBM harian di TPA meliputi 4 kegiatan yaitu :

  1. Pengelolan Kelas

Pengelolaan kelas dapat dimulai dengan membagi santri menjadi beberapa kelas, untuk TPA, pembagian kelas semaksimal mungkin berdasarkan kesamaan tingkat kelas di SD/MI.

  1. Kegiatan pembukaan (Klasikal awal)

Materi : Doa-doa pembukaan dan materi tambahan

  1. Kegiatan inti terdiri dari 2 tahap yaitu :

–         klasikal kelompok : hafalan dan doa harian

–         klasikal perorangan : baca IQRA dan menulis

  1. Kegiatan pentup (Klasikal akhir)

Kegiatannya diarahkan pada upaya menciptakan suasana menyenangkan dan mempererat keakraban diantara mereka. Akhir pertemuan ditutup dengan doa dan harus dibiasakan agar anak-anak pulang tertib.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

METODOLOGI  PENELITIAN

Dalam melakukan penelitian, penulis melakukan kerja lapangan untuk mengumpulkan data yang diperlukan, adapun rancangan penelitiannya adalah sebagai berikut:

  1. Waktu dan tempat penelitian

Waktu penelitian     : Penelitian lapangan dilakukan selama 1 minggu

Tempat penelitian          : TPA Nurusshobah

Desa Palasari Kecamatan Cijeruk Kabupaten

Bogor

  1. Populasi dan sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh santri TPA Nurusshobah usia sekolah dasar yang berjumlah 58 anak dari populasi tersebut diambil sampel sebanyak 30 anak secara acak. Sampel tersebut adalah santri baru (20 santri) dan kelompok kedua adalah santri lama (10 santri). Kepala TPA Nurusshobah dan sejumlah guru yang ada juga menjadi sampel dalam penelitian ini.

  1. Teknik Pengumpulan Data
  1. Observasi

Dengan cara mendatangi langsung objek penelitian yaitu TPA Nurusshobah. Dengan teknik ini penulis ingin mendapatkan informasi yang akurat tentang keadaan santri dan kegiatannya, proses belajar mengajar, serta sarana dan prasarana yang ada

  1. Angket atau daftar pertanyaan

Angket adalah seperangkat pertanyaan atau pernyataan yang harus dijawab atau dilengkapi oleh responden. Responden dalam penelitian ini adalah 30 santri TPA Nurusshobah Usia sekolah Dasar, dengan angket ini peneliti ingin memperoleh data tentang materi pendidikan yang diajarkan di TPA Nurusshobah dan metode yang dipakai dalam mengajarkan materi-materi tersebut.

Angket yang diajukan bersifat tertutup, artinya responden hanya memilih jawaban yang disediakan, opsi jawaban hanya dua yaitu “Ya” dan “tidak”.

 

Adapun bentuk angket tersebut adalah sebagai berikut :

  1. A.     Pendidikan Baca Tulis dan Hafalan Al-Qur’an.

 

No.

Pertanyaan

Ya

Tidak

1

Apakah adik-adik diajarkan membaca iqro’ jilid 1-6?    

2

Apakah adik-adik diajarkan membaca al-qur’an dengan tartil?    

3

Apakah adik-adik diajarkan cara menulis huruf tunggal dan angka arab?    

4

Apakah adik-adik diajarkan cara menulis huruf tunggal di awal, tengah, dan akhir?    

5

Apakah adik-adik diajarkan cara menulis huruf sambung?    

 

  1. B.     Pendidikan Akhlak.

 

No

Pertanyaan

Ya

Tidak

1

Apakah adik-adik diajarkan do’a dan adab memulai belajar atau mengaji?    

2

Apakah adik-adik diajarkan do’a dan adab sebelum dan sesudah makan?    

3

Apakah adik-adik diajarkan do’a dan adab sebelum dan bangun tidur?    

4

Apakah adik-adik diajarkan do’a dan adab masuk dan keluar masjid?    

5

Apakah adik-adik diajarkan do’a dan adab masuk dan keluar WC?    

