“KARYA ILMIAH YULIANTI1”

 

 

“BAHAYA NARKOBA TERHADAP GENERASI MUDA

 

 

 

Diajukan untuk memenuhi tugas akhir semester

Universitas Prof.Dr.Hamka

( U H A M K A )

 

Oleh :

Y U L I A N T I

NIM : 1001037225

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

Program PJJ S1-PGSD

U H A M K A

2011

KATA PENGANTAR

            Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena saya dapat menulis karya ilmiah yang berjudul “Bahaya Narkoba terhadap generasi muda”. Karya ilmiah ini saya susun secara sederhana.

Karya ilmiah ini dibuat berdasarkan pengetahuan dari teman dan informasi dari internet, serta untuk memenuhi tugas akhir semester di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka.

Semoga karya ilmiah ini dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk mengetahui bahaya pemakaian narkoba.

Saya menyadari bahwa penulisan karya ilmiah ini belum sempurna dan masih banyak kekurangannya. Untuk itu demi kesempurnaan karya ilmiah ini saya sangat mengharapkan adanya saran, kritik, dan masukan yang bersifat membangun.

Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada teman yang telah memberikan saran yang baik kepada saya dalam menyusun karya ilmiah ini, tak lupa saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Prof.Dr.Hamka yang telah memberi kesempatan kepada saya untuk mengikuti pembelajaran melalui program PJJ S1-PGSD melalui SEAMOLEC dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.

Bogor,  Juni 2011

Penulis,

 

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR      ……………………………………………………………………….       i

DAFTAR ISI     …………………………………………………………………………………….      ii

BAB I PENDAHULUAN   ……………………………………………………………………..     1

1.Penyebab Biologis    ……………………………………………………………………     1

2. Faktor Pribadi    ………………………………………………………………………..     1

3. Faktor Sosial  ……………………………………………………………………………     2

4. Faktor Keluarga   ………………………………………………………………………     2

BAB II PENGERTIAN NARKOBA    ……………………………………………………..     4

A. Narkoba    ……………………………………………………………………………….     4

BAB III JENIS – JENIS NARKOBA   …………………………………………………….     5

a. Candu   …………………………………………………………………………………….     5

b.Morfin   …………………………………………………………………………………….     5

c. Kokain   …………………………………………………………………………………..     5

d. Codein   …………………………………………………………………………………..     6

e. Halusinogenik     …………………………………………………………………………     6

BAB IV PENDERITAAN ORANG YANG MEMAKAI NARKOBA     ………     8

1. Heroin atau Putaw     ………………………………………………………………….     8

2. Kokain    ………………………………………………………………………………….     9

3. Ganja atau Mariyuana (Cannabis)      ……………………………………………..     9

4. Ekstasi    …………………………………………………………………………………..   10

5. Shabu – shabu   ………………………………………………………………………….   10

6. Valium     ………………………………………………………………………………….   10

7. Benzodiazepin (Nipam, BK, Megadon, dll.)       ………………………………   11

8. Alkohol   ………………………………………………………………………………….   11

DAFTAR PUSTAKA      ………………………………………………………………………..   14

BAB I

PENDAHULUAN

Di dalam setiap keluarga dan masyarakat tentunya menginginkan anggota kelarga atau generasi muda yang berakhlak, sehat jasmani dan rohani, setiap manusia yang sehat jasmani dan rohani tentunya akan memiliki kreatifitas yang tinggi dan dapat membawa diri dengan baik serta aktif berperan serta dalam masyarakat dan pembangunan negara. Namun semua harapan dan keinginan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Semua itu pasti ada halang rintang yang dihadapi oleh generasi muda khususnya dalam menghadapi permasalahan kehidupan yang semakin banyak sekali halangannya, mulai dari permasalahan sosial sampai kepada permasalahan emosional.