 

 

  1. C.     Pendidikan Aqidah.

No

Pertanyaan

Ya

Tidak

1

Apakah adik-adik diajarkan dua kalimat syahadat?    

2

Apakah adik-adik diajarkan rukun iman?    

3

Apakah adik-adik diajarkan asmaul husna?    

4

Apakah adik-adik diajarkan nama-nama malaikat dan tugasnya?    

5

Apakah adik-adik diajarkan nama-nama kitab dan nabi yang menerimanya?    

 

 

  1. D.    Pendidikan Ibadah

 

 

No

Pertanyaan

Ya

Tidak

1

Apakah adik-adik diajarkan niat wudlu dan do’a sesudah wudlu?    

2

Apakah adik-adik diajarkan tata cara berwudlu?    

3

Apakah adik-adik diajarkan lafadz adzan dan iqomah?    

4

Apakah adik-adik diajarkan niat dan bacaan-bacaan do’a dalam sholat?    

5

Apakah adik-adik diajarkan tata cara sholat?    

 

  1. 3.      Wawancara (Interview)

Teknik wawancara ini dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada kepala TPA Nurusshobah dan beberapa guru berkenaan dengan sejarah berdirinya TPA Nurusshobah dan perkembangannya, materi dan metode yang digunakan dalam proses belajar mengajar wawancara ini bertujuan untuk memperoleh data yang tidak didapatkan melalui observasi dan angket.

Adapun pedoman wawancaranya adalah sebagai berikut :

  1. Sejarah singkat dan tujuan beridirinya TPA Nurusshobah
  1. Tahun berapa TPA Nurusshobah berdiri?
  2. Siapakah pendiri TPA Nurusshobah ini?
  3. Bagaimana sejarah berdirinya TPA ini dan bagaimana perkembangannya hingga sekarang?
  4. Apa tujuan didirikannya TPA ini?
  5. Bagaimana hasil pengajaran TPA ini dilihat dari hasil evaluasi yang dilakukan?
  6. Hingga saat ini sudah berapa kali TPA ini melaksanakan wisuda bagi para santrinya?
  7. Berapa santri yang mengikuti acara wisuda pada tahun ini?
  1. Pelaksanaan Pengajaran TPA Nurusshobah
  1. Kapan waktu dilaksanakannya proses belajar mengajar di TPA ini?
  2. Materi apa saja yang diajarkan di TPA ini?
  3. Bagaimana proses belajar mengajar di TPA ini?
  4. Bagaimana proses evaluasi di TPA ini?
  5. Bagaimana kegiatan belajar mengajar pada bulan ramadhan?
  1. Hasil Pengajaran TPA Nurusshobah
  1. Teknik Analisis Data

Langkah pertama penganalisisan data dalam penelitian ini adalah pengidentifikasian data dengan cara perekapitulasian data dari data yang masih tersebar persubjek menjadi suatu format rekapitulasi dalam bentuk tabel persentase. Setelah itu data diolah dengan rumus persentase yaitu:

   

F

N

 
      P = x 100 %
   

Keterangan:      P          = Prosentase

F          = Frekuensi

N         = Jumlah responden

100      = Konstanta

Setelah mendapatkan hasil persensentase, langkah selanjutnya adalah memasukkan data ke dalam tabel persentase. Agar memudahkan dalam membuat tabel,untuk jawaban “YA” diberi kode 0 dan untuk jawaban “TIDAK” diberi kode 1. Berdasarkan tabel persentase tersebut, peneliti menginterpretasi/menafsirkan data untuk mengetahui hasil penelitian ini, dengan ketentuan:

0 % – 25 %      adalah kurang berperan

26 % – 50 %    adalah cukup berperan

51 % – 75 %    adalah berperan

76 % – 100 %  adalah sangat berperan

 

 

 

4.  Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah:

  1. Untuk mengetahui bagaimana peran TPA Nurusshobah dalam pendidikan agama bagi santri-santrinya.
  2. Untuk mengetahui proses kegiatan belajar mengajar TPA Nurusshobah dalam pendidikan agama.