Sampai suatu ketika situasi pendukung generasi muda sudah mulai berganti generasi muda dan tidak dapat mengikuti perubahan zaman yang ada, dengan adanya era globalisasi generasi muda jadi lebih kian tak terkendali kecuali dengan adanya rasa kesadaran pada diri sendiri.

Mengutip berita-berita yang ada di televisi dan media masa bahwa banyaknya generasi muda yang terkena kasus narkoba mulai dari kalangan bawah, menengah maupun kalangan atas.

PENYEBAB SESEORANG MENGKONSUMSI NARKOBA

1.        Penyebab Biologis

Salah satu penyebab ketergantungan narkoba adalah faktor biologis dan bisa dibilang sebagai faktor-faktor penyebab yang merupakan bawaan dari lahir atau ketergantungan fisik sejak bayi. Contohnya apabila seseorang dilahirkan dari orang tua yang ketergantungan alkohol apabila dewasa nanti anak yang dilahirkan akan mengalami ketergantungan alkohol yang sama dengan orang tuanya yang disebut bawaan genetis. Adapun kemungkinan-kemungkinan lain, anak yang lahir dengan kekurangan bawaan sistem saraf atau fisiknya tidak akan berkembang sempurna. Kekurangan ini akan mengakibatkan seseorang bertingkah laku menyimpang, oleh para ahli disebut faktor konstitusional. Kekurangan ini biasanya juga membuat anak harus minum obat-obatan. Kebiasaan minum obat-obatan juga dapat menimbulkan ketergantungan, yang biasanya disebut self medication.

2.        Faktor Pribadi

Bagi seorang pecandu banyak alasan yang dapat dilontarkan, diantaranya diawali dengan coba-coba atau iseng belaka dan hanya untuk sekedar gengsi oleh teman-teman yang mengajak atau menawari. Dan kadang juga hanya untuk sekedar lari dari permasalahan yang ada. Orang yang mempunyai masalah biasanya akan lebih mudah terpengaruh itu disebabkan karena merasa dirinya tidak sebaik orang lain, perasaan itu membuat hidupnya tidak lebih menyenangkan. Kemudian ia memakai narkoba dengan tujuan untuk melupakan masalah yang ia hadapi, dengan memakai narkoba ia merasa dirinya lebih tenang dan segala permasalahan dalam hidupnya hilang. Padahal setelah ia sadar dari pengaruh narkoba permasalahannya masih ada dan harus dihadapi, dan ia sebenarnya sudah dirugikan dengan memakai narkoba, secara tidak sadar sebagian tubuh ia sudah terkena dampak buruk narkoba.

            Adapun faktor lain yang sangat berpengaruh adalah kepribadian perbedaan sikap terhadap nilai-nilai dominan dalam lingkungan rendahnya keimanan, ketertarikan ke hal menyimpang dan tidak adanya keinginan berprestasi biasanya gambaran kepribadian para pecandu narkotika.

Namun ada pula orang yang mengalami gangguan kepribadian dan juga emosional. Pada dasarnya mereka tidak mampu menyelesaikan masalahnya dan berusaha mencari teman yang dapat menghargai dia. Orang yang seperti itu biasanya tidak ada rasa kebersamaan yang kuat dengan teman-temannya dan rasa tidak akrab dengan lingkungan.

3.        Faktor Sosial

Selain faktor-faktor diatas masih ada lagi faktor sosial yang tidak kalah pentingnya dalam hal yang dapat menyebabkan seseorang mencoba narkoba. Dalam masalah sosial seseorang harus dapat memahami dan menjalankan norma sosial dengan baik. Jangan sampai terpengaruh dengan lingkungan kriminalitas yang tinggi, penduduk yang padat, dan kontrol sosial yang lemah.

Peranan Sekolah harus bisa memberikan penjelasan yang benar tentang bahaya narkoba. Apabila sekolah menemukan anak didiknya terlibat pemakaian narkoba yang menimbulkan kecanduan tersebut, sebaiknya jangan dikeluarkan oleh sekolah, justru harus dibimbing agar kembali ghidup sehat, dan juga si anak jangan dikucilkan dan dikeluarkan dari sekolah karena akan menimbulkan bahaya yang sangat fatal, si anak akan merasa minder dan stres, masalah yang dihadapi si anak bukannya menjadi selesai tetapi akan semakin rumit.

4.        Faktor Keluarga

Lingkungan keluarga sangat utama bagi penyembuhan pecandu dan mencegah agar anak tidak terjerumus kedalam dunia narkotika, keluarga harus selalu memantau anak-anaknya dengan perhatian dan kasih sayang serta mempertebal rasa keimanan pada keluarga dengan adanya shalat berjamaah, pengajian keluarga, perhatian terhadap pergaulan anak dan tidak membuat anak merasa dipaksa dalam melakukan sesuatu hal, intinya keluarga adalah cerminan baik bagi anaknya sehingga anak tidak melakukan perbuatan yang menyimpang.

Hal lain yang dapat terjadi akibat faktor keluarga apabila anak merasa kesedihan akibat perceraian kedua orang tuanya dan itu menjadi keluarga tidak harmonis, anak menjadi cenderung lebih posesif.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PENGERTIAN NARKOBA

A.       Narkoba

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat berbahaya. Mereka bukanlah makanan dan minuman yang mengenyangkan. Akan tetapi membahayakan terhadap pemakainya kalau disalahgunakan. Narkoba bisa digunakan oleh para ahli seperti dokter dan tidak diperjualbelikan secara bebas, karena akan membahayakan bagi para pemakainya dan dilarang oleh pemerintah berdasarkan undang-undang.

Narkotika secara farmakologik adalah opioida. Akan tetapi menurut undang-undang nomor 22 tahun 1997, narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun bukan sintetis yang dapat menyebabkan perubahan atau penurunan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi atau penurunan kesadaran, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Narkotika terdiri dari 3 golongan :

Golongan I

Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai sensasi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan.

Contoh : Heroin, Kokain, Ganja.

Golongan II

Narkotika  yang berkhasiat pengobatan, digunakan sebagai pilihan dan dapat digunakan dalam terapi dan atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi yang mengekibatkan ketergantungan.

Contoh : Morfin, Petidin.

Golongan III

Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan mengakibatkan ketergantungan.

Contoh : Codein.

BAB III

JENIS – JENIS NARKOBA

Narkoba bisa dibuat dalam berbagai bentuk. Ada yang berupa pil, cairan, serbuk, dan sebagainya. Namun sekarang ada juga narkoba yang dibentuk menjadin permen berwarna-warni dan beraneka rasa. Warnanya menarik dan rasanya manis. Permen berisi narkoba yang termakan akan menimbulkan rasa pusing dan sempoyongan. Dan seperti jenis narkoba lainnya, permen ini bisa membuat orang kecanduan. Karena bentuknya seperti permen yang menarik dan manis, ada kemungkinan dipasarkan di lingkungan anak-anak. Ada baiknya untuk menasehati anak-anak supaya lebih berhati-hati lagi, terutama pada saat membeli jajanan dan waspada terhadap orang yang menawari panganan dengan gratis.

Narkotika termasuk jenis narkotika terutama opiate atau candu. Opiate yang dihasilkan heroin atau putaw menimbulkan perasaan seperti melayang, perasaan enak atau senang luar biasa yang disebut euporia. Tetapi ketergantungannya sangat tinggi dan menyebabkan kematian. Bahan Opioda yang sering disalahgunakan adalah :

a.         Candu

Candu adalah getah tanaman vavaper somniferum didapat dengan cara menyadap buah yang masak. Getah yang keluar berwarna putih dan dinamai lates. Getah ini dibiarkan mengering pada permukaan buah sehingga berwarna coklat kehitaman dan sesudah diolah akan menjadi suatu adonan yang menyerupai aspal lunak. Inilah yang dinamakan candu mentah atau candu kasar. Candu kasar mengandung bermacam – macam zat aktif yang sering disalahgunakan. Pemakaiannya dengan cara dihisap.