Adapun manfaat penelitian ini adalah:

  1. Sebagai bahan perbandingan antara peran TPA Nurusshobah dalam pendidikan agama bagi anak usia sekolah dasar dengan lembaga-lembaga TPA yang lain.
  2. Sebagai bahan acuan bagi TPA Nurusshobah khususnya dalam meningkatkan perannya sebagai lembaga pendidikan Islam.

 

5.  Teknik Penulisan

Untuk memudahkan penulisan karya ilmiah ini, maka penulis membaginya menjadi 5 Bab, yaitu:

BAB I:       Pendahuluan terdiri dari

    1. Latar Belakang Masalah,
    2. Perumusan  Masalah.

BAB II:      Berisi kajian teori tentang Taman Pendidikan Alquran,meliputi:pengertian TPA,visi dan misi TPA,tujuan dan target TPA, kurikulum TPA dan pelaksanaan KBM di TPA.

 

BAB III:     Membahas tentang metode penelitian yang terdiri dari waktu dan tempat penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, teknik analisis data, tujuan dan manfaat penelitian serta sistematika penulisan.

BAB IV:     Berisi hasil penelitian yaitu peranan TPA Nurusshobah dalam pendidikan baca tulis  dan hafalan al-qur’an , akhlak, aqidah dan ibadah.

BAB V: Kesimpulan hasil penelitian dan saran-saran penulis untuk TPA Nurusshobah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

HASIL PENELITIAN

ANGKET

Data yang diperoleh dari angket dibuat rekapitulasi ke dalam bentuk tabel.

Tabel Hasil Penelitian Peranan TPA Nurusshobah dalam Pendidikan Agama Pada Anak Usia Sekolah Dasar

Responden

Pendidikan BTQ & Hafalan

Pend. Akhlaq

Pend. Aqidah

Pend. Ibadah

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

1

0

0

0

1

0

0

0

0

0

0

1

0

0

0

1

0

0

1

0

0

2

0

0

0

1

0

0

0

0

1

0

1

0

0

0

1

0

0

1

0

0

3

0

0

0

1

0

0

0

0

1

0

0

0

1

0

0

0

1

1

0

0

4

0

0

0

1

1

1

0

0

0

0

0

0

1

0

0

0

1

1

0

0

5

0

0

0

1

1

1

0

0

0

0

1

0

1

0

0

0

1

1

0

0

6

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

1

0

0

0

0

7

0

1

0

1

0

0

0

0

1

0

0

0

0

0

1

1

0

0

0

0

8

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

0

1

0

0

0

0

0

9

0

0

0

0

1

1

0

0

0

0

0

0

1

0

1

0

1

1

0

0

10

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

0

0

1

0

0

11

0

1

0

1

0

0

0

0

1

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

1

12

0

1

0

1

0

0

0

0

1

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

13

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

1

0

0

0

1

0

1

1

0

0

14

0

0

0

0

1

0

0

0

0

0

0

0

1

0

0

0

1

0

0

0

15

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

0

1

0

1

1

0

0

16

0

0

0

0

1

1

0

0

1

0

0

0

0

1

1

1

0

1

0

0

17

0

0

0

1

0

0

0

0

1

0

1

0

0

1

0

0

0

1

0

0

18

0

1

0

1

0

0

0

0

1

0

1

0

0

0

0

0

0

1

0

1

19

0

1

0

1

0

0

0

0

1

0

0

0

0

0

1

1

0

0

0

0

20

0

0

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

1

0

0

0

0

0

21

0

0

0

1

0

0

0

0

0

0

1

0

0

0

1

0

1

1

0

0

22

0

1

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

1

0

1

0

1

1

0

1

23

0

1

0

1

0

1

0

0

1

0

0

0

1

1

0

1

1

1

0

1

24

0

1

0

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

0

1

0

0

25

0

1

0

0

1

0

0

0

1

0

0

0

0

0

1

1

0

1

0

0

26

0

0

0

1

1

1

0

0

1

0

0

0

0

1

0

1

1

1

0

0

27

0

0

0

1

0

1

0

0

1

0

0

0

0

0

0

1

1

1

0

0

28

0

1

0

1

1

0

0

0

1

0

0

0

0

0

1

0

1

1

0

0

29

0

1

0

1

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

1

0

1

0

0

30

0

1

0

1

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

1

1

0

1

0

0

Jumlah

30

15

30

10

20

23

30

30

15

30

20

30

20

25

12

19

17

8

30

26

Persentase

100

50

100

33,3

66 ,6

76,6

100

100

50

100

66,6

100

66,6

83,3

40

63,3

56,6

26,6

100

86,6

Rata-rata %

69,99%

85,33%

71,33%

66,66%

Nilai

berperan

sangat berperan

berperan

berperan

 

Dari tabel diatas diperoleh penafsiran sebagai berikut:

  1. Pendidikan baca tulis dan hafalan Alquran mendapatkan rata-rata persentase 69,99 % yang berarti pendidikan baca tulis dan hafalan Alquran berperan dalam pendidikan agama pada anak usia sekolah dasar.
  2. Pendidikan akhlaq mendapatkan rata-rata persentase 85,33 % yang berarti pendidikan akhlaq sangat berperan dalam pendidikan agama pada anak usia sekolah dasar.
  3. Pendidikan aqidah mendapatkan rata-rata persentase 71,33 % yang berarti pendidikan aqidah berperan dalam pendidikan agama pada anak usia sekolah dasar.
  4. Pendidikan ibadah mendapatkan rata-rata persentase 66,66 % yang berarti pendidikan ibadah berperan dalam pendidikan agama pada anak usia sekolah dasar.

– Hasil Wawancara

  1. Sejarah singkat dan tujuan berdirinya TPA Nurusshobah

TPA Nurusshobah didirikan pada tahun 1996.pendirinya yaitu Bapak Encep Basuni Hidayat dan Bapak H.Badrudin.Sejarah berdirinya TPA Nurusshobah bermula dari keinginan Bapak Encep dan Bapak H.Badrudin selaku pendiri TPAuntuk meningkatkan kualitas pendidikan agama yang ada di lingkungan setempat.selain itu juga karena ada beberapa factor yang mendukung untuk didirikannya sebuah TPA di lingkungan desa palasari. beberapa faktor pendukung tersebut diantaranya jumlah penduduk yang semakin meningkat,adanya sumber daya manusia yang dapat dimanfaatkan sebagai tenaga guru yang berasal dari masyarakat setempat sehingga mengurangi pengangguran yang ada di desa palasari.Selain itu tersedianya fasilitas serta dukungan dari masyarakat yang agamis sehingga sampai saat ini masyarakat setempat sangat berminat untuk menyekolahkan anaknya di TPA Nurusshobah.Hal itu menjadikan TPA Nurusshobah dapat berkembang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai oleh TPA Nurusshobah yaitu meningkatkan keimanan dan ketaqwaan peserta didik kepada Allah SWT.

  1. Pelaksanaan pengajaran di TPA Nurusshobah

Proses belajar mengajar dilaksanakan setelah shalat dzuhur.Materi yang diajarkan yaitu bacaan iqra,hafalan bacaan shalat,bacaan surat pendek,latihan praktek shalat,ilmu tajwid,Alquran,akhlaq,fiqih,tarikh islam dan bahasa arab.Proses belajar mengajar cukup kondusif karena lokasinya tidak terlalu dekat pinggir jalan sehingga jauh dari kebisingan dan para santri pun dapat belajar dengan tenang.Untuk evaluasi dilaksanakan secara harian atau persemester.Jika pada bulan Ramadhan,  kegiatan belajar mengajar dikurangi waktunya yang biasanya KBM berlangsung lima hari menjadi tiga hari dan klasikal yang diberikan lebih banyak tentang hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan di bulan Ramadhan.