b.        Morfin

Kata “morfin” berasal dari kata Morpheu, dewa mimpi dalam mitologi Yunani.  Morfin adalah hasil olahan dari opium candu mentah. Morfin merupakan alkaloida (agen aktif) utama dari opium (C17H19NO3).  Morfin yang rasanya pahit ini bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk menghilangkan sakit. Efek samping morfin antara lain adalah penurunan kesadaran, euporia, rasa kantuk, lesu, dan penglihatan kabur.

c.         Kokain

Kokain adalah senyawa sintetis buatan yang memicu metabolisme menjadi sangat cepat.  Kokain merupakan alkaloid yang didapatkan dari tanaman Erythroxylon coca, yang berasal dari Amerika selatan; dimana daun dari tanaman ini biasanya dikunyah oleh penduduk setempat untuk mendapatkan “efek stimulan”.

Saat ini Kokain masih digunakan sebagai anestetik lokal, khususnya untuk pembedahan mata, hidung dan tenggorokan, karena efek vasokonstriksif-nya juga membantu. Kokain diklasifikasikan sebagai suatu narkotika, bersama dengan morfin dan heroin karena efek adiktif.  Kokain berupa kristal putih, rasanya sedikit pahit dan lebih mudah larut. Nama jalanan Kokain adalah koka, coke, happy dust, chalie, srepet, snow.

d.        Codein

Codein termasuk garam / turunan dari opium / candu. Efek codein lebih rendah daripada heroin dan potensinya untuk menimbulkan ketergantungan rendah. Biasanya dijual dalam bentuk pil dan cairan jernih. Cara pemakaiannya ditelan atau disuntikan.

e.         Halusinogenik

Halusinogenik adalah obat psikotropika yang bekerja dengan menimbulkan perasaan halusinasi atau khayalan. Halusinogen disebut sebagai psikodelik atau psikotomimetik karena disamping menyebabkan halusinasi juga menyebabkan hilangnya kontak dengan realitas dan suatu peninggian kesadaran.

Berikut ini gejala intoksikasi :

–           Perilaku maladaptif (depersonalisasi, ilusi, direalisasi, halusinasi, dsb)

–           Dilatasi pupil

–           Takikardia

–           Berkeringat

–           Pandangan kabur

–           Tremor

Zat-zat yang termasuk kelompok halusinogenik, yaitu sebagai berikut :

a.         Ganja

Ganja atau mariyuana (cannabis), mengakibatkan timbulnya halusinasi sehingga pengguna tampak senang berkhayal.  Semua bagian dari tanaman mengandung kanabiod psikoaktif tanaman cannabis biasanya dipotong, dikeringkan, dipotong kecil-kecil dan digulung menjadi rokok disebut joints.

b.        Lycergik Acid Dhietilamide (LSD)

Lycergik Acid Dhietilamide (LSD) dibuat dari lysergic-acid, yang ditemukan di sejenis jamur yang tumbuh di gandum dan tumbuhan padi-padian lainnya. Bentuk fisik zat ini sangat beragam yang masing-masing tergantung pada proses pembuatannya. Bentuk yang umum antara lain : tablet, cairan bening, seperti kertas pengering tinta, seperti agar-agar berbentuk kotak tipis.

c.         Stimulan

Yang termasuk kelompok stimulan misalnya ekstasi dan shabu-shabu, dapat menimbulkan pengaruh yang bersifat merangsang sistem syaraf  pusat sehingga menimbulkan rangsangan secar fisik dan psikis.