  1. Hasil pengajaran di TPA Nurusshobah

Hasil pengajaran di TPA Nurusshobah cukup memuaskan.Hal itu dapat dilihat dari hasil evaluasi yang diperoleh para santri hasilnya cukup bagus dan sampai saat ini TPA Nurusshobah telah melaksanakan wisuda sebanyak sebelas kali.Untuk tahun ini santri yang akan mengikuti wisuda sebanyak dua puluh satu santri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB V

PENUTUP

–         Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis menyimpulkan bahwa keberadan TPA Nurusshobah memang sangat berperan dalam meningkatkan pendidikan agama terutama pada anak usia sekolah dasar yang berada di lingkungan setempat. Dengan adanya lembaga sekolah non formal seperti TPA Nurusshobah dapat mempermudah terwujudnya fungsi dan tujuan pendidikan nasional serta pendidikan keagamaan.

–         Saran

Penulis memberikan saran agar lembaga sekolah jenis keagaman seperti TPA Nurusshobah ini dapat terus meningkatkan mutu pendidikannya agar peserta didik dapat memahami dan mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan menjadi ahli ilmu agama yang berwawasan luas,kritis,kreatif,inovatif dan dinamis dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang beriman,bertaqwa dan berakhlaq mulia.

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

–         Darajat,Zakiah,Prof.Dr.,Meodik Khusus Pengajaran Agama Islam,Jakarta:Bumi Aksara,2001.cet.ke-2

–        Mamsudi,AR,Drs.,Panduan Manajemen dan Tata Tertib TK/TP Alquran,Jakarta:LPPTKA BKPRMI,1999

–         Purwanto,Ngalim,M.Drs.,Prinsip-prinsip dan Evaluasi Pengajaran,Bandung:Remaja Rosdakarya,2002,cet.ke-11

–         Sudijono,Anas,Prof.Dr.,Pengantar Statistik Pendidikan,Jakarta:Grafindo Persada,2006.Ed.1.cet.ke-16

–         Syamsudin,U.MZ,Panduan Kurikulum dan Pengajaran TKA-TPA,Jakarta:LPPTKA BKPRMI Pusat,2004.Ed-Rev.

 


[1].  Undang-undang Republik Indonesia No. 22 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidiakan Nasional,   BAB II pasal 3 tentang Dasar, fungsi dan tujuan.

[2] . Dr. Zakiah Drajat, Metodik Khusus Pengjaran Agama Islam, (Jakarta : Bumi Aksara, 2001), cet. Ke-2 hal 171

[3] .Undang-UndangRI

[4] . Syamsudin MZ. Kebijaksanaan Umum dan Kait Sukses Pengelolaan TK/TPA, (Jakarta : LPPTK BKPRNI DKI JAYA, 1996), cet. Ke-3 hal. 8-10

[5] . U. Syamsudin, MZ. Panduan Kurikulum dan Pengajaran TKA-TPA, (Jakarta: LPPTKA BKPRMI pusat, 2004) hal, 15-21

[6] . ibid. hal: 35-46

[7]. Ngalim, M. Purwanto, Prinsip-prinsip dan Evaluasi Pengajaran (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002), cet. Ke-II. Hal. 3

[8]. Sudjono, Anas, Porf. DR. Pengantar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Grafindo Persada, 2005), cet. Ke-5, hal. 15

[9].Mamsudi,AR, Drs., Panduan Manajemen dan Tatatertib TK/TP Al Quran, (Jakarta: LPPTKA BKPRMI, 1999), hal. 30-31

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Kegiatan Di Sekolah Selama Satu Minggu

Kegiatan Di Sekolah Selama Satu Minggu

Nama saya Entin Sutinah, saya mengajar di SDN Tajurhalang 01, berikut ini saya akan memaparkan kegiatan saya di sekolah selama satu minggu.