 

BAB IV

PENDERITAAN ORANG MEMAKAI NARKOBA

Akibat yang Ditimbulkan pada Fisik dan Psikis

Pada dasarnya manusia hidup di dunia dengan melakukan dua pilihan yaitu hal yang baik dan hal yang buruk, penyalahgunaan narkoba adalah salah satu perbuatan yang buruk karena melakukan hal tersebut tidak dapat menguntungkan sedikitpun bagi manusia tetapi malah sebaliknya akan sangat merugikan.

Adapun beberapa akibat fisik adalah kerusakan otak, gangguan hati, ginjal, paru-paru dan penularan HIV / AIDS melalui penggunaan jarum suntik secara bergantian. Sebagai contoh, sekitar 70 persen pengguna narkoba suntikan di Cina tertular HIV / AIDS. Sedangkan di Indonesia sejak beberapa tahun terakhir ini jumlah kasus HIV /AIDS yang tertular melalui penggunaan jarum suntik tampak semakin tajam dikalangan pemakai narkotika. Akibat lain juga timbul sebagai komplikasi cara penggunaan narkoba melalui suntikan, misalnya infeksi pembuluh darah dan penyumbatan pembuluh darah.

Selain akibat tersebut di atas juga dapat terjadi pengaruh bterhadap irama hidup yang sangat terlihat jelas seperti, makan, minum, mandi, tidur, dan masalah kesehatan dan kebersihan.

Akibat psikis yang mungkin terjadi ialah sikap yang apatis, euporia, emosi labil, depresi, kecurigaan yang berlebihan yang tanpa disadari, kehilangan control perilaku, sampai bahkan mengalami gangguan jiwa (sakit jiwa). Akibat fisik dan psikis tersebut dapat menimbulkan akibat lebih yang mungkin mengganggu hubungan sosial dengan orang lain, dan acapkali pula merugikan orang lain. Sebagai contoh, perkelahian, kecelakaan, lalu lintas yang terjadi karena perilaku tidak berada dalam keadaan normal, baik secara fisik maupun psikis.

Jenis Narkotika yang paling sering digunakan orang Indonesia pada akhir-akhir ini yaitu:

1.        Heroin atau Putaw

Gejala dan efek samping yang ditimbulkan :

–       Kejang-kejang

–       Mual

–       Hidung dan mata yang selalu berair

–       Kehilangan nafsu makan dan cairan tubuh

–       Mengantuk

–       Cadel, berbicara tidak jelas

–       Tidak dapat berkonsentrasi

Sakau atau sakit karena putaw terjadi apabila si pemakai putus menggunakan putaw, yaitu membiarkan si pemakai melewati masa sakau atau obat. Gejala sakau :

–       Mata dan hidung berair

–       Tulang-tulang terasa ngilu

–       Rasa gatal dibawah kulit seluruh badan

–       Sakit perut / diare dan kedinginan

Tanda-tanda dari pemakai yang sedang ketagihan adalah :

–       Kesakitan dan kejang-kejang

–       Kram perut dan menggelepar

–       Hidung berlendir

–       Kehilangan nafsu makan

–       Kekurangan cairan tubuh

2.        Kokain

Gejala dan efek samping yang ditimbulkan :

–       Denyut jantung cepat

–       Agitasi psikomotor / gelisah

–       Euforia / rasa gembira berlebihan

–       Rasa harga diri meningkat

–       Banyak bicara

–       Kewaspadaan meningkat

–       Kejang

–       Pupil (manik mata) melebar

–       Tekanan darah meningkat

–       Berkeringat / rasa dingin

–       Mual / muntah

–       Mudah berkelahi

–       Psikosis

–       Perdarahan darah otak

–       Penyumbatan pembuluh darah

–       Nystagmus horisontal / mata bergerak tak terkendali

–       Distonia (kekakuan otot leher)

3.        Ganja atau Mariyuana ( Cannabis )

Gejaladan efek samping yang ditimbulkan :