1. Hari Senin
Setiap hari senin, sisw-siswi SDN Tajurhalang 01 harus datang lebih pagi karena akan diadakan kegiatan rutin yaitu upacara kenaikan bendera. Di SDN Tajurhalang 01 yang menjadi petugas upacara biasanya bergiliran mulai dari kelas IV sampai kelas VI. Dan pada hari ini yang mendapat giliran menjadi petugas upacara adalah kelas VI. Upacara berjalan dengan lancar dan khidmat.
Setelah selesai upacara, siswa-siswi masuk ke kelas masing-masing . sebelum masuk kelas siswa-siswi disuruh berbaris di depan kelas dan setiap hari senin selalu diadakan pemeriksaan kerapihan dan kebersihan.
Saya mengajar di kelas IV, jumlah murid di kelas IV ada 47 orang, pada hari ini jadwal pelajaran kelas IV adalah Matematika, Bahasa Indonesia dan IPS.
Sebelum kegiatan belajar mengajar di mulai siswa-siswi kelas IV berdo’a terlebih dahulu, pada jam pertama belajar matematika tentang bilangan pecahan dengan memakai alat peraga berupa gambar-gambar, siswa-siswi kelas IV dapat memahami konsep pecahan dengan mudah. Setelah itu dilanjutkan dengan belajar Bahasa Indonesia tentang menggunakan kata Tanya. Peserta didik kelas IV diminta untuk melengkapi kalimat dengan menggunakan kata Tanya siapa, dimana, darimana, dan bagaimana. Setelah selesai belajar Bahasa Indonesia dilanjutkan dengan belajar IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial), siswa-siswi kelas IV diminta untuk menjawab soal-soal pada evaluasi Bab 8 tentang koperasi dan kesejahteraan rakyat, setelah selesai dikerjakan lalu membahas jawaban soal secara bersama-sama dan saya memberikan penilaian terhadap hasil jawaban siswa, kegiatan belajar mengajar pada hari ini berakhir pada pukul 11-30 dan diakhiri dengan membaca do’a.

2. Hari Selasa
Pukul 07.30 bel berbunyi, siswa-siswi kelas IV segera berbaris di depan kelas, dengan dipimpin oleh ketua kelas, mereka masuk ke kelas dengan tertib. Jadwal pelajaran hari ini yaitu IPA, Matematika, dan Bahasa Indonesia.
Pada pelajaran IPA hari ini akan belajar tentang energi dan perubahannya, kegiatan belajar mengajar dimulai dengan menjelaskan pengertian energi, lalu dilanjutkan dengan melakukan tanya jawab tentang sumber energi panas.
Kemudian melakukan percobaan sederhana tentang perpindahan energi panas, setelah itu mendiskusikan soal-soal yang berkaitan dengan energi panas.
Pada jam kedua diisi dengan pelajarn Matematika tentang pecahan senilai. Siswa-siswi kelas IV diajarkan mencari pecahan senilai dengan memakai garis bilangan. Untuk pelajaran Bahasa Indonesia, siswa-siswi kelas IV diajarkan cara mengisi kuitansi sesuai dengan data tersedia. Kegiatan belajar mengajar diakhiri dengan menyimpulkan hasil pembelajaran dan membaca do’a bersama-sama.

3. Hari Rabu
Pada hari Rabu kegiatan belajar mengajar dimulai dengan belajar PKn tentang hal-hal yang berkaitan dengan Mahkamah Agung seperti susunan dan kedudukan MA. Fungsi dan wewenang MA dan sebagainya.
Setelah itu dilanjutkan dengan belajar IPS melakukan tanya jawab tentang teknologi dan mendiskusikan contoh-contoh teknologi produksi.
Pada jam pelajaran terakhir diisi dengan membuat roket mainan dari bahan kertas setelah roket mainan tersebut selesai di buat, saya memberikan penilaian terhadap hasil karya siswa, kemudian siswa kelas IV mencoba hasil roket mainannya dengan cara lomba adu kecepatan. Roket yang mendaratnya paling jauh mendapatkan nilai paling besar. Roket yang sudah dibuat siswa dipajangkan di kelas. Kegiatan belajar mengajar berakhir pada pukul 11.45 dan diakhiri dengan membaca do’a.