–       Pikiran akan menjadi lambat

–       Kehilangan konsentrasi

–       Meningkatnya denyut nadi

–       Keseimbaangan dan koordinasi yang buruk

–       Ketakutan dan rasa panik

–       Depresi

4.        Ekstasi

Efek samping yang ditimbulkan oleh pemakai ekstasi adalah :

–       Diare

–       Rasa haus yang berlebihan

–       Hiperaktif

–       Sakit kepala dan pusing

–       Menggigil yang tidak terkontrol

–       Detak jantung yang cepat dan sering mual disertai muntah-muntah

–       Hilangnya nafsu makan

–       Gelisah tidak bisa diam

–       Pucat dan berkeringat

–       Syaraf otak terganggu

–       Tulang dan gigi keropos

–       Denyut nadi yang menjadi cepat

–       Menimbulkan paranoid dan halusinasi

Dalam beberapa kasus reaksi dari zat-zat ini menimbulkan kematian.

5.        Shabu-shabu

Efek samping yang ditimbulkan oleh pemakai shabu-shabu adalah :

–       Gelisah dan tidak bisa diam

–       Tidak bisa tidur

–       Tidak bisa makan

–       Dalam jangka panjang pemakaian fungsi otak terganggu dan bisa berakhir dengan kegilaan

–       Paranoid

–       Lever terganggu

Gejala pemakai yang putus memakai shabu-shabu adalah :

–       Cepat marah

–       Tidak tenang

–       Cepat lelah

–       Tidak bersemangat / ingintidur terus

6.        Valium

Efek samping yang ditimbulkan oleh pemakai valium adalah :

–       Menurunkan kemampuan berpikir

–       Sifat masa bodoh

–       Kurang bertanggung jawab

–       Kurang kesadaran

–       Bila digukan bersamaan dengan obat penenang lain dapat meningkatkan efek pernapasan

7.        Benzodiazepin ( Nipam, BK, Megadon, dll )

Efek samping yang ditimbulkan oleh pemakai nipam adalah :

–       Bicara cadel

–       Jalan sempoyongan

–       Wajah kemerehan

–       Banyak bicara

–       Mudah marah

–       Gangguan pemusatan perhatiaan

8.        Alkohol

Minuman-minuman beralkohol banyak akan menimbulkan :

–       Kerusakan hati, jantung, pancreas, dan peradangan lambung

–       Menimbulkan turunnya daya ingat

–       Kemampuan penilaian

–       Kemampuan belajar dan gangguan jiwa tertentu

–       Perasaan mudah tersinggung

–       Perhatian terhadap lingkungan terganggu

–       Berani dan agresif

–       Tidak terkontrol yang akan menimbulkan tindakan moral yang lebih parah lagi akan dapat menimbulkan tindakan pidana atau kriminal

Tanda-tanda kemungkinan penyalahgunaan narkotika dan zat adalah sebagai berikut :

a.         Tubuh

–       Berat badan turun drastis

–       Mata terlihat cekung dan merah, muka pucat dan bibir kehitam – hitaman

–       Tangan penuh dengan bintik – bintik merah, seperti bekas gigitan nyamuk dan ada tanda bekas luka sayatan, goresan diperubashan warna kulit di bekas suntikan

–       Buang air besar dan kecil kurang lancar, sembelit atau sakit perut tampak alasan jelas

b.        Emosi

–       Sangat sensitif dan cepat bosan

–       Bila ditegur atasu dimarahi, dia malah menunjukkan sikap membangkang

–       Emosinya naik turun dan tidaka ragu untuk memukul orang atau berbicara kasar terhadap enggota keluarga atau orang sekitarnya

–       Nafsu makan tidak menentu

c.         Perilaku

–       Malas dan sering melupakan tanggung jawab dan tugas – tugas rutinnya;

–       Menunjukkan sikap tidak peduli dan jauh dari keluarga;

–       Sering bertemu dengan orang yang tidak dikenal keluarga, pergi tanpa pamit dan pulang lewat tengah malam.