4. Hari Kamis
Pada Hari kamis, kegiatan belajar mengajar dimulai dengan ulangan harian IPA Bab 7 dan bab 8. siswa-siswi kelas IV mengerjakan soal sebanyak 30 soal pilihan ganda, setelah selesai menjawab soal-soal tersebut lalu membahas jawabannya bersama-sama dan saya memberikan penilaian terhadap hasil jawaban siswa.
Selain belajar IPA, siswa-siswi kelas IV juga belajar bahasa Indonesia, saya mengajarkan cara membuat pantun dan cara membacakan sebuah pantun.
Siswa-siswi kelas 4 belajar membuat pantun dan memperagakan cara membaca sebuah pantun di depan kelas.
Jam pelajaran terakhir adalah pelajaran bahasa Sunda. Pelajaran Bahasa Sunda diajarkan oleh guru lain agar siswa-siswi tidak jenuh dan bosan. Pada saat guru lain mengajar di kelas 4, saya mengisi waktu luang dengan mempersiapkan materi untuk les, karena setiap hari kamis setelah pulang sekolah, saya mendapat giliran untuk memberikan les Bahasa Indonesia di kelas VI.

5. Hari Jum’at
Pukul 07.30 bel sudah berbunyi, siswa-siswi kelas 4 segera berbaris di depan kelas, setelah berdo’a dilanjutkan dengan membaca Asmaul Husna dan surat-surat pendek yang merupakan kegiatan rutin di SDN Tajurhalang 01 dan dibaca setiap hari jum’at.
Pada hari ini jadwal pelajaran di kelas 4 yaitu adalah pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Inggris. Pada pelajaran Agama Islam hari ini akan diisi dengan ulangan harian Bab 9, 10 dan bab 11 sebanyak 30 soal pilihan. Setelah selesai, saya bersama siswa membahas jawaban ulangan secara barsama-sama dan memberikan penilaian terhadap hasil jawaban siswa.
Pada jam pelajaran kedua di isi dengan pelajaran Bahasa inggris siswa-siswi kelas 4 belaar tentang preposition (kata depan). sebelum mengerjakan latihan soal, siswa diminta untuk menghafal beberapa preposition dalam bahasa inggris beserta artinya. Setelah itu, saya mengadakan tes lisan. Bagi anak yang belum hafal di beri tugas untuk menghafal kembali di rumah.
Setelah berdo’a bersama-sama, kegiatan belajar mengajar diakhiri dengan tanya jawab tentang preposition, siswa-siswi yang bisa menjawab di perbolehkan untuk pulang.

6. Hari Sabtu
Pada hari sabtu, kegiatan belajar mengajar sedikit berbeda dengan hari-hari biasanya. Kegiatan belajar mengajar di mulai dengan berolahraga bersama berupa senam. Biasanya semua siswa berkumpul di lapangan dan ikut senam bersama.
Kegiatan belajar mengajar di hari sabtu hanya diisi dengan pelajaran penjaskes dan olahraga serta seni budaya dan kesenian. Bagi siswa yang ikut kegiatan ekskul biasanya latihannya dilakukan setelah pulang sekolah.
Pada hari ini, siswa kelas 4 belajar tentang lagu daerah, siswa diajarkan lagu daerah dengan memakai syair lagu dan not angka, setelah memahami irama lagunya, siswa menghafal syair lagunya, lalu saya mengadakan tes lisan. Siswa yang dapat menyanyikan lagu tersebut dengan baik dan benar akan diberi nilai paling besar, setelah semua siswa menunjukan kemampuannya bernyanyi, kegiatan belajar mengajar diakhiri dengan membaca do’a.
Itulah kegiatan saya selama satu minggu di sekolah. Mudah-mudahan apa yang sudah saya lakukan bisa memberikan manfaat bagi orang lain.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar

Kegiatan sehari-hari di SDN PALASARI 03

Nama saya Yulianti, saya mengajar di SDN Palasari 03 sebagai guru honor, di sekolah saya muridnya hanya berjumlah 240 orang.