–       Suka mencuri uang di rumah, sekolah, ataupun tempat bekerja dan menggadaikan barang-barang berharga di rumah. Begitupun dengan barang-barang berharga miliknya, banyak yang hilang

–       Selalu kehabisan uang

–       Waktunya di rumah kerapkali dihabiskan di kamar tidur, kloset, gudang, ruang yang gelap, kamar mandi, atau tempat-tempat sepi lainnya

–       Takut akan air jika terkena akan terasa sakit, karena itu mereka jadi malas mandi

–       Sering batuk-batuk dan pilek berkepanjangan, biasanya terjadi pada saat gejala “putus zat”

–       Sikapnya cenderung jadi manipilatif dan tiba-tiba tampak manis bila ada maunya, seperti Pada saat membutuhkan uang untuk beli obat

–       Sering berbohong dan ingkar janji dengan berbagai macam alasan

–       Mengalami jantung berdebar-debar

–       Sering menguap

–       Mengeluarkan air mata berlebihan

–       Mengeluarkan keringat berlebihan

–       Sering mengalami mimpi buruk

–       Mengalami nyeri kepala

–       Mengalami nyeri / ngilu sendi-sendi

Demikianlah gejala-gejala penderitaan yang dialami oleh pemakai narkoba. Dari efek pemakai narkoba tersebut, dapat kita ketahui secara umum bahwa akibat memakai narkoba adalah sebagai berikut :

1.        Narkoba dapat merusak otak

Karena bahan aktif yang terkandung didalamnya dapat merusak sel-sel syaraf di otak yang berfungsi menyimpan daya ingat, menyaring dan mengolah informasi akibatnya pemakai narkoba bisa mengalami kesulitan dalam mengingat sesuatu, kata dan berfikir.

2.        Narkoba dapat menyerang daya kontrol diri

Karena narkoba menyerang bagian-bagian di otak yang berfungsi untuk mengolah informasi, maka pada akhirnya kemampuan untuk konsentrasi dan kesadaran waktu juga ikut rusak. Bahkan bagi para pecandu usia muda, ada kemungkinan terserang keinginan untuk berperilaku dan memberontak terhadap lingkungannya.

3.        Narkoba dapat meracuni paru-paru

Ada lebih 400 bahan kimia berbahaya yang terkandung dalam narkoba suatu bahan kimia tersebut dapat menghasilkan efeek negatif yang sama dengan efek yang dihasilkan dari bahan tar pada rokok filter, bisa dibayangkan sangat merusak dan bisa mematikan pemakai narkoba teersebut.

4.        Narkoba dapat mempengaruhi aspek kesehatan

Salah satu yang berbahaya ialah daya ketahanan tubuh kita dalam berperang melawan enfeksi ikut kena serangan imbas narkoba. Resiko mengalami gangguan mental sangvat besar, diantaranyayang sudah sering terjadi adalah depresi. Sindrom apatis yang dihasilkan narkoba.

5.        Narkoba dapat membuat kecanduan

Gejala yang umumnya terjadi adalah hilangnya selera makan, gangguan tidur, turunnya berat badan dan pusing kepala. Secara psikologis juga pemakai dapat mengalami ketergantungan pada narkoba, seperti adanya pikiran bahwa memakai narkoba adalah salah satunya jalan supaya dapat bersikap santai, mengurangi stress dan merasa baik. Padahal memakai narkoba justru akan memperburuk masalah yang ada.

DAFTAR PUSTAKA

Kurniawati, Rengganis. Ferdiana, Deni. 2007. Pemakai Narkoba Memikul Derita PT. Sinergi Pustaka Indonesia Bandung.

 

Sumber lain

www. spirita.or.id

www.kapanlagi.cim

www.kompas.com

 

 

 

 

 

 

 

 

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s