Hari pertama Senin tanggal 7 Februari 2011 kegiatan diawali dengan melakukan upacara bendera yang sudah rutin dilaksanakan dan dihadiri oleh seluruh murid dari mulai kelas I sampai kelas VI serta para guru.  Selesai melaksanakan upacara bendera saya membuat administrasi kelas terlebih dahulu karena jam pelajaran kelas III dimulai pada jam 09.00 Wib karena jumlah ruang kelas yang kurang.  Saat jam menunjukkan angka 09.00 Wib saya mulai dengan membariskan murid-murid terlebih dahulu untuk masuk ke kelas, sebelum pelajaran dimulai berdoa terlebih dahulu agar kita selalu diberkahi oleh Allah SWT.  Saya mengadakan apersepsi dengan memberikan pertanyaan yang berhubungan dengan materi, dilanjutkan  pemberian materi pelajaran PKN, IPA, B. Indonesia yang masih satu tema. Setelah pemberian materi selesai, anak-anak diberikan tugas untuk dikerjakan secara individu dan kemudian tugas tersebut dibahas secara bersama-sama.  Untuk menambah pemahaman materi yang diberikan, saya memberikan tugas untuk dikerjakan dirumah.  Tepat jam menunjukan angka 12.00 materi selesai disampaikan dan diakhiri dengan berdo’a kemudian pulang.

Hari kedua Selasa tanggal 8 Februari 2011, kegiatan diawali dengan berdo’a lalu dilanjutkan dengan pemberian materi Matematika selama 2 x 35 menit yang membahas tentang pecahan.  Setelah pemberian materi  selesai murid-murid diberi tugas untuk menyelesaikan tugas secara berkelompok, guru membahas tugas secara bersama-sama untuk memperolah hasil yang maksimal. Setelah materi Matematika selesai disampaikan dan murid-murid telah memahami dan mengerti; pelajaran dilanjutkan dengan PAI yang diberikan oleh guru khusus PAI.  Saat jam menunjukan angka 12.00 materi selesai disampaikan, murid-murid berdo’a kemudian pulang.

Hari ketiga Rabu tanggal 9 Februari 2011, kegiatan diawali dengan membuat administrasi sekolah sampai dengan jam pelajaran dimulai.  Tepat jam 09.00Wib murid-murid kelas III dibariskan terlebih dahulu kemudian murid-murid diperiksa kebersihan kuku untuk membiasakan hidup bersih, berdo’a terlebih dahulu sebelum pembelajaran dimulai dan dilanjutkan dengan pemberian materi B. Indonesia, Matematika, B. Sunda yang masih berhubungan masih dalam satu tema.  Setelah pemberian materi selesai guru menjelaskan materi secara klasikal, dilanjutkan dengan pemberian tugas untuk mengetahui pemahaman masing-masing murid. Setelah murid-murid mengerti pembelajaran yang disampaikan kemudian murid-murid berdo’a dan pulang.

Hari keempat Kamis tanggal 10 Februari 2011 diawali dengan membuat administrasi sekolah, setelah jam 09.00 Wib seperti biasa murid-murid berbaris terlebih dulu, berdo’a untuk mengawali pembelajaran setelah itu pemberian materi IPS tentang jual beli, pengelompokan pasar, guru menjelaskan materi secara klasikal dan kemudian pemberian tugas untuk mengetahui pemahaman murid. Setelah pemberian materi IPS selesai dilanjutkan dengan pembelajaran Penjaskes yang diberikan oleh guru khusus penjaskes.  Seperti biasa setelah jam menunjukkan angka 12.00 wib pulang.

Hari kelima Jum’at tanggal 11 Februari 2011 saya membuat administrasi terlebih dahulu sebelum jam pelajaran dimulai, jam menunjukkan angka 09.00 Wib murid-murid berbaris terlebih dulu untuk kedisiplinan dan kemudian pemberian materi KTK dan B. Inggris, murid-murid diberikan solmisasi dan kemudian ditulis syair dan menyanyikannya secara bersama-sama.  Selesai pemberian materi murid-murid dites berdua -berdua untuk menyanyikan syair lagu.  Setelah selesai tes bernyanyi,  berdo’a bersama kemudian pulang.

Kegiatan di hari terakhir Sabtu tanggal 12 Februari 2011 siswa kelas III  diberi materi B. Idonesia dan kemudian dilanjutkan dengan ekstrakulikuler pramuka.

Demikian kegiatan sehari-hari siswa kelas III di sekolah saya.

Dipublikasi di Uncategorized | Meninggalkan komentar